Home > Uncategorized > Pejuang Aksara Dari 17 Kabupaten/Kota Se-NTT ‘Invasi’ Sumba Barat

Pejuang Aksara Dari 17 Kabupaten/Kota Se-NTT ‘Invasi’ Sumba Barat

Pejuang Akasara

Waingapu.Com – Sebanyak 17 kontingen Pejuang Aksara dari 17 Kabupaten/Kota se Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Rabu (10/10) ‘invasi’ kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat. Kehadiran para pejuang aksara ini dalam rangka puncak peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) tingkat Propinsi NTT. Kabupaten Sumba Barat dipercaya menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini. Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur NTT yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Propinsi NTT, Stefanus I. Ratoe Oedjoe.

Melalui rilis yang diterima media ini dari Biro Humas Propinsi NTT, Rabu (10/10) pagi lalu, dijelaskan bahwa Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) yang dirayakan seluruh warga dunia merupakan kesempatan bagi pemerintah dan seluruh masyarakat untuk menyoroti peningkatan tingkat melek huruf di dunia dan merenungkan tantangan keaksaraan yang tersisa di dunia.

Pejuang Akasara

Juga dipaparkan dalam rilisnya, angka buta aksara usia 15 hingga 59 tahun di wilayah Indonesia Timur, masih terdapat 11 provinsi yang memiliki angka buta aksara di atas angka Nasional diantaranya Papua (28,75 persen), Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, NTB (7,91 persen). Sedangkan NTT sendiri sebanyak 5,15 persen atau 175.ribu dari 4,9 juta penduduk berdasarkan data tahun 2017 lalu.

Menyikapi hal itu, gerakan literasi ini harus menjadi kesadaran bersama semua komponen masyarakat untuk berkomitmen keluar dari sebuah belenggu. Krisis literasi yang terjadi di NTT bersifat multidimensional dan harus segera ditindaklanjuti dengan sebuah program yang nyata, yang mampu menyentuh akar permasalahan krisis literasi yang terjadi.

Melalui diskusi aktif yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan di tingkat Provinsi NTT yang melibatkan juga berbagai elemen masyarakat, tercetus ide untuk kembali melakukan pencanangan Gerakan Literasi se-NTT yang sifatnya tidak karikatif dan konkrit. Pencanangan Gerakan Literasi yang akan di-relaunch ini harus memuat sejumlah komitmen yang kedepannya harus ditindaklanjuti oleh seluruh pemangku kepentingan se-NTT, baik itu Pemerintah Propinsi dan semua Kabupaten/Kita yang ada di NTT.

Sekretaris Dinas Pendidikan Sumba Barat, Yehuda Malorung, kala membuka dan memberikan arahan dalam technical meeting jelang HAI ke-53 se-NTT, di aula ex kantor Bupati Sumba Barat, Selasa (09/10) malam lalu memaparkan, dalam puncak peringatan HAI se-NTT nanti juga akan digaungkan ‘Pihu Parending Pareta’ atau tujuh komitmen pemimpin se-NTT dalam rangka memerangi buta aksara dan menyatukan spirit literasi bagi warga NTT. Selain itu juga akan diadakan talkshow yang menghadirkan perwakilan dari pemerintah, pelaksana program dan guru mitra yang berproses dalam program INOVASI. Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia atau disingkat INOVASI sendiri merupakan program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat, bekerja sama dengan pemerintah provinsi NTT dengan didukung oleh pemerintah Australia.

Dalam rilis ini juga dijelaskan, melalui program rintisan dan masukan kebijakan di masing-masing Kabupaten se-Sumba, capaian dari masing-masing program INOVASI dirasa penting untuk disebarluaskan kepada seluruh pemangku kepentingan se-NTT. Tentunya dibarengi harapan agar mampu memberikan motivasi kepada para pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian lebih kepada problem literasi yang terjadi di daerahnya.

“Selain hadir melalui talkshow, delegasi kegiatan HAI juga dapat berinteraksi langsung dengan wakil guru mitra INOVASI dari Provinsi Kalimantan Utara, Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat yang hadir di booth INOVASI pada Pameran Literasi dan Pembangunan HAI yang berlokasi di Bekas Kompleks Bupati Sumba Barat, Waikabubak,” pungkas Yehuda.(ion)

Komentar

komentar