Home > Ekonomi > UKM Harus Kedepankan Harga & Tempat Untuk Tarik Konsumen

UKM Harus Kedepankan Harga & Tempat Untuk Tarik Konsumen

Nae Soi

Waingapu.Com – Yang paling penting untuk dipertimbangkan dalam menarik konsumen dalam pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) adalah aspek harga dan tempat (Price and Place). Demikian dikemukakan oleh Wakil Gubernur (Wagub), NTT, Josef A. Nae Soi, Rabu (17/10) lalu kala meresmikan dan mengunjungi Rumah Produk Sasando di Kantor Gubernur melalui siaran pers Humas Pemprov NTT yang diterima media ini hari kemarin.

“Hal paling penting dalam manajemen ritel adalah harga dan tempat. Kemudian baru faktor – faktor lainnya seperti pengepakan atau packaging dan mutu barang,” tandas Nae Soi seraya menambahkan, tempat dan teknik menarik konsumen yang bagus merupakan langkah penting dalam meningkatkan jumlah penjualan barang. Karena, selisih harga jual satu rupiah pun dapat mempengaruhi psikologis konsumen. “Pasang harga tinggi sama dengan menjauhkan konsumen,” timpalnya.

Lebih lanjut Nai Soe menjelaskan, harga pokok produksi harus sudah fix atau pasti. Keuntungan diambil sedikit saja namun perputaran uang cepat. ”Margin profit cukup nol koma sekian persen, jangan sampai satu persen. Orang pasti akan banyak datang di sini,” jelas Nae Soi.

Nae Soi

“Jumlah konsumen yang jelas, jarak yang mudah dijangkau, mutu serta harga rendah merupakan peluang pasar yang besar. Jaga kepercayaan dan rawatlah kebersihan tempat ini, agar para konsumen tertarik untuk datang dan setelah datang betah berbelanja,” pungkas Nae Soi.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perdagangan NTT, Hadji Husen dalam laporannya menjelaskan, jumlah UKM di NTT sekitar 103.707. Selama ini, kesulitan pelaku UKM adalah biaya sewa tempat pemasaran yang tinggi. Kehadiran tempat seperti ini sangat membantu mereka.

“Ide untuk mendirikan rumah produksi ini merupakan arahan dari Bapak Gubernur. Teman-teman pelaku UKM menyambut baik adanya tempat ini karena tempatnya sangat strategis. Konsumennya juga jelas,” jelas Hadji Husen seraya menambahkan, hasil UKM yang dipasarkan di rumah produk itu berupa pangan lokal dan non pangan lokal. Termasuk hasil olahan kelor dan tenun ikat.

Masih di tempat yang sama, Marianova, Kepala Komersial dan Pengembangan Bisnis Bulog Divisi Regional (Divre) NTT menjelaskan, Bulog NTT melalui program Rumah Pangan Kita (RPK) juga menyediakan beberapa bahan kebutuhan pokok di Rumah Produk Sasando seperti beras, gula, tepung terigu dan minyak goreng. Tujuannya untuk mendekatkan pangan Bulog kepada masyarakat.

“Ini juga sebagai respon terhadap ajakan Gubernur NTT untuk bantu pegawai. Semua produk pangan Bulog adalah produksi Bulog. Harganya cukup murah, di bawah harga pasar,” jelas Marianova.(ion)

Komentar

komentar