Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Kam 09 Februari 2012
Banner

Bandara UMK? Polling

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Rudi Loly   
Jumat, 06 Maret 2009 22:34

Dalam satu sesi pelatihan, oleh fasilitator, peserta diajak untuk mengisi form diskripsi tentang diri sendir sebagai bahan untuk saling kenal satu dengan yang lainnya. Pada salah satu diskripsi ada pertanyaan tentang, "Apakah nama waktu kecil berbeda dengan nama sekarang?"

Rata-rata peserta mengalami perubahan nama ketika sudah besar. Ada yang waktu kecil namanya "AMA" sesudah besar menjadi "ANUS" karena nama lengkapnya adalah "STEVEN... siapa gitu"

Semua pasti punya alasan yang mendasar tentang hal itu. DIpanggil "ANUS" waktu kecil mungkin karena oleh orang tuanya memperkenalkan anaknya langsung dengan nama "STEVEN", ada kemungkinan anaknya sendiri tidak "ngeh" dengan panggilan itu. Kemudian Oleh "STEVEN" sendiri ketika besar, untuk tetap menggunakan ANUS rasa-rasanya agak aneh, apalagi ketika melanjutkan pendidikan diluar Sumba misalnya, Jawa. Siapa yang rela kalau dipanggil "ANUS", sudah aneh, nama itu juga agak kurang sopan. Masa kita dipanggil PANTAT?

Sah-sah saja orang mengganti nama ketika sudah besar atau berada ditempat lain, apalagi alasannya cukup jelas.

Demikian juga dengan Bandara Mau Hau, yang akan diganti namanya menjadi Bandara UMK (untuk mengenang Alm. Umbu Mehang Kunda - Mantan Bupati Sumba Timur ).

Bagi sebagian orang Alm. begitu berperanan dalam perubahan yang terjadi di Sumba Timur, baik dari sisi pembangunan maupun pola pikir.

Yang menjadi pertanyaan, Apakah sudah mendasar alasan-alasan tersebut? (bagi saya pribadi sah saja dan cukup mendasar), kemudian melalui portal ini www.waingapu.com, terdapat polling yang mengajak kita untuk memilih setuju atau tidak?. Dari hasilnya banyak yang tidak setuju, tentu juga dengan alasan tersendiri dan sah-sah saja. Yang menjadi pertanyaan apakah hasil polling sudah menjawab kebutuhan tersebut? Karena begitu banyak yang tidak setuju, padahal diwaktu mengantar jenasah, jalan Waingapu - Melolo hampir penuh.

Ups... mungkin saja responden adalah user dari luar pulau Sumba.

Mene-mene saja....

 

Komentar

 
0 #1 Kaparrak 2009-03-10 22:02
Saya orang Waingapu. Saya kurang senang dengan komentar saudara Rudy. Saya jelas adalah orang Waingapu, meski saya sekarang tidak tinggal di Waingapu. Please next time be very careful on mentioning sensitive issues such as race, religion, etc. This were, and have been, great political tools to drive mass for destruction.
Saya tidak setuju dengan penggantian nama bandara, karena itu tidak menyelesaikan apa-apa. Percuma saja mengganti nama bandara. Kalau mantan bupati Sumba Timur itu baik, kenapa para pejabat tidak meniru kelakuannya??? Ada jawaban untuk pertanyaan ini atau tidak??
Saya tau, saya tidak punya hak untuk menolak penggantian nama itu. tapi karena polling dibuka, masa saya jawab TIDAK SETUJU.
Makasih.
 
 
0 #2 Guest 2009-03-11 07:47
Banyaknya orang waktu antar jenasah dan penguburan takbisa dijadikan indikasi pembanding setuju tidaknya.benar juga Kode:komentar Bung Kaparrak...
 
 
0 #3 donny 2009-03-11 17:13
gue s7 comment om kapparak coz gak jelas tujuannya apa pake acara ganti2 nama bandara mauhau dgn nama almarhum bupati, mending meninggalkan kesan yg baik... DPRD tuh gak punya peranan apa2 utk mengakomodasi suara rakyat, hanya mengakomodasi kepentingan he..he,, eh..malah inget bukunya om yongky ttg artikel berjudul Cara Mudah Masuk Sorga...he..ha...

sorry, gue ngomong begitu coz \"buah yg manis tuh pasti krn pohonnya baik\"

ya, mungkin terasa manis bagi mrk yg suka menjilat beliau.. ya wajar aje, dan gue gak berada di mana2, gue hanyalah penonton
 
 
0 #4 Guest 2009-03-11 23:26
Waduh, aneh juga sama komentar Bastian... Orang yang ikut antar jenasah pasti krn ada hubungan/kedekatan/respek thdp jenasah atau keluarganya. sah-saj sj itu jd indikasi, walo itu bkn satu2nya indikasi. lagian ngapain org pd ikut ngantar? jauh-jauh lagi, kalo bukan krn respek sama Beliau? memangnya hny mau ikut rame. kalo mau rame nongkrong aje di pasar.......... ono-ono wae Mas
 
 
0 #5 Guest 2009-03-11 23:33
Hai, Mr/ms. Kaparrak... sy jg org wgp.
saya aneh dgn komentar anda \"sy tdk setuju dgn penggantian nama bandara, krn itu tdk menyelesaikan apa2\". Ya iyalah, pemberian nama Bandara UMK, bkn utk menyelesaikan apa2, itu mah PENGHARGAAN Bro, krn beliau meninggal dlm tugas.. bkn dianggap sbg penyelesaian.. soal baik dan tidak baik, itu mah urusan masing-masing individu...
 
 
0 #6 Guest 2009-03-11 23:38
Bro, ini kan polling setuju gk setuju bandara mauhau ganti UMK, ngapain bawa2 DPRD???? lagian, aneh juga apa hubungan ganti nama bandara sama meninggalkan kesan baik???
Kalo saya mah SETUJU atuh sama ganti nama bandara, gak ada ruginya kok.
Lagian beliau meninggal dlm tugas, dan banyak hasil pembangunannya di wgp.
liat aja wajah kota wgp, jd keren kan? Buktinya masih pd betah di waingapu kan?????? Ngaku aja deh....
 
 
0 #7 Guest 2009-03-12 05:03
saya setuju, karena nama tempat atau nama bandara nggak boleh sembarang aja diambil. misalnya, karena terletak di Mau Hau, jadi BANDARA MAU HAU, gitu?? nggak cocoklah... Apalagi ini bandara di sumba, bukan disabu. bukan bermaksud sukuisme, tapi pantas kok kalau diganti, malah seharusnya tuh....
 
 
0 #8 Sumba Boy 2009-03-12 21:39
Dear umbu hanggar kenapa harus di ganti....?mungkin pada saat bandara itu di namai pasti ada aspek-aspek yg di pikirkan oleh si pemberi nama...saya juga lahir dan besar di waingapu koq.....cuman saat ini lagi di luar sumba....
Saya tidak setuju di ganti dan kenapa baru sekarang anda tidak setuju nama Mau hau hanya karena letak geografisnya,ke napa nggak dari dulu pake nama pahlawan orang sumba? kan banyak tuch ?
 
 
0 #9 Guest 2009-03-13 19:30
Untuk umbu Ty ato rambu Ty..

Rupanya ko musti baca baik2. supaya mengerti. itu cuma kalimat sepotong saja. Kalo orang mengerti, dia su pasti tau sambungannya apa. Kalo orang blm mengerti, musti cari2, trus, sambungannya apa??
memang, masalah nama bandara itu cuma masalah kecil. kecil sekali. masalah besar di sumba, dan NTT, dan Indonesia, adalah mental penjajah, penindas, koruptor. tau apa mental mereka? manis dimulut, pait di kelakuan. Kalo su duduk di kursi, biar ko batariak sampe mati, dorang tir mo dengar.
Sa harap ko tir tambah bingung umbu/rambu. ko musti banyak baca, biar cepat mengerti, biar orang omong pendek saja. Try this : less talk, listen more, do more. not the other way around.
 
 
0 #10 donny 2009-03-15 19:52
bro Ty,
entah bener apa enggak:
1. setahu gue DPRD sumba timur adalah wakil suara rakyat sumba timur
2. media polling ini kan dah mewakili suara rakyat sumba timur atas ketidak setujuannya ttg penggantiannya nama bandara mauhau menjadi bandara umbu mehang kunda
3. dari hasil poling tsb kan seharusnya DPRD membawanya dlm rapat utk mengambil keputusan jadi gaknya penggantian nama tsb
4. nah, gue sendiri jd mikir, apakah DPRD sumba timur pernah melakukan survey ke masyarakat utk meminta pendapatnya ttg penggantian nama bandara mauhau?
5. malah gue salut ma waingapu.com krn brani membuat polling ini
6. terakhir, wajar aja kl gue brani nyinggung DPRD sumba timur, emang mrk mrk gak mau capek2 kok utk mendengar suara rakyat

apa saran lo skrng atau lo sendiri adalah bagian dr kelompok penji*** yg gue bilang di atas? or jika u adlh bagian dr anggota DPRD, kayaknya lbh baik lbh baik lo bawa suara rakyat sumba timur ke gedung dewan sana

sorry bro, mari kita diskus krn gue respek ma sumba timur yg terbelakang karna mental2 anggota DPRD sumba timur hanya mencari keuntungan pribadi walau gak smuanya mrk bgitu
 

This content has been locked. You can no longer post any comment.