Top Kanan
Top Kiri

Waingapu.Com - Rasa syukur seiring proyek pekerjaan jalan di wilayah sekitar dan di wilayah desa Maubokul, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim),

NTT, tetap terlontar dari warga setempat. Namun syukur itu tetap dibarengi dengan keluhan dan sesal terkait pekerjaan jalan yang tidak tuntas dikerjakan.

“Memang jalan ke sini susah medannya tapi syukur sudah perlahan diperbaiki. Seperti jalan masuk dari Watumbaka hingga mau dekat wilayah desa Maubokul. Tapi memang itu jalan sepertinya tidak selesai dikerjakan, ada yang putus-putus,” jelas Meta Tanggu Humba (46) seorang warga Maubokul yang ditemui (20/03) sore.

Pendapat Meta Tanggu Humba, yang juga tokoh masyarakat Maubokul itu, senada dengan Huki Nggimuwali (47) warga Maubokul, yang ditemui terpisah. Ia pun mengucapkan syukur atas perhatian pemerintah dengan dikerjakan dan diperbaikinya jalan dari dan ke wilayah Maubokul. Pihaknya juga berharap proyek serupa bisa terus masuk ke wilayahnya dan juga bisa dituntaskan demi mendukung kesejahteraan masyarakat juga mempersempit kesenjangan dengan wilayah lainnya di Sumtim.

“Sekarang sudah lebih baik, tidak seperti dulu-dulu, tapi memang bagus kalau kerja jalan selesai semua tidak putus-putus seperti yang sekarang ini,” timpal Huki yang ditemui terpisah.

Huki dan Meta dimintai pendapatnya terkait akses jalan dari dan ke wilayah domisili keduanya secara umum dimana juga termasuk ruas jalan yang membentang dari Watumbaka ke Maubukol yang diantaranya terdapat proyek berlabel peningkatan jalan Watumbaka-Meurumba.

Seperti terpantau kala itu, jalan menuju Maubokul, sejak masuk simpang Watumbaka mulus terhotmix. Namun kemudian sekitar 100 meter setelahnya jalanan kembali hanya berupa agregat yang memang telah dipadatkan. Kemudian sekira 100 meter kemudian jalan kembali hotmix mulus hingga ke lokasi translok Papuu. Sayangnya di kawasan translok Papuu ini tidak semuanya utuh terhotmix.

Jalanan kemudian kembali hotmix mulus beberapa kilometer, dan kemudian kembali diperhadapkan dengan realita jalan yang berlubang dengan disisi jalan nampak tumpukan sirtu. Kondisi jalan ini melengkapi kondisi jalan lainnya yang masih memperihatinkan, seperti halnya ke wilayah dusun Tanarara.

Adapun jalan ruas jalan dimaksud dikerjakan dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tambahan tahun 2016 sebesar lebih dari tigabelas milyar rupiah. Pekerjaan jalan ini ternyata tidak mampu dituntaskan oleh PT. Sumba Permai sebagai kontraktor pelaksana sekalipun telah diberikan perpanjangan waktu pekerjaan bahkan denda. Alhasil, perusahaan tersebut harus dikenai black list atau di PHK.

Pihak Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Sumtim, juga membenarkan realita tersebut, sebagaimana dikemukakan oleh Christofel Malo Umbu Pati, selaku Kepala Bidang. “Memang kondisinya demikian, mau bagaimana lagi. Itu tumpukan material yang ada di pinggir jalan selepas hotmix itu adalah material yang ditumpuk oleh kontraktor. Karena memang sudah tidak bisa lagi ditoleransi dan tidak mungkin bisa selesai sampai batas waktu perpanjangan jadinya begitu sudah. Dari total kewajiban pekerjaan hanya hampir 68 persen yang selesai,” papar Christofel melalui percakapan via handphone, Senin (20/03) malam kemarin.(ion)

Facebook Fans

Berita Lain

Go to top