Banyak orang salah mempresepsikan tentang bersaing. Banyak pula diantara mereka yang terjebak dalam persaingan yang salah sehingga terjebak juga dalam situasi yang kacau dan merugikan mereka sendiri.
Cakrawala berpikir yang masih sempit, kecemburuan sosial, iri dan dengki, serta emosi yang tidak pada tempatnya yang membawa mereka ke ajang persaingan yang tidak sehat dan bersaing bukan pada tempatnya. Persaingan harta kekayaan, persaingan kepintaran yang tidak bisa diukur atau pada profesi yang berbeda dan persaingan bisnis yang tidak jelas, hanya akan membawa mereka ke situasi yang kacau bahkan malapetaka yang ada.
Contoh ilustrasi seorang petenis lapangan pastilah akan bersaing dengan petenis lapangan lainnya, yang dimana permainan tersebut memiliki system hitungannya tersendiri, namun jika seorang petenis lapangan bersaing dengan seorang pecatur (pemain catur), hitungannya bagaimana?, yang lebih parah lagi, jika petenis lapangan itu tetap memaksakan dirinya untuk bersaing dengan seorang pemain catur tersebut. Ini hal yang sangat lucu khan………?
Ada lagi orang atau sekelompok orang yang memaksakan atau menyatakan dirinya bersaing. Kemudian dia sendiri yang menyatakan bahwa dirinya menang, lalu dia mengambil barang-barang atau hak milik orang atau sekelompok orang yang dia nyatakan kalah dalam persaingan. Ini khan sudah perampokan namanya, bukan lagi bersaing.
Jadi jika ada orang yang ingin bersaing karena hanya untuk memotivasi dirinya kearah yang lebih maju, sebaiknya bersaing pada tempatnya.