Waingapu.com - Pemerintah Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) memberhentikan 51 orang Sekretaris Desa (Sekdes) karena tidak bisa diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) akibat dari ketiadaan ijazah dan telah memasuki usia uzur. Demikian dijelaskan Bupati setempat, Gidion Mbiliyora, kepada wartawan, Jumat (29/06) siang kemarin.
“Ada 51 orang Sekdes yang diberhentikan dengan hormat karena tidak bisa diangkat dan diakomodir sebagai PNS sipil seperti halnya Sekdes lainnya. Kendati demikian sebagai bentuk ucapan terima kasih atas pengabdiannya para Sekdes ini tetap diberikan pesangon atau ucapan terima kasih yang besarannya disesuaikan dengan masa kerja dan pengabdiannya,” urai Gidion.
Lebih jauh dijelaskan Gidion, Pemkab Sumtim menjadi pionir di NTT dalam menempuh dan kebijakan pemberian pesangon ini. “Jadi Sumba Timur adalah kabupaten pertama di NTT yang melakukan ini. Adapun dananya tidak diserahkan dalam bentuk tunai namun dalam bentuk tabungan di Bank NTT. Ini dimaksudkan agar para Sekdes bisa menabung sekaligus bisa menjadikan dana ini sebagai modal usaha, dan tidak serta merta dihabiskan begitu saja,” tandas Gidion yang kala itu didampingi Stev Messakh, Manager Bank NTT cabang Waingapu.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah Sekdes seusai menerima buku tabungan senada menyatakan sukacitanya. “Saya sejak dulu hanya mengabdi dan mengabdi. Jika harus berhenti karena usia dan karena keterbatasan pendidikan, saya terima. Saya tidak harapkan dapat pesangon seperti ini, untuk itu saya ucapkan terima kasih. Dana ini akan saya pakai untuk modal usaha jual beli ternak juga membantu pendidikan anak saya. Saya dapat 11 juta rupiah susuai dengan masa kerja saya yang dihitung 11 tahun,”jelas Abraham Huru Ke (59), Sekdes Hadakamali, Kecamatan Wulla Waijellu mewakili pendapat senada rekan-rekannya.
Namun ada pula yang masih bingung pemanfaatan dana yang diterimanya. “Saya tidak sangka dapat ini uang sembilan juta ini, jadi saya masih bingung juga dana ini nanti untuk apa. Saya harus pulang dulu ke rumah dan bicara dengan isteri saya,” ujar Tobing Hambandima (50), Sekdes Billa, Kecamatan Paberiwai. (har)