Wangapu.Com - Komunitas kreatif dan pencinta seni di Sumba Timur menggelar aksi pembacaan puisi, teatrikal, monolog, dan musik akustikan di Taman Kota, Matawai, Sabtu (09/03/2013). Aksi itu dilakukan untuk memperingati Hari Perempuan Internasional yang bertemakan Kekerasan Terhadap Perempuan.
Sastrawan dan budayawan Waingapu, Michael Herens membacakan puisi Femina Inspirata kemudian diikuti dengan orasi oleh Frans Wora Hebi. Satu persatu orang muda lainnya membawakan puisi dan orasinya yang iringi dengan musik akustik oleh Tamarischa Akustik.
Waingapu.Com - Sebagai salah satu upaya untuk melestarikan dan mengenalkan kain tenun Sumba Timur (Sumtim), NTT semakin luas, sekelompok pengrajin di Kabupaten Sumtim,tepatnya di desa Kali Uda, Kecamatan Pahunga Lodu, yang difasilitasi oleh Pemerintah setempat dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) meluncurkan kain tenun ikat sepanjang 104 meter dan lebar 60 centimeter, Sabtu (22/12) siang kemarin di halaman depan Rumah Jabatan Bupati Sumtim.
Waingapu.Com - Menyelami atau memaknai semangat (spirit) Sumpah Pemuda bisa dilakukan dengan ragam cara. Menyelami nilai hakekat Sumpah Pemuda ala Komunitas Rumba-Wai (Rumput-Air) misalnya, bisa menjadi salah satunya.
Komunitas ini menggelar Festival Wai (festival air) di aliran kali Luku Madiku yang mengalir di dekat kampung Paponggu, Kecamatan Umbu Ratu Nggay, Kabupaten Sumba Tengah (Sumteng), NTT, Sabtu (27/10) kemarin sianghingga tengah malam.
Waingapu.Com - Usulan Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ke UNESCO terkait dengan penetapan tenun ikat Sumba sebagai warisan budaya tak benda tahun 2013 mendatang, mendapat apresiasi positif dari pemerintah kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT. “Atas nama pemerintah dan masyarakat Sumba Timur, tentu kami berterimakasih dan sangat mendukung upaya Kemendikbud untuk mengusulkan Kain tenun ikat Sumba sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO. Ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah pusat atas pelestarian budaya dan tradisi daerah Sumba Timur,” jelas Andreas Nola Pali, Kabag Humas Setda Sumtim, di ruang kerjanya, Rabu (09/05) siang kemarin.
Waingapu.Com - Pernahkah anda melihat kalangan legislative, di tingkat DPRD hingga DPR-RI mengenakan pakaian adat tradisional, dan menampilkan kebanggaan pada pakaian etnik yang dikenakannya, kala mengikuti sidang? Yang justru sering nampak adalah, kebanggaan para ‘wakil rakyat’ dan ‘abdi negara’ jika mengenakan jas safari, lengkap dengan dasinya. Di Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, para Legislator diwajibkan untuk berpakaian adat pada setiap pembukaan dan penutupan masa sidang. Jika ada yang membangkang, akan diberi sanksi.
Waingapu.Com - Disetiap kota besar, gedung pencakar langit dapat dengan mudah ditemui. Bangunan jenis ini tentunya memiliki kontruksi beton yang kokoh. Namun pernahkah terbayang bangunan pencakar langit, yang juga cukup kokoh walaupun tidak berkontruksi beton?
Mencakar langit sejatinya tak mesti dengan gedung berkontruksi beton, namun bisa pula dengan bangunan berbahan ilalang. Di Perkampungan Adat Wainyapu, hal itu menjadi realita.