Home > Berita > Budaya
Tenun Ikat Khas Waingapu Sumba Timur, NTT Cetak Email
Kontributor: Admin   
Jumat, 11 Juni 2010 06:51

Jakarta, VOI Fitur - Tenun ikat merupakan salah satu hasil kerajinan tangan masyarakat Waingapu di kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.  Membuat kain tenun ikat merupakan kebiasaan wanita Waingapu sejak ratusan tahun lalu. Hingga kini, mereka membuat kerajinan ini untuk dipakai sendiri ataupun dijual ke orang lain. Hendrik Pali, salah seorang warga Lambanapu, Waingapu menceritakan, masyarakat Waingapu pada awalnya menjadikan tenun ikat sebagai satu perlengkapan penting dalam acara adat istiadat, seperti pernikahan ataupun upacara penobatan raja. Namun setelah Indonesia menjadi Negara Republik, tidak ada perbedaan, semua dapat mengenakan kain tenun dengan berbagai motif dan jenis. Bahkan kini, tenun ikat telah menjadi bahan untuk aneka kerajinan, seperti tas, selendang, serta baju.

 
Irama Kandingangu di Malioboro Cetak Email
Kontributor: Admin   
Selasa, 15 Desember 2009 21:02

Kandingangu adalah tarian asli masyarakat Sumba Timur yang pada jaman dahulu dipentaskan guna merayakan kegiatan adat besar, seperti acara perkawinan atau penyambutan tamu golongan bangsawan. Pada masa perang, tarian ini kemudian dipentaskan guna menyambut para pejuang yang pulang perang.

 
Upacara Penguburan Umbu Nai Damu Cetak Email
Kontributor: Admin   
Senin, 14 Desember 2009 09:44

Waingapu.Com - Ritual peguburan orang mati dalam budaya Sumba Timur selalu diwarnai dengan acara peyembelihan hewan. Demikian yang terjadi dengan Umbu Nai Damu, bapak kandung dari Umbu Hamakonda, M.Si yang juga adalah Sekretaris Daerah Sumba Timur.

 
Tak Ada Tambur, Gendang pun Jadi Cetak Email
Kontributor: Admin   
Sabtu, 14 November 2009 18:33

Ada yang berbeda dengan penampilan Makahaungu dalam acara Malam Indonesia di Wisma Bahasa Yogyakarta. Kalau biasanya para penari diiringi oleh suara tambur dan gong khas Sumba, kali ini hal tersebut tidak tampak. Yang terlihat justru Gendang dan Gong khas Jawa yang ditabuh.

 
Makkahaung Menari di “Malam Indonesia” Cetak Email
Kontributor: Admin   
Sabtu, 14 November 2009 18:08

Suasana malam di Wisma Bahasa yang terletak di daerah Demangan, Yogyakarta pada malam itu lain dari biasanya. Terlihat puluhan pelajar luar negeri berpakaian adat tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka yang berasal dari Benua Afrika, Amerika, Eropa, Australia dan Asia tampak menyatu dalam keramah-tamahan dan keakraban “Malam Indonesia”.

 
Ma Kahaungu Berbinar di Kraton Yogyakarta Cetak Email
Kontributor: Admin   
Sabtu, 27 Desember 2008 21:04
ImageSanggar Ma kahaunggu kembali tampil untuk ketiga kalinya dalam acara ulang tahun Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ke 50 pada (22/12/08) yang di selenggarakan di Kraton Yogyakarta. Setelah mereka tampil sebelumnya di pentas budaya UKDW dan acara deklarasi HIPMASTY beberapa minggu yang lalu.
 
«AwalSebelumnya123SelanjutnyaAkhir»

Halaman 1 dari 3