Anda berada di >
Kam
09
Februari 2012
|
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
MulaiSebelumnya1234SelanjutnyaAkhir |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Halaman 3 dari 4 | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Komentar Terakhir
Berita Terkini
air pasang
bolong
cerewet
di indonesia
diana debi timoria
faktor
formasi
kaddi
ketrampilan
koe
lomba olympiade sains
merah putih berpadu harmonis dengan indonesia raya
mitos
oleh
pelantikan pengurus ikasatya
permorma kerja
remaja masjid al maaruf
santai
sejarah waingapu.com
sma negari 1 waingapu
sumba island
swembak lokasi alternatif rekreasi keluarga
taman bacaan
terus�terus dan terus�.
ura




Sanggar Ma kahaunggu kembali tampil untuk ketiga kalinya dalam acara
ulang tahun Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ke 50 pada
(22/12/08) yang di selenggarakan di Kraton Yogyakarta. Setelah mereka
tampil sebelumnya di pentas budaya UKDW dan acara deklarasi HIPMASTY
beberapa minggu yang lalu.
Waingapu.Com - Upacara pemakaman Ir. Umbu Mehang Kunda diwarnai dengan
nuansa mistis. Dengan berlatarbelakang agama Marapu dalam budaya Sumba,
prosesi prosesi pemakaman tersebut adalah cara untuk menghantar roh
manusia ke sang pencipta.
Waingapu.Com - Untuk melesatarikan kerajinan rakyat Sumba Timur sudah banyak dilakukan. Hinggi dan Lau Pahikung adalah salah satu hasil kerajinan asli masyarakat Sumba Timur yang semakin banyak diminati. Usaha-usaha untuk melesatarikan warisan budaya ini adalah membuat tenunan Hinggi dan Lau Pahikung terpanjang di Indonesia. Panjang Hinggi 50 meter dan Lau Pahikung 25 meter tercatat dalam Museum Rekor Indonesia.
Waingapu.Com - Untuk memberikan gambaran profil orang Sumba di tahun yang lampau, kami menambahkan photo-photo yang diabadikan oleh seorang photografer (tidak diketahui namanya) di jaman itu. Kira-kira apakah wajah-wajah tersebut yang Anda lihat masih merupakan wajah-wajah pada jaman ini?
Waingapu.Com - Sumba Timur patut berbangga karena salah satu aset budaya warisan nenek moyang orang Sumba adalah Hinggi dan Lau. Hinggi (kain tenun ikat untuk pria) dan Lau (sarung songket untuk wanita) telah turun temurun dikembangankan, ditenun sehinggga menghasilkan gambar-gambar atau motif yang unik sebagai bentuk dari cerita tanan Marapu.