Bunga Bangkai Tumbuh di Areal Kuburan Tua, Pertanda Musim Hujan Tiba |
|
|
|
| Ditulis oleh ion |
| Jumat, 18 November 2011 04:57 |
|
Walau tak seperti bunga bangkai di tempat lain yang berukuran raksasa, bunga bangkai yang tumbuh di areal pekuburan umum Hambala, kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur ini memang ukurannya jauh lebih kecil, namun tumbuh dalam jumlah cukup banyak. Hampir dua pekan terakhir, tumbuhnya bunga bangkai di areal kuburan ini mengejutkan warga apalagi tumbuhnya di tempat yang tak lazim. Yakni hanya di sekitar kuburan tua yang dinaungi pohon beringin tua. Areal kuburan tua berusia ratusan tahun yang ditumbuhi Bunga Bangkai ini adalah kuburan yang dikenal sebagai makam leluhur orang arab di Pulau Sumba. “Sebenarnya sudah sejak dulu bunga ini tumbuh dan mejadi pertanda akan datangnya musim hujan. Haya kalau tumbuh umurnya tidak lama. Paling hanya tiga minggu saja,” jelas Muhammad Latif, warga sekitar yang ditemui di areal pekuburan. Meski ukurannya kecil, namun aroma anyir dan amis layaknya bangkai, sangat terasa menusuk hidung. Warga yang datang dan penasaran ingin mendekat harus menutup hidung karena baunya yang menyengat. Walau bunga bangkai acapkali tumbuh dan menjadi pertanda akan datangnya musim hujan belumlah banyak warga yang tahu. Namun cerita dari muluit ke mulut tentang bunga bangkai ini kini mulau tersebar. Warga berbagai usia dan ragam latar belakang pekerjaan datang untuk melihat dan melepas rasa penasarannya. Kendati berbau busuk, menurut warga sekitar, bunga bangkai ini mempunyai umbi yang bisa dimakan oleh beberapa warga. Umbinya bisa dikonsumsi jika bunga bangkai ini telah mati atau kering daunnya serta tidak lagi menebar aroma bangkai.(ion) |
Berita Terkini
18 May 2012
- 17 May 2012 Jembatan Darurat Payeti: Telah Dibangun dengan Model yang Lebih 'Akrab' dengan Kaum Perempuan
- 16 May 2012 Hujan Berkepanjangan: Cemaskan Warga Pengguna Jembatan Darurat Payeti
- 10 May 2012 MTQ NTT akan Diinkulturasi: Bentuk Dukungan, Usulan Tenun Sumba Jadi Warisan Dunia
- 09 May 2012 Sebrangi Sungai & Bukit Terjal: Siswa SD Bidipraing Akhirnya di Asramakan Selama Pelaksanaan UN
- 08 May 2012 Listrik Proyek PNPM hanya Pajangan: Anak Lai Hiding Belajar Pakai Pelita untuk Hadapi UN
- 03 May 2012 PLN Janji Bina & Tindak Pencatat Meter Nakal
- 27 April 2012 Tikus ‘Invasi’ Lahan Pertanian : Warga Kombapari Terancam Gagal Panen
- 26 April 2012 Warga Mengadu ke DPRD: Diduga Petugas Pencatat Meter PLN Kerja ‘Curi Tulang’
- 24 April 2012 Cara Siswa/i SMPN Nggoa Hadapi UN: Gunakan Lampu Pelita Saat Belajar, Jalan Kaki 7 KM ke Sekolah
- 16 April 2012 Diduga Karena Belum Terima Gaji, Staf Dispenduk Sumba Timur Mogok Berkantor
- 13 April 2012 Naskah Ujian Nasional di Sumba Timur Kurang
- 08 April 2012 18 Tahun Didera Hydrochepalus & Lumpuh: Walau Lirih, Zakarias Tetap Bersenandung
- 06 April 2012 Jemaat GKS Kambaniru Gelar Prosesi Jalan Salib
- 05 April 2012 Sekolah di Sumba Timur, 75% Dibawah Standart Mutu Nasional
- 04 April 2012 Apresiasi Perjuangan Anak Lai Hiding: Dinas PPO Sumba Timur Rencanakan Bangun Sekolah Paralel
- 03 April 2012 Belajar dari Agustinus: Sosok Sederhana di Balik Perjuangan Anak-Anak Lai Hiding
- 31 March 2012 ‘Uji Nyali’ Anak Dusun Lai Hiding: Ke Sekolah Bagaikan Terjun ke Arena Sabung Nyawa
- 29 March 2012 Bangunan Pasar Papuu dan Kiritana Mubazir: TPI & Pabrik Es Waingapu Bernasib Serupa
- 28 March 2012 Harga BBM Belum Resmi Naik: Harga Sejumlah Sembako Menang Satu Langkah!




Waingapu.Com - Bunga bangkai atau dikenal dengan Raflesia Arnoldi memang merupakan salah satu kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia. Bengkulu dan Kebun Raya Bogor, adalah habitat bunga bangkai ini sering ditemui. Bunga jenis ini memang lazimnya tumbuh di daerah lembab, namun bukan mustahil, bunga bangkai pun bisa tumbuh di daerah yang dikenal beriklim kering atau jarang turun hujan. Hal itu terbukti di Pulau Sumba, NTT, yang terkenal dengan alamnya yang tandus dan beriklim kering.