Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Sab 19 May 2012
Banner

Bunga Bangkai Tumbuh di Areal Kuburan Tua, Pertanda Musim Hujan Tiba

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh ion   
Jumat, 18 November 2011 04:57

Waingapu.Com - Bunga bangkai atau dikenal dengan Raflesia Arnoldi memang merupakan salah satu kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia. Bengkulu dan Kebun Raya Bogor, adalah habitat bunga  bangkai ini sering ditemui. Bunga jenis ini memang lazimnya tumbuh di daerah lembab, namun bukan mustahil, bunga bangkai pun bisa tumbuh di daerah yang dikenal beriklim kering atau jarang turun hujan. Hal itu terbukti di Pulau Sumba, NTT, yang terkenal dengan alamnya yang tandus dan beriklim kering.

Walau tak seperti bunga bangkai di tempat lain yang berukuran raksasa, bunga bangkai  yang tumbuh di areal pekuburan umum Hambala, kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur ini memang ukurannya jauh lebih kecil, namun tumbuh dalam jumlah cukup banyak.

Hampir dua pekan terakhir, tumbuhnya bunga bangkai di areal kuburan ini mengejutkan warga apalagi  tumbuhnya  di tempat yang tak lazim. Yakni hanya di sekitar kuburan tua yang dinaungi pohon beringin tua.

Areal kuburan tua berusia ratusan tahun yang ditumbuhi Bunga Bangkai ini adalah kuburan yang dikenal sebagai makam leluhur orang arab di Pulau Sumba. “Sebenarnya sudah sejak dulu bunga ini tumbuh  dan mejadi pertanda akan datangnya musim hujan. Haya kalau tumbuh umurnya tidak lama. Paling hanya tiga minggu saja,” jelas Muhammad Latif, warga sekitar yang ditemui di areal pekuburan.

Meski ukurannya kecil, namun aroma anyir dan amis layaknya bangkai, sangat terasa menusuk hidung. Warga yang datang dan penasaran ingin mendekat harus menutup hidung karena baunya yang menyengat.

Walau bunga bangkai acapkali tumbuh dan menjadi pertanda akan datangnya musim hujan belumlah banyak warga yang tahu. Namun cerita dari muluit ke mulut tentang bunga bangkai ini kini mulau tersebar. Warga berbagai usia dan ragam latar belakang pekerjaan datang untuk melihat dan melepas rasa penasarannya.

Kendati  berbau busuk, menurut warga sekitar, bunga bangkai ini mempunyai umbi yang bisa dimakan oleh beberapa warga. Umbinya bisa dikonsumsi jika  bunga bangkai ini telah mati atau kering daunnya serta tidak lagi menebar aroma bangkai.(ion)

 

Untuk mengirim komentar di situs ini, silahkan login dulu, atau gunakan layanan komentar dari facebook di atas :)

Berita Terkini

Drainase Wangga & Kambaniru: Telan Anggaran Lebih dari Rp. 3 Milyar
18 May 2012
article thumbnailWaingapu.com - Banjir yang sering melanda sejumlah wilayah di Kelurahan Wangga dan Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur ( Sumtim), NTT, setiap tahun, pada saat musim...
Banner