Home > Berita > Wisata > Bupati di Flores Dukung Penolakan Pemindahan Komodo ke Bali
Bupati di Flores Dukung Penolakan Pemindahan Komodo ke Bali Cetak Email
Kontributor: Cinta De Angel   
Rabu, 05 Agustus 2009 04:25

Laporan wartawan KOMPAS Samuel Oktora

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Gerakan Pelestarian Komodo Flores yang menolak pemindahan komodo dari Wae Wuul, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur ke Bali didukung oleh bupati dan wakil bupati di Flores, yakni Bupati Ende Don Bosco M Wangge, dan Wakil Bupati Flores Timur, Yoseph Lagadoni Herin.

"Saya amat mendukung gerakan ini. Pihak yang mengupayakan pemindahan komodo dari Flores ke Bali perlu dicuci otak dengan sabun sampai bersih. Alasan pemindahan jika di Bali ada fasilitas yang lengkap, kalau cuma soal fasilitas, ya tinggal dibangun di Flores atau habitat di mana populasi komodo berada. Sebab perlengkapan bisa dipindah, tapi komodo kalau dipindah ke luar habitatnya apa tidak mencari masalah?" ujar Don, Sabtu (25/7).

Menurut Don, pemindahan komodo ke Bali dalam aspek pariwisata juga sangat merugikan NTT secara keseluruhan.

"Bagi saya rencana pemindahan itu aneh. Habitat asli komodo di Flores malah dipindah ke tempat lain yang sama sekali berbeda habitatnya. Dan kaitannya dengan pariwisata, jika komodo dipindah ke Bali, maka dari tiga kawasan Bali, NTB dan NTT, kue pariwisata akan lebih banyak mengalir ke Bali dan NTB," kata Yoseph.

Wakil Bupati Manggarai Deno Kamelus berpendapat, jika memang SK menteri kehutanan dinilai menyimpang sebaiknya dilakukan gugatan hukum.

"Saran saya silakan pihak yang berkeberatan menggugat di peradilan tata usaha negara. Sebagai ahli hukum saya siap membantu," kata Deno.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemerintah pusat berupaya memindahkan 5 pasang komodo (Varanus komodoensis) dari Wae Wuul ke Taman Safari Bali di Gianyar.

Hal itu menuai reaksi keras dari banyak pihak, salah satunya lewat gerakan Pelestarian Komodo Flores yang menggalang tanda tangan dari masyaraka t se-Flores. Penandatanganan dilakukan Sabtu, di kantor Provinsi Societas Verbi Divini (SVD) Ruteng, Kabupaten Manggarai, Flores.

"Sampai pukul 14.30 sudah terkumpul 121 tanda tangan, dan ini akan terus bertambah, sebab kesempatan bagi masyarakat luas yang hendak turut dalam gerakan ini akan kami tunggu hingga minggu depan. Hasilnya nanti akan kami sampaikan ke Menteri Kehutanan MS Kaban," kata promotor gerakan Pelestarian Komodo Flores, Rofino Kant.

Dalam aksi itu mengusung beberapa poin penting yang menjadi tuntutan, pertama agar dicabut Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.384/Menhut-II/2009 tanggal 13 Mei 2009 tentang pemberian izin dalam upaya pemurnian genetik untuk menangkap 10 ekor komodo yang dilindungi undang-undang di wilayah kerja Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTT.

Berikutnya meminta BKSDA NTT tidak melaksanakan keputusan SK menteri kehutanan tersebut, dan guna pelestarian komodo mendesak pihak departemen kehutanan membangun fasilitas yang memadai di daerah terdapat komodo, khususnya di kawasan Pulau Flores.

"Kami juga meminta seluruh jajaran pemerintahan di NTT, dari gubernur, para bupati, walikota, dan DPRD menolak SK menteri kehutanan itu. Kami benar-benar prihatin dengan rencana pemindahan komodo ini, apalagi ke Taman Safari, itu kan kebun binatang dan sifatnya komersial. Yang patut dipertanyakan, apakah pemindahan komodo ke Bali itu gratis?" ujar Rofino dengan nada bertanya.

Sumber: Kompas.

 

Komentar  

 
0 # donny 2009-08-13 20:46
iya ya... aneh2 aja mereka, kayaknya bali gak puas dgn keberdaannya skrng, milik propinsi lain mau caplok juga... tuh namanya serakah man...
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # Guest 2009-08-14 02:54
iya, betul tuh. rakusss!!!!
yg mengeluarkan aturan jg gak mikir apa?
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # Guest 2009-08-23 11:28
bapak2 pejabat YTH....napa too masih aja berulah...??? memangnya tidak senang melihat NTT mendapat pemasukan kas daerah dari sektor pariwisatanya..??? kalo Komodo di pindahkan ke Bali, so para wisatawan gak akan ada yg mau berkunjung ke tempat kami lagi. pikirin juga nasib kami...
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # irma thomas 2009-11-24 22:47
pertama2 sudah kain sumba yg di produksi mesin dan di jual di bali sampe ke luar negri banyak teman disini saya tunjukan kain sumba yg asli, yg dijual di bali itu yg murah2 tdk asli, nah skarang mau pindahkan komodo? kliatan bodhnya org indo disini ini, seharusnya biarkan komodo itu di p. komodo buat apa di pindah hanya utk menagmbil keuntungan utk bali, apa indonesia butuh negara lain utk ikut berikan masukan dan melarang hal ini? aneh2 saja dan perbuatan atau pemikiran yg benar2 bodh...
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # assasins 2009-12-03 10:50
ia, betul itu bisa-bisa NTT tidak ada daya tarik sama sekali karena bali sudah sangat terkenal apalagi ditambah dengan komodo maka lebih lengkap karen orang pasti berpikir tidak perlu ke NTT di BAli kan ada komodo juga.
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # KAMARRU MURU 2009-12-03 12:08
HA..HA..HA..LUCU TUR WAGU. YANG NAMANYA KOMODO YA ADANYA DI P KOMODO NTT. MASA' KOMODO ADA DI BALI. TAPI MUNGKIN BETUL JUGA DIBALIK KOMODO ADA BALI. TUL 'KALI YA?
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # ace 2010-07-21 16:55
Pemindahan komodo dari NTT ke bali mau gratis atau dibayar semahal apapun sebagai orang NTT kita harusnya tidak setuju...kenapa harus ke Bali apa motivasi dibalik semua itu?...jangan gila dong...setahu Dunia yang namanya KOMODO itu hanya ada di NTT itu juga salah satu yang buat NTT unik di mata dunia...saya harap dengan adanya hal seperti ini pemerintah NTT juga semakin memikirkan bagaimana cara melestarikan KOMODO dengan lebih baik....jangan sampai jatuh ke tangan orang lain...
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 

Tambah komentar

Komentar harus disesuikan dengan isi atau tema artikel. Komentar yang tidak sesuai akan dihapus


Kode keamanan
Refresh