Home > Blog Member > Renungan > Cermin Pribadi Kekanakan
Cermin Pribadi Kekanakan Cetak Email
Kontributor: nelang   
Minggu, 09 November 2008 03:12
Masyarakat ramai membicarakan presiden terpilih Amerika Serikat. Di sudut-sudut pelosok dunia kata Obama menjadi ucapan yang keluar entah sudah berapa banyak. Kalau dihitung mungkin tidak akan terhitung ....lha wong emang gak pernah sengaja dihitung....

Sosok Obama wajar saja dibicarakan karena memiliki kualitas pemimpin yang bisa diharapkan oleh semua kalangan. Saya membayangkan kalau di negeri ini memiliki sosok yang bisa setara Obama paling tidak dari mental positif dapat membangun kepercayaan masyarakat untuk memilih dia.

Barusan tadi, saya liat acara di Metro TV tentang kader salah satu partai  di negeri ini membakar spanduk dan mempora-porandakan kantor sekretariatnya sendiri karena sejumlah kader tidak masuk dalam daftar calon anggota legislatif

Miris memang...

Dalam lamunan saya, membayangkan kalau mereka yang bertindak gegabah itu menjadi anggota legislatif yang notabene adalah pembawa suara rakyat, apa jadinya nanti.. ?!

Mental masyarakat kita maunya menjadi orang yang terpilih tapi perilaku dan sikap tidak menunjukkan sebagai pribadi yang patut untuk terpilih. Tindakan gegabah tersebut hanya akan menimbulkan ketidak senangan karena jelas adalah tindakan kekanak-kanakan.

Masih dalam lamunan saya.... Apa sih motivasinya yang diinginkan untuk duduk di kursi legislatif? Mau membawa suara rakyatkah atau ada motivasi lain sehingga begitu kecawa dan melakukan tindakan gegabah karena tidak menjadi pribadi yang terpilih?

Entalah....

 

Komentar  

 
0 # donny 2008-11-09 04:08
namanya juga orang mau dapat uang banyak, wajar aja kecewa kalau gak masuk caleg he..he....
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # Guest 2008-11-16 05:41
Begitulah sikap kebanyakan calon wakil rakyat kita, sulit menemukan yang rela berkorban untuk kesejahteraan rakyat. Belum lagi banyak berbuat, sudah meminta rakyat berkorban dengan memilihnya.
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # Guest 2008-11-22 18:56
Kejadian gituan mah wajar aja, namanya aja masih anak-anak ntar juga dewasa, biarin aja dulu ntar juga nyadar sendiri, ngapain dipikirin, tapi jangan lupa lho banyak juga ploitisi yang berjuang tuk rakyat....
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # Guest 2009-02-04 01:06
Untuk lebih yakin bahwa umumnya orang-orang disekitar kita sama seperti kita,pada dasarnya adalah orang-orang baik.berhentilah menarik kesimpulan yang tidak jelas,jangan menilai hanya dari luarnya saja,kita mempunyai tugas mempercayai mereka dengan mengenali mereka secara lebih dekat.Bersihkan pikiran dari beragam polusi yang bisa mengganggu diri kita sendiri juga hubungan kita dengan orang lain.Tularkan sikap positif kita ke siapapun yang ada di sekitar kita.\"Aku ingin bebas\"
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # posma mamora 2009-09-26 13:32
zaman yg terus berubah...sampai merubah mental para wakil rakyat....mereka tidak meneladani senior mereka yang terdahulu....rasa patriotisme yang luntur....rasa nasionalisme yang mulai pudar..hanya sedikit anggota legislatif yang berdedikasi....untuk rakyat....
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 

Tambah komentar

Komentar harus disesuikan dengan isi atau tema artikel. Komentar yang tidak sesuai akan dihapus


Kode keamanan
Refresh