Ciuman |
|
|
|
| Ditulis oleh nelang |
| Selasa, 01 April 2008 19:23 |
|
Saling mencium ini akan sangat terasa ketika ada acara pernikahan dan kematian, dimana tamu yang datang dalam acara tersebut secara tidak sadar "diwajibkan" untuk mencium tuan rumah. Suatu kebiasaan yang berulang dan begitu terus...sehingga melahirkan budaya ciuman. Kalau di telusuri awal budaya ciuman ini sebetul tidak berasal dari Orang Sumba, bahkan berasal dari luar Sumba. Penduduk asli Sumba sendiri tidak memiliki perilaku seperti itu. Penduduk asli Sumba menggunakan Pahapa (saling bertukar) untuk menyapa tamu maupun tuan rumah. Tapi budaya ini tidak terasa lagi karena mungkin tidak praktis, akhirnya yang muncul adalah budaya ciuman. Sampai sekarang ini belum diketahui siapa yang mempopulerkan budaya ciuman ini sehingga menjadi begitu dekat dengan budaya Sumba. |




Cium-mencium bukan hal aneh di masyarakat Sumba. Bahkan orang yang bukan asli Sumba, ikut-ikutan dengan budaya ini. Betapa tidak, disamping mengasyikkan, juga sebagai kesempatan untuk merasakan hidung mancung dari gadis cantik, misalnya.
Komentar
Budaya ciuman itu dibawa oleh suku Sabu.
Hal ini dapat dilihat dalam upacara adat suku sabu.
itu sudah menjadi tradisi yang menarik bagi saya :-)
Jadi kita yang merasa sebagai orang sumba di perantauan harus melestarikan budaya ini juga, agar anak-anak kita sebagai penerus dapat mengetahuinya, walaupun mungkin mereka tidak pulang ke Sumba.
Asal-muasal kebiasaan ciuman dan pelukan itu sebenarnya berasal dari manyarakat yang ada di Gugusan bintang Zeta Reticuli, mereka adalah alien ‘Grey’ atau Zeta Reticulans. Mereka sangat menikmati ciuman dan pelukan walaupun itu terhadap sesama jenis bahkan terhadap manusia, ‘kissey facey’. Setelah mereka sampai di Bumi dan telah melakukan cloning dengan manusia Bumi dan berbaur dengan manusia, adat-istiadat ciuman tersebut juga dibawa dan terus dilakukan di Bumi hingga sampai pada saat sekarang ini. Kebiasaan ciuman tersebut juga masih dilakukan di beberapa daerah di India dan Timur Tengah, begitu juga di Sumba dan Sabu.
Mereka orang Sumba dan Sabu yang selalu melakukan ciuman tidak semuanya menikmati ciuman tersebut, jadi hanya orang-orang tertentu saja yang menikmati ciuman tersebut, dan juga tidak semua orang Sumba dan orang Sabu melakukan adat-istiadat tersebut. Ada juga yang merasa rugi atau kehilangan isi batinnya setelah sesudah berciuman.
Arti dari ciuman yang dilakukan juga berbeda, ada yang merasa biasa saja, tetapi ada juga yang jahat, yang ternyata ‘MUNAFIK’ dan ingin menguasai jiwa dan raga dari orang yang diciumnya. Orang semacam ini harus terus diamati dan diawasi karena sudah berada dijalur yang berbeda dengan kehidupan manusia normal lainnya. Apabila orang ini terus mendekati atau menempel kepada orang yang telah diciumnya tersebut, maka orang yang diciumnya itu (korban) akan merasa terganggu pada kesehatannya. Biasanya terjadi gangguan pada pernapasan karena terjadi penyempitan pada paru-paru, menurut penelitian sementara. Bukan saja terhadap lawan jenis, tetapi juga terhadap sesama jenis. Jadi oknum atau orang tersebut biasanya sembarang melakukan hubungan sex atau sex yang tidak pada tempatnya, misalnya homosex atau lesbian yang seperti pernah terjadi di kota Sodom dan Gomora atau berzinah.
Perasaan mereka juga sudah berbeda dengan perasaan manusia normal lainnya, sehingga mereka selalu memiliki persepsi yang berbeda pula terhadap kehidupan dibandingkan dengan manusia normal lainnya.
Orang-orang tersebut juga sangat mempercayai hal-hal gaib serta kadang-kadang mereka bergantung kepada kehidupan yang gaib tersebut. Hal itu karena kehidupan mereka didukung oleh kekuatan technology dari alien ‘Grey’ atau Zeta Reticulans, dan kebanyakan mereka menganut kepada paham KOMUNISME, karena paham tersebut adalah yang paling cocok dengan gaya hidup mereka.
Sama juga seperti hal yang pernah dilakukan oleh Judas Iskariot. (Alkitab Perjanjian Baru, injil Matius 26 : 48-50, Markus 14 : 44-46, Lukas 22 : 47-48)
Jadi kalau memang dikatakan bahwa di Sumba dulunya tidak ada adat cium yang seperti begitu, berarti kebiasaan atau adat cium tersebut berasal dari tempat lain, mungkin saja dari pulau Sabu atau dari India yang dimana orang-orang tersebut yang menyebar luaskan kebiasaan tersebut.
Kalau belum percaya, silahkan lakukan penelitian yang lebih mendalam terhadap mereka dan juga mengenai kehidupan sex mereka.
Orang-orang yang ada di Sumba ada yang berasal dari Gugusan bintang Zeta Reticuli melalui penyebaran tadi, ada yang berasal dari Gugusan bintang Andromeda dan Gugusan bintang Pleiades dan ada juga yang berasal dari KERA melalui masa evolution. Kalau orang-orang Timur Tengah termasuk orang Arab itu kebanyakan berassal dari Gugusan bintang Altair Aquila. (Alkitab Perjanjian Baru, injil Markus 16 : 15)
Mengenai nama-nama yang aneh yang mungkin baru pernah didengar bisa dicari di www.google.com dan langsung ketik nama tersebut, misalnya; Zeta Reticulans, dan lain-lain.
RSS feed untuk komentar posting ini.