<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>Kain Sumba Hadapi Banyak Kendala</title>
		<description>Diskusi Kain Sumba Hadapi Banyak Kendala</description>
		<link>http://www.waingapu.com/kain-sumba-hadapi-banyak-kendala.html</link>
		<lastBuildDate>Thu, 09 Sep 2010 16:46:44 +0700</lastBuildDate>
		<generator>JComments</generator>
		<atom:link href="http://www.waingapu.com/component/option,com_jcomments/format,raw/limit,10/object_group,com_content/object_id,15/task,rss/" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<item>
			<title>yorish mengatakan:</title>
			<link>http://www.waingapu.com/kain-sumba-hadapi-banyak-kendala.html#comment-3465</link>
			<description><![CDATA[supaya kain sumba jgn hilang di telan zaman.,,,,,,,,,,,,,,, ,,, pejabat harus realistis!! pejabat(Bupati) harus berani mengeluarkan Perda yang mewajibkan para PNS untuk memakai pakaian adat setidak nya sekali dalam seminggu!! bila tidak,,,,,,,,ma ka kain sumba hanyalah kenangan yang apabila di ceritakan pada anak cucu kita dan mereka menganggap hanyalah sebuah dongeng belaka! mari lah kita mencontohi daerah lain(contohnya Bali). Di Bali,sejak kecil sudah di perkenalkan yang nama nya pakaian adat.sungguh jauh berbeda di sumba timur,bahkan peabat pun hanya memakai pakaian adat ketika "KAMPANYE"!!!]]></description>
			<dc:creator>yorish</dc:creator>
			<pubDate>Fri, 23 Jul 2010 16:47:00 +0700</pubDate>
			<guid>http://www.waingapu.com/kain-sumba-hadapi-banyak-kendala.html#comment-3465</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Hidup adalah perjuangan.</title>
			<link>http://www.waingapu.com/kain-sumba-hadapi-banyak-kendala.html#comment-1877</link>
			<description><![CDATA[Saya sangat mendukung kalau pemerintah turut serta dalam memelihara Adat yg ada di Sumba timur.Tenun Kain adalah ADAT yg lazim disebut Traditionil org sumba sejak dulukala.Saya lihat disumba timur tradisi ini hanya dijalankan oleh org2 tertentu saja,(Sudah mulai berkurang dlm melaksanakan tenun ikat)Pemerintah harus memberi ilmu baru buat masyarakat dikampung agar proses pembuatan kain sumba itu harus pakai warna yg asli(Natural)Ba nyak kita jumpai kain2 sumba sekarang ini yg proses pembuatannya dari Wantex(Chemical )baru sekali cuci warnanya lansung hilang,tadinya dikain ada motif org tunggang kuda berubah jadi tunggang babi.Nah ini yg harus diperhatikan khusus oleh pemerintah setempat agar nama kain sumba tetap harum selamanya sekaligus nama kabupatenpun turut terharum.Marilah kita org sumba timur yg pengrajin tenun kain ikat agar warna itu tetap pakai dr yg Natural.Termasuk saya sendiri juga dulu waktu masih di sumba timur sering membohongi org barat.Kalau ditanya this is original colour?saya bilang yes saja biar dia beli,ternyata kain wantex.Tapi harganya tidak mahal cuman rp.150.000(Salendang kecil)Dgn adanya Web ini semua org sudah bisa buka mata lebar2. Waingapu.Com being the best forever.]]></description>
			<dc:creator>Guest</dc:creator>
			<pubDate>Mon, 15 Dec 2008 16:07:51 +0700</pubDate>
			<guid>http://www.waingapu.com/kain-sumba-hadapi-banyak-kendala.html#comment-1877</guid>
		</item>
		<item>
			<title>rindu mengatakan:</title>
			<link>http://www.waingapu.com/kain-sumba-hadapi-banyak-kendala.html#comment-1842</link>
			<description><![CDATA[saya tidak bisa membuat kain sumba. tetapi dari saya tau klw proses pembuatan kain ini sangatlah lama dan rumit. menurunnya peminat yang ingin belajar dan membuat kain ini, sangat disayangkan sekali. teapi, ini sangat di mengerti karena jerih payah yang di keluarkan tidak sebanding dengan penghargaan yang mereka terima. miris sekali jika kain tangan pertama di beli seharga rp.250.000 sedangkan dijual ke konsumen lain dengan harga Rp. 25 juta. duh...kesel sekali saya dengernya!!! saya jatuh hati dengan kain sumba bukan karena calonku dari sumba. tapi kain ini punya memang berbeda dari kain yang lain. kain sumba memiliki filosofi yang sangat indah ...so dari pemerintah apakah ada solusi untuk masalah ini? walaupun kain, tetapi itu sangat mencerminkan budaya sumba...apa ada musium khusus sumba?... enaknya kalau ada designer mode yang memakai kain sumba sebagai bahan dasar dari mode mereka... jgn2 dah pernah ada designer yang melakukan itu? saya aja kali yang kuper heheheh :-))]]></description>
			<dc:creator>rindu</dc:creator>
			<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 03:34:11 +0700</pubDate>
			<guid>http://www.waingapu.com/kain-sumba-hadapi-banyak-kendala.html#comment-1842</guid>
		</item>
		<item>
			<title>ywindi mengatakan:</title>
			<link>http://www.waingapu.com/kain-sumba-hadapi-banyak-kendala.html#comment-1683</link>
			<description><![CDATA[Hebat kalau nkamu masih punya yang seperti itu. Bagusnya diphoto dan ditampilkan di galeri dan kalau bisa jangan dijual. Mudah2an kamu rela menyumbangkan di Museum Sumba (kalau ada)]]></description>
			<dc:creator>ywindi</dc:creator>
			<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 15:38:57 +0700</pubDate>
			<guid>http://www.waingapu.com/kain-sumba-hadapi-banyak-kendala.html#comment-1683</guid>
		</item>
		<item>
			<title>ywindi mengatakan:</title>
			<link>http://www.waingapu.com/kain-sumba-hadapi-banyak-kendala.html#comment-1682</link>
			<description><![CDATA[Saya termasuk bisa membuat kain Sumba sekalipun saya laki2. Di Prailiu dulu saya biasa membantu ibu saya untuk pamening sampe mengikat kain (hondu). Yang saya kecewakan adalah sistem pemasaran kaim sumba itu sendiri. Para pedagang kain sumba (dari berbagai suku: sumba, sabu, ende bahkan China) di Sumba sangat tidak sehat dalam berkompetisi. Saya ingat waktu liburan ke Prailau beberapa tahun yang lalu...para wisatawan di uber2 ke sana kemari..dipaksa2...dibujuk....dan pedagangnya pada rebutan semua. Akibatnya si calon pembeli memanfaatkan kesempatan itu menawar serendah2nya. Saya pikir Pemda sudah harus membuat centra jual beli kain Sumba (mudah2an sudah ada)dimana di situ di integrasikan demonstrasi pembuatan dan penjualan dan pertunjuukan budaya. Tapi kalau bisa yang bersifat permanent. Sekali waktu di tahun 90an waktu kakak saya masih berjualan kain sumba ke Bali dan Jakarta, diadakan pameran di Jakarta kalau tidak salah. Tapi lucunya yang pergi ke sana bukan pengrajin tetapi \"pejabat\" dari Dinas Pariwisata atau perindustrian. Yang lebih celaka lagi pejabat tersebut bukan orang sumba (emangnya dia tahu seluk beluk kain Sumba?) Ayo pemerintah bersama masyarakat dan para pemudah marilah kita tetap hidupkan dan lestarikan kain sumba. Salam hangat dari orang Sumba (Prailiu) di Melbourne]]></description>
			<dc:creator>ywindi</dc:creator>
			<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 15:37:00 +0700</pubDate>
			<guid>http://www.waingapu.com/kain-sumba-hadapi-banyak-kendala.html#comment-1682</guid>
		</item>
		<item>
			<title>kain</title>
			<link>http://www.waingapu.com/kain-sumba-hadapi-banyak-kendala.html#comment-1486</link>
			<description><![CDATA[saya punya kain asli yang sudah lama. kain ini mungkin buatan pertama dan sudah mulai rusak dan kelihatan sudah usang sekali. bagi peminat bisa dapat melihat atau menghubungi saya di alamat ini.]]></description>
			<dc:creator>Guest</dc:creator>
			<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 16:58:51 +0700</pubDate>
			<guid>http://www.waingapu.com/kain-sumba-hadapi-banyak-kendala.html#comment-1486</guid>
		</item>
	</channel>
</rss>
