<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>Budaya</title>
		<description>Diskusi Budaya</description>
		<link>http://www.waingapu.com/budaya.html</link>
		<lastBuildDate>Sat, 11 Feb 2012 08:49:22 +0845</lastBuildDate>
		<generator>JComments</generator>
		<atom:link href="http://www.waingapu.com/component/option,com_jcomments/format,raw/limit,10/object_group,com_content/object_id,376/task,rss/" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<item>
			<title>Menggit Matamba mengatakan:</title>
			<link>http://www.waingapu.com/budaya.html#comment-3829</link>
			<description><![CDATA[Ya mungkin benar, tetapi pada tanggal 10 November 1949 datang lagi tentara Inggris dalam jumlah yang banyak dalam bentuk agresi militer untuk menguasai wilayah di Indonesia, yang akhirnya menimbulkan banyak korban dari pihak Indonesia yang dikenal dengan Hari Pahlawan 10 November. Dan kebanyakan dari tentara yang menyerang tersebut adalah tentara Inggris asal India, yang pertempurannya terus berlanjut dan tidak berakhir.]]></description>
			<dc:creator>Menggit Matamba</dc:creator>
			<pubDate>Thu, 19 May 2011 21:38:27 +0845</pubDate>
			<guid>http://www.waingapu.com/budaya.html#comment-3829</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Tau Katoba mengatakan:</title>
			<link>http://www.waingapu.com/budaya.html#comment-3828</link>
			<description><![CDATA[Kota Yogyakarta memang buatan Belanda dan pernah dijadikan ibukota dari pemerintah Hindia Belanda, yang pernah diserang atau dilakukan serangan umum oleh Let. Kol Soeharto dan Tentara Nasional Indonesia pada tanggal 1 Maret 1949, dengan serangan fajar terhadap Benteng Vreder Berg dan akhirnya dapat menguasai kota Yogyakarta, tetapi hanya selama delapan (8) jam saja, mulai dari jam 06.00 pagi. Setelah itu, yaitu sekitar jam 02.00 siang, pasukan tentara Belanda sudah datang mengepung kota Yogyakarta dari segala penjuru yang berasal dari kota-kota lainnya di Jawa. Yang dari Jawa Barat, Jakarta, Bandung dan lain sebagainya sudah sampai di Wates. Yang dari Semarang dan kota di Jawa Tengah lainnya itu sudah sampai di Magelang dan Ambarawa. Yang dari Jawa Timur itu sudah sampai di Prambanan dan Klaten. Untung saja pada saat itu ada Tentara Inggris dan Tentara Sekutu yang menolong untuk meleraikan pertempuran itu, kalau tidak mungkin Let. Kol. Soeharto sudah kena ‘TEMPELENG’ dari tentara Belanda.]]></description>
			<dc:creator>Tau Katoba</dc:creator>
			<pubDate>Thu, 19 May 2011 09:00:02 +0845</pubDate>
			<guid>http://www.waingapu.com/budaya.html#comment-3828</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Menggit Matamba mengatakan:</title>
			<link>http://www.waingapu.com/budaya.html#comment-3776</link>
			<description><![CDATA[Seni dan budaya yang indah pastilah juga mahal harganya, begitu juga pada masa penciptaan atau pembuatan dan pengembangan dari seni budaya tersebut, yang pasti memiliki background atau latar belakang yang sangat kuat bahkan dari lingkungan istana kerajaan dan rakyat dari kerajaan tersebut. Story : Candi Borobudur yang dibuat dengan berbagai macam bentuk ukiran dari batu dan dibuat pada masa kejayaan Kerajaan di Jawa, memiliki cerita yang unik dibalik semua itu yang hampir mirip dengan cerita menara Babel. Pada masa kejayaan atau keemasan dari kerajaan di Jawa tersebut, mereka ingin membuat atau membangun Candi yang besar yang penuh dengan ukiran dari batu. Tentu biaya produksinya juga sangat mahal, sehingga seluruh kekuatan ekonomi pada saat itu seluruhnya difokuskan atau diarahkan untuk membangun candi tersebut. Dan ketika pembangunannya sudah mecapai sekitar 80% selesai, kerajaan di Jawa tersebut ‘BANGKRUT’, yang disebabkan oleh karena terkurasnya seluruh dana terhadap pembangunan candi tersebut. Maka terjadilah kekacauan dalam masyarakat atau ‘CHAOS’ sampai kerajaan tersebut hancur dan akhirnya Rajanya melarikan diri kearah sebelah timur dari pulau Jawa yang mungkin ke pulau Lombok. Kemudian, Kota Jogyakarta adalah kota yang dibangun oleh pemerintah Indiche Nederland (Hindia Belanda) yang umurnya sekarang munkin sudah mencapai ± 400 tahun atau sekitar 4 abad dan pernah dijadikan ibukota dari wilayah di Indonesia dan sekitarnya selama sekitar 3,5 abad. Jadi pantas kalau beragam ilmu pengetahuan, technology, seni dan budaya lebih berkembang di kota tersebut, sehingga juga banyak melahirkan orang-orang hebat yang pernah belajar di kota tersebut. Bukan saja para seniman, tetapi juga para petinggi-petinggi Negara banyak yang berasal atau pernah belajar dari kota tersebut. Semuanya itu tidak terlepas dari lingkungan dan masyarakatnya yang memberikan dukungan yang sebesar-besarnya bagi kaum pelajar/mahasiswa dan umum untuk belajar dan melakukan penelitian dan pengembangan bagi segala macam bidang ilmu pengetahuan dan technology termasuk seni dan budaya. Seni dan budaya itu adalah ciptaan manusia. Ada yang dipertahankan dan dikembangkan tetapi ada juga yang musnah atau hilang. Sama juga seperti nyanyian lagu yang kalau indah didengar maka akan bertahan sepanjang masa. Jadi sekarang, mungkin ada baiknya juga kalau kita membuat suatu budaya baru yang bisa menguntungkan bagi sesama, misalnya ‘TRADING’ yang dimaksudkan dengan sharing atau berbagi ilmu pengetahuan seperti technology dan philosophic melalui website internet ini.]]></description>
			<dc:creator>Menggit Matamba</dc:creator>
			<pubDate>Sat, 23 Apr 2011 11:44:58 +0845</pubDate>
			<guid>http://www.waingapu.com/budaya.html#comment-3776</guid>
		</item>
	</channel>
</rss>

