<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
	<channel>
		<title>Dana Aspirasi DPR, Pork Barrel versi Indonesia</title>
		<description>Diskusi Dana Aspirasi DPR, Pork Barrel versi Indonesia</description>
		<link>http://www.waingapu.com/dana-aspirasi-dpr-pork-barrel-versi-indonesia.html</link>
		<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 21:51:19 +0845</lastBuildDate>
		<generator>JComments</generator>
		<atom:link href="http://www.waingapu.com/component/option,com_jcomments/format,raw/limit,10/object_group,com_content/object_id,696/task,rss/" rel="self" type="application/rss+xml" />
		<item>
			<title>Menggit Matamba mengatakan:</title>
			<link>http://www.waingapu.com/dana-aspirasi-dpr-pork-barrel-versi-indonesia.html#comment-3771</link>
			<description><![CDATA[Kita tahu mengenai sejarah perjalanan pembangunan di Indonesia. Berbagai macam sistem, cara dan paham politik telah dipakai dalam hal pelaksanaan pembangunan. Dari berbagai macam tersebut ada yang tidak dipakai dan ada juga yang dilarang untuk berkembang di Indonesia, yaitu paham KOMUNIS. Selanjutnya, program pembangunan yang dicanangkan oleh Orde Baru yang pada awalnya berbasis dari sector agrarian memang sudah sangat bagus karena langsung menyentuh tingkat kebutuhan dasar hidup rakyat. Program Ketahanan Pangan atau Kestabilan Pangan yang selanjutnya disusun kedalam REPELITA atau Rencana Pembangunan untuk setiap Lima Tahun sehingga fungsi dari Theory Management dapat diterapkan melalui Perencanaan (Planning), Pengorganisasia n (Organizing), Pelaksanaan (Actuating) dan Pengendalian, Pengawasan dan (Controlling) untuk setiap lima tahun tersebut. Ada atau banyak daerah Propinsi yang melaksanakan dan meresapi betul program yang dicanangkan oleh Orde Baru, tetapi ada juga daerah yang tidak peduli atau tidak mau mengikuti program-program pembangunan yang ada tersebut, akibatanya, Daerah-daerah yang melaksanakan program pembangunannya lebih maju dan rakyatnya lebih sejahtera dibandingkan dengan daerah-daerah yang tidak mau mengikuti program tersebut. Kita tidak bisa pungkiri bahwa ternyata NTT adalah daerah Propinsi yang ‘terkorupsi’ di Indonesia, yang sebenarnya hal ini sudah terjadi semenjak rezim Orde Baru, hanya baru diketahui dari hasil investigasi oleh Badan Transparansi Keuangan Nasional. Dan memang benar, karena selama Orde Baru hanya ada beberapa instansi departemen saja yang berhasil, mulai dari produksi sampai pada tingkat pemasaran, sedangkan departemen lainnya terjerat atau terjebak dalam system yang Korupsi. Setelah memasuki era Reformasi, berbagai macam program pembangunan dirancang yang semuanya adalah bertujuan untuk dapat memajukan kesejahteraan umum dan mencerdasakan kehidupan bangsa. Namun setelah 13 tahun berlalu dengan berbagai macam program dan beragam paham politik tersebut, ada daerah yang berhasil, tetapi ada juga yang tidak berhasil. Sekarang ini, dengan melihat pada Program yang baru dari Dana Aspirasi DPR, ada baiknya juga untuk dilakukan ‘uji coba’, yang sebagai alternative program pendapingngan pelaksanaan pembangunan. Karena mungkin dengan demikian kegiatan pembangunan bisa dirasakan dan langsung menyentuh pada tingkat kebutuhan dasar bagi rakyat. DPR yang paling tahu tentang rakyatnya dan apa yang paling dibutuhkan oleh rakyatnya, DPR juga yang tahu persis tentang kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity) dan ancaman (threat) untuk tiap-tiap daerah pemilihannya. Jadi biarlah mereka sendiri yang mengelola dana untuk daerahnya masing-masing. Anggota DPR yang ada sekarang ini adalah hasil dari seleksi secara alamiah atau seleksi alam di Indonesia karena dipilih langsung oleh rakyatnya dan kita harus AKUI itu. Kalau harus mengikuti system birokrasi yang ada dan yang sudah pernah ada, mungkin anda sendiri juga sudah tahu bagaimana sistemnya yang sudah dijaga ketat oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan para mavia korupsi. Saling sikut, fitnah dan kejahatan lainnya yang tidak kelihatan agar bisa memperoleh jabatan-jabatan tersebut. Turun saja ke jalan dan langsung lihat mobil-mobil yang ada di jalan dan gedung-gedung yang ada di kota-kota. Apakah itu milik masyarakat atau rakyat asli Indonesia ?]]></description>
			<dc:creator>Menggit Matamba</dc:creator>
			<pubDate>Wed, 20 Apr 2011 20:04:21 +0845</pubDate>
			<guid>http://www.waingapu.com/dana-aspirasi-dpr-pork-barrel-versi-indonesia.html#comment-3771</guid>
		</item>
		<item>
			<title>Asnafri mengatakan:</title>
			<link>http://www.waingapu.com/dana-aspirasi-dpr-pork-barrel-versi-indonesia.html#comment-3490</link>
			<description><![CDATA[saya akui kesimpulan anda. saya setuju dengan kesimupulan itu. Kalau boleh saya tambahkan, bisa saja DAD itu diselewengkan untuk kepentingan lain. kenapa saya bilang begitu, transparansi penggunaan dana di Indonesia, belum atau samasekali tidak dapat dipercaya. apalagi jika praktik penyelewengan ini, menggunanakan sistem berantai yang sangat sulit dilacak.]]></description>
			<dc:creator>Asnafri</dc:creator>
			<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 17:03:47 +0845</pubDate>
			<guid>http://www.waingapu.com/dana-aspirasi-dpr-pork-barrel-versi-indonesia.html#comment-3490</guid>
		</item>
	</channel>
</rss>

