Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Sab 19 May 2012
Banner

Debat Kandidat Paket Bupati/Wakil Bupati Sumba Timur 2010-2015

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Admin   
Senin, 24 May 2010 16:18

Waingapu.Com - Setelah menjalani masa kampaye terbuka sejak 17 Mei lalu, hari ini, Senin 24 Mei 2010 dilaksanakan debat secara terbuka dari lima paket calon bupati/wakil bupati yang berlangsung di Gedung Nasional, Waingapu. Acara ini diprakarsai oleh KPU Sumba Timur.

Para undangan terbatas yang memenuhi Gedung Nasional lebih didominasi dari kalangan birokrasi. Elemen masyarakat yang turut hadir hanya memadati halaman Gedung Nasional dan walau dengan suhu udara yang cukup panas tidak mengurutkan niat mereka untuk menyimak setiap paparan yang disampaikan oleh kelima calon bupati/wakil buapti Sumba Timur.

Para kandindat disodari pertanyaan yang sama yang menyentuh permasalahan yang dihadapi masyarakat Sumba Timur, pertama yaitu tentang Tata Kelola Pemerintahan Reformasi Birokrasi, kedua tentang Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, dan terakhir pertanyaan tentang Sosial Budaya masyarakat Sumba Timur.

Yang paling menarik adalah ketika kandidat menjawab pertayaan tentang Tata Kelola Pemerintahan yang baik dan menyampaikan bagaimana dan target untuk pemecahan masalah tersebut.

Paket GBY - MK (Gidion Mbilijora - Matius Kitu) melihat permasalahan ini harus berpijak pada aturan kementerian dalam negeri dan harus dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku. Srateginya adalah penegakan hukum dan hak asasi serta bebas KKN, dan untuk mencapainya dengan menempatkan aparatur negara pada porsi yang sesuai dengan bidang keahlian yang dimilikinya, dan terakhir mencari peluang langkah-langkah untuk mencapai kemakmuran Sumba Timur.

Tanggung jawab pemimpin lebih menjadi tekanan dari paket LURI (Lukas Kaborang - Rambu Lika). Masyarakat harus diajak untuk bekerja keras sehingga mereka tidak kelaparan. Kemudian penempatan pegawai harus tepat sasaran karena adanya pegawai yang bekerja tidak tepat dengan bidang keahlian yang dimilikinya. Dan terakhir tentang persamaan gender karena dirasa sudah saatnya perempuan memimpin Sumba Timur, demikian inti paparan dari paket LURI.

Sementara itu, paket MAJU (Emanuel Babu Eha - Umbu Hapu Benju) memandang otonomi daerah akan sia-sia dengan membuat program-progam pemerintah untuk menghabiskan dana. Dengan adanya otonomi daerah maka pemerintah seharus kreatif dan berinovasi untuk kesejahteraan masyarakat. Demikian juga dengan aparatur negara yang harus mengubah pola pikir dan cara pandangnya. Masyarakat harus dilatih untuk mengelola apa yang mereka miliki sehingga meningkatkan kesejahteraannya.

PINANG menekankan permasalahan otonomi daerah untuk memperhatikan bagaimana mengkaderisasi masyarakat untuk kemajuan Sumba Timur. Strateginya memberikan pendidikan yang baik kepada aparatur negara. Target yang akan dicapai kedepan adalah penegakan hukum dan supremasi hukum, mencegah para koruptor sebelum melakukan tindakan korupsi akan lebih baik dari pada memberantasnya.

Dengan adanya otonomi daerah maka pemerintah memanfaatkannya, bukannya lagi untuk kepentingan rakyat, sebetulnya otonomi daerah hanya bisa berjalan jika ketiga wilayah domain yaitu pemerintah, rakyat, dan dunia usaha berjalan seiring maka secara keseluruhan masyarakat Sumba Timur sejahtera. Pemerintah tidak mampu menterjemahkan kepentingan masyarakat sesungguhnya dengan kepentingan politik. Target yang mau dicapai untuk kemajuan Sumba Timur adalah membuat Master Plan untuk pembangunan Sumba Timur sehingga membawa masyarakat Sumba Timur sejahtera, demikian yang disampaikan paket MARAING (Umbu Manggana - Kris Praing).

 

Komentar  

 
0 #4 glenn 2010-05-29 00:22
tentang komentar linda r memang itu harapan semua orang tapi tilik lagi esensinya bahwa tidak semua hal dapat dipaparkan dengan angka kalaupun mungkin cuma dipaksakan saja. tanpa bermaksud melecehkan siapapu tp yg jelas bahwa debat kandidat harus dipahami dari perspektif kebijakan bukan operasional. semua kandidat sangat siap dan mampu untuk menahkodai sumba timur tp yang dipercayai rakyat saat ini masih gby-mk
 
 
0 #3 hanis 2010-05-28 23:41
Kalau di lihat dr sifatnya, program itu sangat abstrak bg masyarakat luas krna pd dasarnya masyarakat tdk mengatahui dgn jelas apa maksud dr program itu...karna hnya menginginkan sebuah kata “freedom from poverty”dari program2 tu sngat menjemukan hati masyarakat karna hari demi hari,tahun demi thun kondisi dr program tdk da satupun yg dpat berubah...!Yg d butuhkan masyarakat skrg ini adalah bagaimana caranya pemerintah memulihkn akan kondisi ekonomi yg amat buruk, karna pd thun ini di NTT khususnya d sumba timur tlah mengalami masa yg “mengeriputkan harta” hal ini terjadi karna tuntutan iklim yg menyimpang Pada kodratnya. dgn melihat hal ini pemerintah hrus membuka mata lebar2 dan lebih memfokuskan diri untuk mncari/menemukan cr yg hrus d pkai sbgai hal yg di yakini akan merubah sesuatu mnjadi lebih baik dr sblumnya(make something from nothing)shg kmakmuran/kesejahtraan masyarakat dapat terjamin.
Salamat buat para kandidat smga dapat berhasil
 
 
0 #2 LindaR 2010-05-27 09:38
sayangnya tidak ada salah satu paket yang langsung menetukan berapa persen target yang bakal mereka raih apabila berhasil memimpin Sumba Timur..kalau bcara kenaikan sangat abstrak baget...!!!
 
 
+1 #1 Cassanova 2010-05-27 09:12
Maraing...
Luri...
Pinang...
Maju...
GBY-MK.....................
GOD BLESS YOU akan MAJU KUAT
 

Untuk mengirim komentar di situs ini, silahkan login dulu, atau gunakan layanan komentar dari facebook di atas :)

Berita Terkini

Drainase Wangga & Kambaniru: Telan Anggaran Lebih dari Rp. 3 Milyar
18 May 2012
article thumbnailWaingapu.com - Banjir yang sering melanda sejumlah wilayah di Kelurahan Wangga dan Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur ( Sumtim), NTT, setiap tahun, pada saat musim...
Banner