Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Sab 19 May 2012
Banner

Diadukan ke DPRD Sumba Timur: Dibantu Isteri, Lurah Dituding Perkosa & Hamili Anak SMA

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh ion   
Kamis, 08 Desember 2011 11:07

Waingapu.Com - Merasa proses hukum terlampau bertele-tele, hingga kehamilan menginjak usia enam bulan, seorang perempuan muda, sebut saja Bunga (17) bersama Agustina (38) ibunya mengadukan MHM, oknum Lurah Watumbaka, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur ke DPRD setempat .Keduanya merasa, proses hukum tidak berpihak pada mereka sebagai orang kecil. Pasalnya MHM yang ditetapkan penyidik Polres setempat sebagai tersangka pemerkosaan, belum juga di meja hijaukan.

Di depan sejumlah wakil rakyat, tepatnya di ruang komisi C, sang ibu menyatakan kekesalannya terkait belum adanya kepastian hukum pada tersangka. Menurut ibu dan anaknya, berkas kasus  sudah tiga kali dikembalikan jaksa ke penyidik polres, karena dinilai belum lengkap atau belum P21. “Jaksa sudah tiga kali kembalikan berkas. Mereka bilang belum lengkap. Padahal semua saksi dan bukti telah lengkap. Jaksa bilang harus lakukan tes DNA baru bisa ke pengadilan,” gerutu kesal Agustina.

Para anggota DPRD dalam ruang rapat komisi yang dipimpin oleh Ali Oemar Fadaq, kala menerima pengaduan ini berjanji, akan memberikan dukungan bagi korban dan ibunya memperoleh keadilan. Juga akan mendesak pemerintah memberikan sanksi tegas pada oknum lurah karena juga berstatus PNS.

Dituturkan sang ibu dan putrinya, peristiwa nahas itu terjadi saat korban masih duduk di kelas satu SMA. Selama sekolah korban mengakui dibiayai oleh oknum lurah. Apalagi lurah tersebut masih tergolong pamannya sendiri.”Tidak hanya satu dia paksa  saya layani dia. dengan ancaman. Hingga saya hamil. Saat dia buat itu, isterinya tahu bahkan bersama Lurah membuka pakaian saya,” jelas getir Bunga.

“Yang membuat saya kesal dan sedih, isterinya yang sebenarnya masih sepupu saya, justru ikut bersama suaminya memaksa anak saya melayani nafsu suaminya. Bahkan isterinya dan si Lurah bilang, lebih enak jika bermain bertiga dalam satu kamar,” urai Agustina.

Lebih jauh dikisahkan Agustina,jika anaknya tidak menurti perkataaan lurah dan isterinya, anaknya akan diusir dari rumahnya dan harus mengganti seluruh biaya yang telah dikeluarkan untuk biaya sekolah korban.

Adapun, pihak kejaksaan membantah telah memperlambat penangananan kasus ini. Heril Iswadi, Kasie. PidanaUmum Kejaksaan Negeri Waingapu, kala ditemui wartawan  diruang kerjanya (07/12) menjelaskan, pihak kejaksaan masih terus mendalami  kasus itu hingga kini. Dan diperlukan bukti-bukti yang lebih kuat. Seperti tes psikiater pada tersangka apakah ada kelainan seks. “Ada perilaku seks yang tidak lazim dari pelaku dan isterinya, itu perlu diperkuat dengan pemeriksaan psikiater, apakah Pak Lurah sebagai tersangka dan isterinya ada kelainan seks?” tandas Heril.

Terkait test DNA, menurut Heril, adalah sangat perlu untuk menguatkan visum dokter. Apalagi dari hasil pemeriksaan ditemukan pengakuan dari korban dan saksi, bahwa korban sebelum disetubuhi oknum lurah,  juga pernah berhubungan badan dengan pacarnya beberapa hari sebelumnya, sehingga korban tidak perawan lagi.

Hari yang sama ditempat terpisah, MHM, oknum lurah yang masih menjadi tahanan Polres Sumtim, dan  dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan setempat, ketika ditemui, membantah seluruh tudingan yang di alamatkan padanya. “Itu semua tudingan tidak berdasar dan mengada-da, dia tidak tinggal di rumah saya Mana mungkin saya perkosa dia. Namun kalau memang saya harus diproses hukum saya siap jalani,” tegasnya.

Adapun tersangka dijerat hukum sesuai Undang-Undang perlindungan anak, dengan  ancaman hukuman 12 tahun penjara. (ion)

 

Untuk mengirim komentar di situs ini, silahkan login dulu, atau gunakan layanan komentar dari facebook di atas :)

Berita Terkini

Drainase Wangga & Kambaniru: Telan Anggaran Lebih dari Rp. 3 Milyar
18 May 2012
article thumbnailWaingapu.com - Banjir yang sering melanda sejumlah wilayah di Kelurahan Wangga dan Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur ( Sumtim), NTT, setiap tahun, pada saat musim...
Banner