Home > Berita > Umum > Empat Rumah di Kambaniru Terendam Air Irigasi
Empat Rumah di Kambaniru Terendam Air Irigasi Cetak Email
Kontributor: Mas Umbu   
Minggu, 23 Agustus 2009 09:31

Empat buah rumah di Jl. U.Taranggaha, Kelurahan Kambaniru pada hari Minggu pagi terendam air dari saluran irigasi. Hal ini terjadi diperkirakan karena saluran irigasi tidak berfungsi secara maksimal. Ketinggian saluran yag tidak merata remasuk tumpukan sampah mengakibatkan air tersumbat dan berbalik arah menggenangi pemukiman masyarakat sekitar. Kejadian ini bukanlah yang pertama, sudah sering terjadi dan sudah diinformasikan kepada pihak-pihak terkait, namun belum ada respon yang positif.

Kejadian pada hari Minggu pagi ini yang paling parah dimana berawal dari saluran irigasi di jalan Tompela sebelah barat pada bagian menuju saluran pembuangan terjadi sumbatan karena tumpukan sampah sehingga air meluap sampai kejalan raya dan halaman rumah warga. Luapan air tersebut menuju kelahan diseberang jalan yang memiliki ketinggian dibawah saluran irigasi, maka tidak dapat dihindarkan lagi air menggenangi rumah di seberang jalan yang mana ketinggian air sampai mencapai bibir pintu masuk rumah warga.

Walau sudah ada saluran irigasi permanen pada kenyataan masih ada beberapa bagian sawah garapan yang belum bisa menikmati pembagian air secara merata sehingga ada sebagian petani yang rugi karena bibit yang ditanam tidak dapat tumbuh secara maksimal, disisi lain kelebihan air sampai meluap ke pemukiman penduduk sekitar.

Apabila hal ini tidak segera diatasi dapat dipastikan kerugian dipihak masyarakat akan bertambah, bukan hanya lahan garapan yang tidak menghasilkan, bangunan rumah tinggalpun akan menjadi sasaran kerusakan berikut karena tingkat kelembaban dan kandungan air tanah sudah merembes sampai ke pondasi dan diding rumah.

Tanpa maksud untuk mencari kesalahan siapa, kiranya informasi ini dapat menggugah kita semua, baik para pengguna air irigasi dapat mengatur dan membagi penggunaan air sesuai dengan kebtuhan dan disepakati bersama, juga bagi masyarakat bukan pengguna air irigasi namun salran melintasi arealnya ikut bersama - sama menjaga agar saluran air dapat mengalir dengan lancar, dan khususnya bagi pihak-pihak terkait yang berwenang dapat memberikan perhatian khusus agar proyek yang dibangun dapat memberi manfaat bagi masyarakat secara maksimal bukan sebaliknya.

 

Komentar  

 
+1 # oskarshaja 2009-08-24 01:49
dibutuhkan kesadaran untuk bertanggung jawab..., tau sendirilah pak, kita di waingapu ini hanya bisa membuat, tapi tidak bertanggung jawab untuk memelihara dan merawat...:)
btw, rumah siapa yg di photo itu pak? kayaknya saya kenal.. :D
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # Guest 2009-08-25 07:49
Lho...ya tentunya rumah warga biasa toh pak..., he...he...he..
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # Guest 2009-08-24 08:46
Operasi dan pemeliharaan (OP) jaringan irigasi merupakan tanggungjawab pemerintah dan juga petani terutama petani pengguna air irigasi, namun yg dipahami petani bahwa OP itu adalah tanggungjawab pemerintah semata, hal ini krn kurangnya pemerintah melibatkan masyarakat dlm merencanakan dan mengimplementas ikan OP,dan juga pemerintah jarang memberikan pencerahan kpd masyarakat tentang apa tanggungjawab masyarakat terhadap OP jaringan irigasi. Dilain pihak OP itu sendiri merupakan proyek yang harus diadakan setiap tahun oleh pemerintah. Jadi kalo ada jaringan yang tersumbat atau rusak apalagi kalo terjadi setiap tahun maka proyek tersebut akan turun setiap tahun dan akan menjadi pundi2 bagi pelaksana proyek
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 
 
0 # Ariance fallo 2009-10-26 20:15
perlu diperhatikan lagi dan jangan buang sampah disembarang tempat....perlu ada kesadaran dari kita semua,kalau bukan sekarang kapan lagi,kalau bukan kita siapa lagi???
Balas | Balas dengan kutipan | Kutip
 

Tambah komentar

Komentar harus disesuikan dengan isi atau tema artikel. Komentar yang tidak sesuai akan dihapus


Kode keamanan
Refresh