| Facebook: Guru-Guru di Sumba |
|
|
| Kontributor: Bonefasius Sambo |
| Selasa, 05 Januari 2010 09:09 |
|
Diakui, bahwa kehadiran media ini memberikan dampak besar pada aspek kehidupan masyarakat dunia. Ada sisi baiknya adapula sisi buruknya. Setidaknya kita patut memberikan respek dan apresiasi kepada penemunya. Mengapa? Ada satu hal yang paling nampak adalah kita bisa membangun relasi persahabatan yang luas dengan orang-orang dari belahan dunia lain, artinya kita memperoleh berbagai hal mengenai mereka. Di sisi lain, kita pasti kuatir, hal ini terjadi apabila kita tidak mampu menggunakannya secara arif. Bisa jadi kita telah menjadi "pecandu" atau "maniak facebook". Implikasinya, tentu produktifitas kerja, belajar, ibadah cenderung menurun. Melihat gejala tersebut di atas, kami mencoba memanfaatkan potensi media jejaring sosoal ini (facebook) bagi dunia pendidikan. Bahwasannya masa kini dunia pendidikan tidak lepas dari dunia teknologi informasi. Berkaitan dengan itu pula, terbentuklah group Guru-guru di Sumba. Group ini sebenarnya ditujukan kepada guru-guru yang ada di wilayah Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, dan Sumba Tengah. Akan tetapi karena media ini bisa diakses oleh siapapun, maka sifatnya menjadi open acces (untuk guru-guru). Tujuan group ini cukup sederhana, yaitu memberikan informasi tentang kondisi pendidikan di wilayahnya, teknologi pendidikan, kurikulum, dan hal-hal lain yang masih relevan dengan pendidikan itu sendiri. Media ini diharapkan mampu memberikan kontribusi melalui ajang diskusi yang lebih menarik, bermanfaat dan tentunya bermakna guna mendongkrak kualitas pendidikan kita. Oleh karena itu kami mengundang para guru di mana saja Anda berada bergabunglah di group Guru-Guru di Sumba. Di sinilah kita melahirkan ide, kita belajar, kita mencari dan menemukan solusi, kita melakukan analisis masalah potensial. Sesungguhnya pendidikan bukanlah inisiatif reaksionis dan mekanistis, melainkan dunia pendidikan saat ini membutuhkan pemikiran-pemikiran yang visioner dan tindakan-tindakan yang progresif. Untuk itu saat ini tidak pantas lagi kita bertanya-tanya, tapi saat ini saya, anda, dan kita semua harus berkarya dengan tulus dan penuh tanggung jawab. Memang, kita hanyalah kunang-kunang yang cahayanya tak mampu menerangi pekatnya malam, tapi kerlap-kerlip cahayanya mampu menghiasi malam yang pekat itu menjadi indah.** |



Facebook menjadi fenomena menarik akhir-akhir ini. Produk jejaringan sosial asal Amerika Serikat ini telah mewabah ke penjuru dunia. Tak terkecuali mulai dari anak-anak hingga orang dewasa terkena wabah ini.
Komentar
GBU
"Di sinilah kita MELAHIRKAN IDE, kita BELAJAR, kita MENCARI dan MENEMUKAN SOLUSI, kita MELAKUKAN ANALISIS MASALAH potensial. Sesungguhnya kita membutuhkan pemikiran-pemikiran yang visioner dan tindakan-tindakan yang progresif. Untuk itu saat ini kita semua harus BERKARYA DENGAN TULUS dan PENUH TANGGUNG.
Tuhan memberkati.
Satu hal yang sebenarnya sangat saya rindukan, ketika penguasaan TIK oleh guru2 di Sumba semakin meningkat, sepatutnya pemanfaatan TIK dalam PBM juga berbanding lurus.
Internet bukan cuma Facebook. Dan banyak sekali resource di internet yang bisa dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas Pendidikan di Sumba. Sayang sekali, kalau siswa-siswa di Sumba tidak bisa memanfaatkan resource ini untuk pengembangan dirinya.
Semoga guru-guru yang tergabung di group ini, bisa memfasilitasi siswa-siswanya untuk bisa belajar seluas-luasnya secara mandiri dengan memanfaatkan TIK di sana.
RSS feed untuk komentar posting ini.