Fasilitas Telekomunikasi dan Navigasi Penerbangan International Ada di Waingapu |
|
|
|
| Ditulis oleh Purwacaraka |
| Senin, 17 Januari 2011 13:42 |
![]() Sebagai masyarakat Sumba Timur kita patut berbagga karena tepatnya di KM 16 desa Pambotanjara, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, terdapat fasilitas yang sangat vital untuk menunjang keselamatan penerbangan, Stasiun Repeater dan Pengamatan Penerbangan. Di station tersebut terdapat peralatan-peralatan canggih yang berfungsi untuk melakukan komunikasi antara pengatur lalu lintas udara dengan pilot pesawat terbang yang melintas di atas kita. Tanpa kita ketahui dan kita dengar di atas kita terbang ratusan pesawat tiap harinya baik penerbangan domistik maupun penerbangan internasional. Peralatan VHF-ER (Very High Frequency Extended Range) merupakan repeater dari pengatur lalu lintas udara yang ada di Bandar Udara Internasional Makasar ke pilot yang terbang dalam radius jangkauan. Fasilitas yang ada di KM 16 memiliki radius jangkauan sekitar 250 Nautical Mile. Selain peralatan telekomunikasi diatas terdapat juga perlatan lain yang tak kalah canggihnya, yaitu Secondary Surveilance Radar. Peralatan ini digunakan oleh pengatur lalu lintas udara untuk mengamati pergerakan pesawat terbang di atas kita secara tepat, yaitu untuk mengetahui nomor penerbangan pesawat, ketinggian pesawat dan arah, serta kecepatan pesawat. Seperti yang tersebut sebelum bahwa tanpa kita ketahui dan kita dengar, diatas kita terbang ratusan pesawat tiap harinya sehingga para pengatur lalu lintas udara dapat mengatur tiap-tiap pesawat agar tidak terjadi tabrakan antar pesawat. Selain dua alat di atas, di KM 16 juga terdapat fasilitas Automatic Dependent Surveilance Broadcast. Peralatan ini berfungsi sama dengan Secondary Surveilance Radar dan digunakan untuk membackup data dari Secondary Surveilance Radar. Bisa dibayangkan apa yang terjadi jika fasilitas ini tidak berfungsi? Maka dari itu marilah kita bersama-sama membantu menjaga fasilitas KM 16. Salah satunya adalah tidak membakar padang yang bisa merambat ke fasilitas tersebut dan tidak melakukan kegiatan-kegiatan lain yang dapat menggangu kinerja dari fasilitas tersebut. Apabila terjadi gangguan dari fasilitas tersebut, maka ratusan pesawat yang terbang di atas kita tidak dapat menerima pelayanan keselamatan penerbangan. |
Berita Terkini
18 May 2012
- 17 May 2012 Jembatan Darurat Payeti: Telah Dibangun dengan Model yang Lebih 'Akrab' dengan Kaum Perempuan
- 16 May 2012 Hujan Berkepanjangan: Cemaskan Warga Pengguna Jembatan Darurat Payeti
- 10 May 2012 MTQ NTT akan Diinkulturasi: Bentuk Dukungan, Usulan Tenun Sumba Jadi Warisan Dunia
- 09 May 2012 Sebrangi Sungai & Bukit Terjal: Siswa SD Bidipraing Akhirnya di Asramakan Selama Pelaksanaan UN
- 08 May 2012 Listrik Proyek PNPM hanya Pajangan: Anak Lai Hiding Belajar Pakai Pelita untuk Hadapi UN
- 03 May 2012 PLN Janji Bina & Tindak Pencatat Meter Nakal
- 27 April 2012 Tikus ‘Invasi’ Lahan Pertanian : Warga Kombapari Terancam Gagal Panen
- 26 April 2012 Warga Mengadu ke DPRD: Diduga Petugas Pencatat Meter PLN Kerja ‘Curi Tulang’
- 24 April 2012 Cara Siswa/i SMPN Nggoa Hadapi UN: Gunakan Lampu Pelita Saat Belajar, Jalan Kaki 7 KM ke Sekolah
- 16 April 2012 Diduga Karena Belum Terima Gaji, Staf Dispenduk Sumba Timur Mogok Berkantor
- 13 April 2012 Naskah Ujian Nasional di Sumba Timur Kurang
- 08 April 2012 18 Tahun Didera Hydrochepalus & Lumpuh: Walau Lirih, Zakarias Tetap Bersenandung
- 06 April 2012 Jemaat GKS Kambaniru Gelar Prosesi Jalan Salib
- 05 April 2012 Sekolah di Sumba Timur, 75% Dibawah Standart Mutu Nasional
- 04 April 2012 Apresiasi Perjuangan Anak Lai Hiding: Dinas PPO Sumba Timur Rencanakan Bangun Sekolah Paralel
- 03 April 2012 Belajar dari Agustinus: Sosok Sederhana di Balik Perjuangan Anak-Anak Lai Hiding
- 31 March 2012 ‘Uji Nyali’ Anak Dusun Lai Hiding: Ke Sekolah Bagaikan Terjun ke Arena Sabung Nyawa
- 29 March 2012 Bangunan Pasar Papuu dan Kiritana Mubazir: TPI & Pabrik Es Waingapu Bernasib Serupa
- 28 March 2012 Harga BBM Belum Resmi Naik: Harga Sejumlah Sembako Menang Satu Langkah!






Komentar
RSS feed untuk komentar posting ini.