Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Sab 19 May 2012
Banner

Fasilitas Telekomunikasi dan Navigasi Penerbangan International Ada di Waingapu

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Purwacaraka   
Senin, 17 Januari 2011 13:42

Sebagai masyarakat Sumba Timur kita patut berbagga karena tepatnya di KM 16 desa Pambotanjara, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, terdapat fasilitas yang sangat vital untuk menunjang keselamatan penerbangan, Stasiun Repeater dan Pengamatan Penerbangan.

Di station tersebut terdapat peralatan-peralatan canggih yang berfungsi untuk melakukan komunikasi antara pengatur lalu lintas udara dengan pilot pesawat terbang yang melintas di atas kita. Tanpa kita ketahui dan kita dengar di atas kita terbang ratusan pesawat tiap harinya baik penerbangan domistik maupun penerbangan internasional. Peralatan VHF-ER (Very High Frequency Extended Range) merupakan repeater dari pengatur lalu lintas udara yang ada di Bandar Udara Internasional Makasar ke pilot yang terbang dalam radius jangkauan. Fasilitas yang ada di KM 16 memiliki radius jangkauan sekitar 250 Nautical Mile.

Selain peralatan telekomunikasi diatas terdapat juga perlatan lain yang tak kalah canggihnya, yaitu Secondary Surveilance Radar. Peralatan ini digunakan oleh pengatur lalu lintas udara untuk mengamati pergerakan pesawat terbang di atas kita secara tepat, yaitu untuk mengetahui nomor penerbangan pesawat, ketinggian pesawat dan arah, serta kecepatan pesawat.

Seperti yang tersebut sebelum bahwa tanpa kita ketahui dan kita dengar, diatas kita terbang ratusan pesawat tiap harinya sehingga para pengatur lalu lintas udara dapat mengatur tiap-tiap pesawat agar tidak terjadi tabrakan antar pesawat.

Selain dua alat di atas, di KM 16 juga terdapat fasilitas Automatic Dependent Surveilance Broadcast. Peralatan ini berfungsi sama dengan Secondary Surveilance Radar dan digunakan untuk membackup data dari Secondary Surveilance Radar.

Bisa dibayangkan apa yang terjadi jika fasilitas ini tidak berfungsi?

Maka dari itu marilah kita bersama-sama membantu menjaga fasilitas KM 16. Salah satunya adalah tidak membakar padang yang bisa merambat ke fasilitas tersebut dan tidak melakukan kegiatan-kegiatan lain yang dapat menggangu kinerja dari fasilitas tersebut. Apabila terjadi gangguan dari fasilitas tersebut, maka ratusan pesawat yang terbang di atas kita tidak dapat menerima pelayanan keselamatan penerbangan.

 

Komentar  

 
0 #1 guntur 2011-03-27 15:06
Masa laluku di Waingapu 1983 s/d. 1994
 

Untuk mengirim komentar di situs ini, silahkan login dulu, atau gunakan layanan komentar dari facebook di atas :)

Berita Terkini

Drainase Wangga & Kambaniru: Telan Anggaran Lebih dari Rp. 3 Milyar
18 May 2012
article thumbnailWaingapu.com - Banjir yang sering melanda sejumlah wilayah di Kelurahan Wangga dan Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur ( Sumtim), NTT, setiap tahun, pada saat musim...
Banner