Tampilan terbaik, gunakan pixel 1024 x 768 dan Firefox

           | 
Forum Diskusi
Selamat datang, Tamu
Silakan Login atau Daftar.    Sandi Hilang?
Re:Soemba dalam Jangkauan Zaman (1 orang melihat) (1) Tamu
Ke Bawah Kirim Jawaban Total Favorit: 1
TOPIK: Re:Soemba dalam Jangkauan Zaman
#128
Rocky (Pengguna)
Pemula
Pesan: 2
graphgraph
Pengguna Offline Klik di sini untuk melihat profil pengguna ini
Soemba dalam Jangkauan Zaman 6 Bulan, 3 Minggu yang lalu Karma: 0  
Sumba...Pulau Sabana yang menarik, But...Eksotismenya Semakin Memudar...Why???
Arus pembangunan yang kian deras...cenderung meninggalkan budaya dan perilaku asli orang sumba...ini pendapat pertama

Sumba Semakin membangun...pembenahan infrastruktur terjadi dimana-mana, Tapi cenderung menghancurkan tatanan sosial masyarakat yang sangat menarik dan mengundang wisatawan untuk berkunjung....ini pendapat kedua

Sumba Semakin menuju ke kota metropolis, tapi meninggalkan etika dan perilaku masyarakat yang telah terbentuk selama ratusan tahun....ini pendapat ketiga

Sumba...kaya akan nilai-nilai masyarakat, tapi nilai tersebut bagaikan kapas yang dibawa angin sampai pada tempat yang mana kitapun sendiri tidak tahu...ini pendapat ke empat

Sumba merupakan eksotisme sabana dan ternak seperti sapi kuda dan kerbau...bah!!!itu masa kecil saya dulu....ini pendapat ke lima

lha...kalau begitu sumba seperti apa???
yah...kalau saya tinggal berpikir tentang eksotisme masa lalu...
masa sumba masih seperti soemba.

Soemba yang kita bayangkan adalah Soemba yang tidak tergerus oleh arus globalisasi, tapi Soemba yang selalu menyediakan diri untuk menapak perkembangan, dengan tetapi mempertahankan nilai-nilai yang ada. nilai yang tidak luntur oleh kemajuan zaman, nilai yang selalu mempertahankan budaya dan tatanan perilaku kultural masyarakat.
nilai yang masih mempertahankan keaslian rumah adat, bukan rumah adat modifikasi (Co: kantor Bupati dan DPRD).Nilai yang menanamkan kebanggaan, bukan nilai yang cenderung lari dari tatanan budaya dan perilaku masyarakat.


salam


Rocky Tanaamah
 
Lapor ke moderator   Logged Logged  
  Administrator telah menonaktifkan akses tulis untuk pengunjung.
#129
nelang (Pengguna)
Junior
Pesan: 21
graphgraph
Pengguna Offline Klik di sini untuk melihat profil pengguna ini
Re:Soemba dalam Jangkauan Zaman 6 Bulan, 3 Minggu yang lalu Karma: 0  
pendapat pertama: kayaknya tidak benar, buktinya masih ada orang sumba yang sambung tangan (minta sumbangan) kalau mau kawin
pendapat kedua: pembangunan baru sedikit...15 tahun yg lalu progress pembangungannya gak begitu banyak yang berubah... tapi kalo becak dan ojek cepat banget berkembang
pendapat ketiga: metropolis sih blm kayaknya, buktinya masih banyak yg gak kenal sumba...padahal kl dilihat dari atlas/peta manapun... sumba tetap sumba, bukan sumbawa
pendapat keempat: ya... stuju, tapi gak akan kemana2 kok, lha wong pulau sumba kecil kok he..he...
pendapat kelima: nah ini setuju banget... soalnya pencurian ternak besar (kuda, sapi, kerbau) gak akan habis. munkgin ini yg menjadikan sumba disebut2 sebagai negeri para marapu, jadi hewan2nya walau dimalingin trus, dijual ke luar daerah, atau di jadikan tumbal untuk acara/pesta adat oleh masyarakat asli sumba, hewan2 tersebut gak bakal habis2 di tanah sumba

salam kenal bung Rocky
 
Lapor ke moderator   Logged Logged  
 
Edit Terakhir: 2008/06/18 13:24 Oleh nelang. Alasan: salah eja
 
Ingin Belajar Terus
  Administrator telah menonaktifkan akses tulis untuk pengunjung.
#132
donny (Pengguna)
Pemula
Pesan: 17
graphgraph
Pengguna Offline Klik di sini untuk melihat profil pengguna ini
Re:Soemba dalam Jangkauan Zaman 6 Bulan, 2 Minggu yang lalu Karma: 0  
kl soal bangunan perintah yang kayak gitu, ya perlu dimaklumi aja, wong semua serba mahal. kata sodaraku yg ada di waingapu, katanya semen 1 sak = 60ribu, so kl mo buat gedung yg seperti rmh asli org sumba, kayaknya gak jaman lagi...
lagian bentuk bangunannya gak praktis...
maaf ya kl bilang gitu, gak bermaksud merendahkan bentuk bangunan org sumba, tp emang kebudayaan lokal perlu dilestarikan, tul gak mas Rocky?
 
Lapor ke moderator   Logged Logged  
 
life enjoy
  Administrator telah menonaktifkan akses tulis untuk pengunjung.
#136
oskarshaja (Pengguna)
Pemula
Pesan: 2
graphgraph
Pengguna Offline Klik di sini untuk melihat profil pengguna ini
Re:Soemba dalam Jangkauan Zaman 5 Bulan, 2 Minggu yang lalu Karma: 0  
yang penting adalah bagaimana bisa kembali ke sumba dan membangun tanah marapu ini...
siapa lagi yang melakukan itu kl bukan generasi2 yg sudah pernah mengenal dunia luar, apalagi sudah banyak menimba ilmu di negeri seberang...

jadi, apa pun itu, lakukan sesuatu yg beguna untuk membangun Sumba...
lets go
 
Lapor ke moderator   Logged Logged  
  Administrator telah menonaktifkan akses tulis untuk pengunjung.
#153
Njara Miting (Pengguna)
Pemula
Pesan: 1
graphgraph
Pengguna Offline Klik di sini untuk melihat profil pengguna ini
Re:Soemba dalam Jangkauan Zaman 4 Bulan, 2 Minggu yang lalu Karma: 0  
prihatin saja kondisi sumba kok begini ya. saya prihatinnya di soal masalah sosial lho. kota waingapu seram bgt kyk kota preman saja,trus anak sekolah familiar skali dgn seks bebas. gimana memotong mata rantai itu.dimana tokoh agama,pendidik,tokoh masyarakat,lsm,penegak hukum,dll? jangan2 justru kontributor masalah tsb?.oalahhh..gusti..... gimana tanahku ini..???
 
Lapor ke moderator   Logged Logged  
  Administrator telah menonaktifkan akses tulis untuk pengunjung.
#159
Kaparrak (Pengguna)
Pemula
Pesan: 5
graphgraph
Pengguna Offline Klik di sini untuk melihat profil pengguna ini
Re:Soemba dalam Jangkauan Zaman 3 Bulan, 2 Minggu yang lalu Karma: 0  
Gampang sekali..

Anak adalah ANUGERAH TUHAN. MASA DEPAN BANGSA. Lihatlah ke dalam rumah mereka... Apa yang diajarkan orangtua kepada anak-anaknya? Paling-paling, main pukul... Saya sudah lama tidak berada di tanah Waingapu. Tapi, saya yakin, budaya main pukul di rumah ini, pasti masih ada. Bayangkan, kalau anak dipukul (laki-laki) atau dimarah-marah (perempuan) tanpa dikasih tau kenapa? Jadi bandel mereka... Pukul saja terus.. Marah saja terus.. Asal bapa mama tidak tau, apa yang sa buat diluar sana...

Tugas orangtua (dan calon orangtua) untuk memutus mata rantai kekerasan terhadap anak dalam rumah tangga... Yang menyadarkan orangtua? Tidak tau sapa...

Coba semua orangtua bisa menasihati anak-anaknya dengan kelembutan, tanpa harus memukul atau memarahi? Pasti akan berkurang masalah tawuran, seks bebas, dll..... Sudah banyak bukti, bahwa pendidikan tanpa tangan besi, terutama di rumah, membawa dampak jauh lebih baik terhadap anak di waktu dewasa..
Jadi, marilah kita saling mengingatkan, jika punya teman yang melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap anak...
 
Lapor ke moderator   Logged Logged  
  Administrator telah menonaktifkan akses tulis untuk pengunjung.
Ke Atas Kirim Jawaban
Powered by FireBoarddapatkan pesan-pesan terbaru langsung pada desktop Anda