GBY-MK Mantapkan Jargon Terus Lanjutkan, MARAING Raup Dukungan Akar Rumput PDI-P dan GERINDRA |
|
|
|
| Ditulis oleh ion |
| Kamis, 04 Februari 2010 00:18 |
|
Gegap gempita warga Sumba Timur (Sumtim) menyongsong Pemilu Kada 2010 kian hari kian menggebu. Seperti yang terpantau Buser, disejumlah tempat di kota Waingapu misalnya, dimana lebih dari dua orang berkumpul, entah hanya sekilas maupun memakan waktu lebih dari sejam, selalu diwarnai dengan diskusi bahkan debat seputar figur yang paling pantas memimpin Sumtim lima tahun mendatang. Drs. Gidion Mbiliyora, M.Si, yang kini masih menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan ketekunan dan kerendahan hati sebagai Bupati, tentunya tidak bisa disangsikan menjadi figur yang paling diunggulkan. Posisinya yang masih sebagai Bupati menjadi point keunggulan tersendiri atau boleh dikata unggul selangkah lebih maju dibanding figur lainnya. Keunggulan itu tidak bisa dipungkiri, sosok yang makin ngetop dengan akronim ‘GBY” ini kian hari kian lekat dengan publik Sumtim. Duduk sebagai Bupati karena murni kehendak ‘Sang Khalik” yang selalu tidak berkompromi setiap memanggil pulang ciptaannya, pun memanggil figur Ir. Umbu Mehang Kunda, tidak menjadikan sikap dan perilaku putera yang menjalani masa kecilnya di Kahiri dan Praipaha ini tinggi hati. Boleh jadi, salah satu sikap yang dimilikinya ini yang membekas dan menjadikan hati sejumlah kalangan di Sumtim dari berbagai tingkatan sosial dan strata menaruh simpati. Sosok GBY tidak hanya lekat di hati sejumlah warga yang telah memiliki hak pilih saja namun juga pada sejumlah warga yang justru ‘masih bau kencur’ untuk mempunyai hak pilih. Semisal anak usia sekolah dasar (SD) saja kini dengan gamlang dan lancar melontarkan apa yang ada di memorinya seputar GBY. “GBY lanjutkan, GBY teruskan,” dengan spontan dilontarkan mereka sekalipun dalam permainan didunia kanak-kanak mereka. Sosok GBY dan auranya kini masih terus terpelihara dengan baik di sejumlah tempat atau lokasi bahkan hati warga. Hampir disetiap sudut kota atau tempat yang berpenghuni, plang bertuliskan GBY lanjutkan, dan ragam sanjungan dan nada dukungan terhadap GBY dengan mudah ditemui. Ada yang memang diperbanyak dan dibuat oleh sekelompok orang yang menamakan diri ‘tim sukses GBY’ namun ada pula yang memodifikasi sendiri dan menuangkan kreatifitas mereka untuk menggambarkan dukungan pada sosok GBY. Simpati terhadap figur GBY terus berlanjut pasca dipilihnya sosok ahli bedah satu-satunya yang dimiliki Sumtim dalam figur dr. Matius Kitu, SpB. Figur yang kini masih menjabat sebagai kepala Dinas (kadis) Kesehatan kabupaten Sumtim ini, bagai ‘setali tiga uang’ dengan sosok GBY. Tipikalnya yang tenang, ramah dan murah senyum itu, seiring dengan bergulirnya hari menuju Pemilu kada kian lekat dengan warga. Sosok ahli bedah yang ditengah kesibukannya untuk mensosialisaikan diri sebagai pasangan GBY yang siap diusung partai Golkar - Sumtim maju berlaga dalam pemilu Kada 3 juni mendatang itu, masih tetap membuka praktek itu dikenal cukup religius. Saking tenang dan religiusnya, figur yang kemudian kian ngetop dengan akronim MK itu mejadi figur yang penuh dengan misteri yang sulit untuk ditebak alur atau langkah poltiknya. ‘Tenang-tenang menghanyutkan’, demikian sejumlah kalangan menggambarkan sosok MK. Namun apalah artinya jika banyak bicara namun tidak disertai dengan perbuatan nyata, mungkin demikian ‘amunisi’ balasan yang siap digelontorkan oleh kubu GBY-MK. Bahkam ‘mesiu’ cadangan semisal ‘air beriak tanda tak dalam’ juga siap dimuntahkan menghadapi serangan rival poltiknya. Masih banyak yang belum dilakukan oleh GBY dan MK, namun tidak bisa pula dipungkiri banyak hal yang telah dilakukan. Ada yang telah selesai namun masih banyak pula yang perlu diteruskan atau dilanjutkan. Semangat pembangunan yang berkisambungan/berkelanjutan terus digelorakan oleh kedua figur ini dalam sosialisasi dan kesempatan tatap muka dengan para pendukung setianya. Ibarat mobil balap yang siap diadu di arena race, demikian halnya sosok GBY-MK, menjadi figur yang nampak lebih siap jika dibandingkan dengan figur lainnya yang juga ‘ngebet’ menjadi orang nomer satu dan dua di Sumtim. Tinggal bagaimana meramu langkah dan memelihara solidaritas dan militansi tim suksesnya untuk memanfaatkan sejumlah potensi yang ada guna meraih dukungan. Bukan malah sebaliknya merasa ‘terlampau diatas angin’ dan melakukan tindakan atau berpolah tingkah ‘kontra produktif’ hingga simpati yang kini telah diraih bukannya kian bertambah atau terpelihara, malah berbuah antipati. Karena ulah kaum/figur yang lagi – lagi ’mentahbiskan’ diri sendiri dan kelompoknya sebagai tim sukses, dengan bergaya sok pahlawan, sok dekat dan sok paling berjasa dan kemudian memandang sebelah mata figur pendukung lainnya. “GENIUS ( Gidion –Matius, red) mantapkan jargon terus-lanjutkan, waspadai figur arogan dan takabur. Perangi isu primordial dan isu negatif lainnya dengan kejeniusan dan sikap religiusmu,” demikian rangkuman pesan singkat yang diamanatkan leh pendukung setia kedua figur ini yang terangkum Buser beberapa pekan terakhir. Chris Praing : “Jangan pilih pemimpin yang peragu” Umbu Manggana dan Christofel A. Praing, dua sosok yang kini mesra kembali, menjadi paket yang layak untuk diperhitungkan dalam Pemilu Kada mendatang. Semangat keduanya kian menggebu untuk mengukir namanya dalam lembaran sejarah Sumtim. Keduanya berusaha meraih simpati warga dengan mengedepankan pribadi mereka yang tegas dan tidak peragu. Bagi keduanya, ke depan Sumtim harus dipimpin figur yang tegas, tidak peragu, cepat dan tepat dalam mengambil kebijakan dan keputusan. Hal itu tergambar nyata dalam pernyataan Chris Praing tatkala bersama Umbu Manggana menyerahkan berkas pencalonan keduanya sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati dari koalisi Pdi-P dan Gerindra beberpa pekan silam. “Jadilah pelaku dan pencatat sejarah. Jadi kalau ingin mencatat sejarah, inilah saatnya. Mari bersama menjadi pelaku dan pencatat sejarah di Sumba Timur. Sumba Timur butuh pemimpin yang tegas, tidak peragu. Jangan pilih pemimpin yang peragu, yang bisa saya gambarkan ketika memberi perintah tembak namun ragu. Akhirnya yang keluar dari mulutnya te, te, te, hingga yang akhirnya yang diantar malah teh. Ini fatal, jika ingin maju dan memiliki daya saing, pilihlah pemimpin yang cepat dan tepat dan tidak ragu-ragu dalam menentukan kebijakan dan mengambil keputusan,” tohok Praing ketika diberi kesempatan menyampaikan sambutan politiknya di hadapan pendukung dan petinggi PDI-P dan gerindra Sumtim kal itu. Sepak terjang Manggana dan Chris Praing meraih dukungan dari sejumlah elemen kini kian gencar. Tidak tanggung-tanggung, di kubu Golkar yang sejatinya telah mengusung calon tungal GBY sebagai bakal calon Bupatinya, Manggana telah menebar pengaruh yang cukup signifikan pada mesin partai beringin itu. Di kubu demokrat meski harus dibawah bayang-bayang seteru abadinya dalam sosok Langu Pindingara, tidak dipungkiri simpati untuknya juga ada. Tidak hanya itu, mesin partai banteng tambun bermoncong putih juga dikabarkan mayoritas mengusung UM dan Chris Praing. Wakil Ketua DPC PDI- Perjuangan Sumtim yang juga menjabat sebagai wakil Ketua DPRD Sumtim, Amos Mandja Landupraing, membenarkan arus dukungan yang menggeliat di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI-P se Sumtim. Disebutkan Amos, 12 PAC condong berpihak pada paket Maraing (Manggana-Chris Praing, red), sisanya untuk paket lainnya yang mendaftar ke PDI yakni, 5 PAC mendukung Babu Eha- Hapu Bedju, dan Frans Rihi-Lius Pandarangga mendapat sokongan dukungan dari 3 PAC. Lebih jauh dijabarkan Amos, dukungan motor partai Gerindra juga jauh lebih kencang untuk UM-Praing. Sebanyak 21 PAC partai bermascot kepala Garuda itu mengarahkan dukungannya pada UM–Praing. Hanya satu PAC yakni PAC Haharu yang menyerahkan sepenuhnya keputusan pada DPD Gerindra.” Intinya saya selaku kader dan simpatisan PDI-P dan juga bagian dari koalisi PDI-P dan Gerindra tentunya akan mengikuti aspirasi yang berkembang. Kami juga tentu ingin menang dan tidak akan menyodorkan figur yang sekedar ikut ramai dalam Pemilu kada nanti,” tandas Amos. Sinyal dukungan itu kian kencang, tingal bagaimana kedua figur ini menepis stigma sebagai figur yang dicap masih kental budaya feodalisme dan mudah tersulut emosi itu. Figur menawarkan diri dan program, tim sukses menanamkan dan membetuk opini, media cetak dan elktronik mengabarkan, toh akhirnya bermuara pada rakyat yang memutuskan.Lihat saja, kancah pertarungan Pemilu kada nanti, siapa yang akan memenangi simpati rakyat.Perang antara image, opini dan mungkin juga fulus, tentu berpeluang besar terjadi. Rakyat termakan opini atau terlanjur mencintai atau membenci image figur kandidat. Ataukah menjual suaranya demi selembar fulus atau malah menerima fulus namun hati tetap memiliki opini dan image tersendiri bagi para kandidat??mengakali rakyat ataukan diakali rakyat? Sebuah penantian menyaksikan pesta demokrasi rakyat kini terus membahana.(ion) |





Komentar
saat musim pencalonan bupati..pasti setiap masyakat selalu dpt janji yg muluk2..tapi ujung2 kentut yg di kasih.smua calon belum ada yg benar2 dr hati mau membangun sumba..mereka tuch hanya kejar korupsi fullusnya aja..biar perut tambah buncit..nggak tahu malu...hidup di atas penderitaan rakyat sumba timur...apa lgi kalau udh duduk di atas mobil plat merah..saat bepergian utk keperluan pribadi..wah..banyak di waingapu situasi kayak gini d waingapu.saya harap seorang pemimpin benar dr hati memebangun sumba..jgn jd pemimpin agar dpt uang bawah meja dr org cina ama kontraktor-2..kasus ini banyak terjadi di kantor P.U WAINGAPU
ha..ha...jgn gitu na kawan nyungga humba, siapa juga yg mau pilih admin waingapu.com, massa pendukung sa tidak punya bagaimana mo dipilih, lebih bae buat sesuatu yg nyata spt yg anda bilang drpd kita hangotur tdk ada guna... he..he..
bung admin yth, saya bingung dengan komentar anda.... namanya berita ya berita aja... kalo buka portal berita, semua berita ditampilkan bos, asalkan jgn yg SARA atau haram. biar kita tidak rugi baca wgp.com. habis beritanya juga kayaknya jarang di update ya?????
RAKYAT SUMBA TIMUR SILAHKAN MENENTUKAN DAN MEMILIH. ADA YANG SUDAH KENAL BETUL DENGAN SUMBA TIMUR, TIDAK SALAH KALAU TETAP TERUS LANJUTKAN. NANTI SUATU WAKTU MEREKA AKAN BERTUKAR PERAN. KITA BANGUN SUMBA BERSAMA-SAMA.
TENTU KITA JUGA TIDAK INGIN KEJADIAN 5 TAHUN LALU TERULANG. JANGAN BERANTAM OTOT, SILAHKAN BERANTAM OTAK DAN GAGASAN
TUHAN YESUS MEMBERKATI.
"Jikalau Bukan TUHAN Yang Membangun Rumah, maka sia-sialah Usaha Orang Yang Membangunnya......"
Ki Sapu jagat
Dari Lereng Merapi
Di Batas Yogya Megelang.
RSS feed untuk komentar posting ini.