Got |
|
|
|
| Ditulis oleh Yongky HS |
| Kamis, 29 Januari 2009 19:33 |
|
Sesuai fungsi dan kegunaan-nya got atau selokan memiliki fungsi sebagai saluran pembuangan untuk mengalirkan limbah dari rumah-rumah maupun mengatur drainase akibat curah hujan dan sumber air yang mengalir permanen. Kita di Waingapu dan di Sumba secara keseluruhan memiliki musim panas yang jauh lebih panjang daripada musim penghujan. Sehingga kehadiran got/selokan seringkali kita abaikan di saat-saat musim kering atau panas. Kita sering lupa peran penting got/selokan.
Cover Buku.
Tulisan ini telah dibukukan di dalam buku Bupati Sumba Pinggir terbitan Pointer Book. Sinopsis Bupati Sumba Pinggir Sumba Timur merupakan suatu wilayah kabupaten dengan ibu kota Waingapu yang dihuni oleh berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia. Pernak-pernik interaksi masyarakat kota Waingapu ini menjadi tema sentral tulisan Yongky HS yang terangkai dalam buku berjudul BUPATI SUMBA PINGGIR. Karena itu, boleh dibilang buku ini merupakan seri lanjutan buku CARA MUDAH MASUK SORGA (Sebuah Kepura-Puraan) yang terbit tahun 2008. Buku yang merupakan kumpulan tulisan esay dan parodi ini walau tersusun secara acak namun tak terlepas dari tema politik, sosial-budaya, perilaku, etika pergaulan, permenungan atau introspeksi diri bahkan juga soal agama, semuanya dihadirkan secara segar dengan bumbu-bumbu humor dengan dialek ’Waingapu-an’ yang tidak norak. Keseriusan penulis dalam berhumor bisa dilihat dari berbagai pernik kehidupan yang diangkat dan disorotinya. Masalah suksesi, otonomi daerah, pemilu, legislatif, tata kota, tradisi, keagamaan, perilaku pribadi, etika pergaulan dan sebagainya. Bahkan bolehlah dibilang bahwa buku ’ringan’ ini merupakan kritik sosial atau kegelisahan penulis terhadap kondisi sosial budaya kita di Sumba Timur. Ukuran: 11 x 17 cm Cover: Kertas Ivory 210gr + Doff Isi: 187 halaman Terbit Tahun: 2010 Harga: Rp.40.000,- (sudah termasuk ongkos kirim kilat khusus dlm wilayah indonesia) Segera Pesan melalui email di pointerbook[at]waingapu.com |





Komentar
Jadi rindu sama pasukan kuningnya Om Huka yang pernah merajalela di kota waingapu!
RSS feed untuk komentar posting ini.