Hinggi dan Lau Terpanjang Sumba Timur Masuk MURI |
|
|
|
| Ditulis oleh Admin |
| Sabtu, 12 Januari 2008 02:44 |
Waingapu.Com - Untuk melesatarikan kerajinan rakyat Sumba Timur sudah banyak dilakukan. Hinggi dan Lau Pahikung adalah salah satu hasil kerajinan asli masyarakat Sumba Timur yang semakin banyak diminati. Usaha-usaha untuk melesatarikan warisan budaya ini adalah membuat tenunan Hinggi dan Lau Pahikung terpanjang di Indonesia. Panjang Hinggi 50 meter dan Lau Pahikung 25 meter tercatat dalam Museum Rekor Indonesia.
Setelah menyelesaikan pekerjaan panjang, Hinggi dan Lau Pahikung tersebut diarak sepanjang jalan dari Ruko Matawai hingga Rumah Jabatan Bupati Sumba Timur. Disepanjang jalan masyarakat menonton hasil kerja para pengrajin tersebut. Setibanya di Rumah Jabatan Bupati Sumba Timur, acara serah terima ditandai dengan pemotongan kerbau sebagai ucapan syukur kepada Sang Pencipta karena pekerjaan pembuatan Hinggi dan Lau Pahikung telah selesai. ![]() Lau Pahikung Terpanjang Untuk melaksanakan ide tersebut, Sanggar Ori Angu di Lambanapu dipercayakan untuk menenun Hinggi, sedangkan Lau Pahikung dikerjakan di Pau, desa Watu Hadang kecamatan Umalulu. Proses pengerjaannya tersebut telah dimulai sejak pertengahan Juli 2007. Hinggi tersebut diberi nama Anda Ukurungu (red: jalan bersama) yang merefleksikan filosofi budaya masyarakat Sumba Timur dalam mengerjakan sesuatu secara bersama-sama. Ini tercermin dalam prosesi kelahiran, perkawinan dan kematian. Sedangkan Lau Pahikung diberi nama Maranongu (red: dewata). Pemberian nama Maranongu (Sang Pencipta) tersebut merefleksikan hubungan antara Ma Wulu Tau (yang menciptakan manusia) dengan keberadaan wanita sumba untuk mempersembahkan hasil pekerjaannya (tenunan hinggi dan lau) kepada Tuhan. Untuk melihat rekaman saat Hinggi dan Lau terpanajng dipamerkan pada masyarakat Kota Waingapu, silahkan kunjungi di sini. |




Waingapu.Com - Untuk melesatarikan kerajinan rakyat Sumba Timur sudah banyak dilakukan. Hinggi dan Lau Pahikung adalah salah satu hasil kerajinan asli masyarakat Sumba Timur yang semakin banyak diminati. Usaha-usaha untuk melesatarikan warisan budaya ini adalah membuat tenunan Hinggi dan Lau Pahikung terpanjang di Indonesia. Panjang Hinggi 50 meter dan Lau Pahikung 25 meter tercatat dalam Museum Rekor Indonesia.


Komentar
hebat..
jaya terus ych...
FIGHTING
Thanks a lot untuk MURI yang telah memberikan penghargaan atas Hinggi & Lau Pahikung terpanjang. Terima ksih juga untuk Ibu Silvia sbg Ketua Deskranasta Sumba Timur selaku Pemrakarsa. Ucapan terima kasih untuk saudara2ku di Sanggar Ori Angu Lambanapu & Pengrajin di Watu Hadang, Pau, Rindi Umalulu yang telah bersusah payah membuat hinggi & lau selama berbulan-bulan, siang&malam. Semoaga Pemerintah Kab.Sumba Timur cq Dinas Perindustian & Dinas Pariwisata memberikan penghargaan berupa MODAL KERJA sehingga Lau & Hinggi Pahikung tetap LESTARI. (Mudah2an Bapak/Ibu pejabat yang berwenang membaca komentar saya..jangan hanya NATO ). SEMOGA !
john-qaked
buitenzorg, west java
wah berapa aja tuh benang yang di pakai??? berapa orang yang mengerjakan??? duhhh hebat banget
dari juli 2007- 2008...it\'s so amazing banget. filosofi akan kesabaran dan kerja bersama terlihat banget di masyarakat sumba timur.
wowww keren...
bangkit truz sumba-ku.....
RSS feed untuk komentar posting ini.