Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Sel 07 Februari 2012
Banner

Imigran Gelap Afganistan Terdampar di Waingapu

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Admin   
Rabu, 10 Juni 2009 09:11

Waingapu.Com - Polres Sumba Timur, hari Rabu, 3 Juni 2009 sekitar pukul 09.00 Wita mengamankan 65 imigran asal dua negara, Pakistan dan Afganistan dan langsung dibawa ke Mapolres Sumba Timur di Karinding.

Imigran tersebut diamankan setelah kapal motor Putera Negara asal Bima-NTT yang mereka tumpangi terdampar di pantai Maukawini Desa Lambakara Kecamatan Pahunga Lodu karena mesinnya mengalami kerusakan.

 

Dari keterangan yang kami peroleh, imigran asal dua negara ini meninggalkan negaranya karena persoalan politik dan ekonomi. Tujuan mereka ke Australia. Hanya satu orang yang mengantongi paspor dan itupun sudah habis masa berlakunya.

Salah satu imigran asal Afganistan mengaku, mereka menumpang kapal tersebut dari Bima tanggal 26 Mei lalu dan sempat singgah di Singaraja-Bali sebelum akhirnya terdampar di pantai Maukawini-Pahunga Lodu.

Menurut pengakuan mereka,"Per orang kami membayar 1000 sampai 3000 US Dolar. Kami dijanjikan dapat makan dan minum selama dalama di atas kapal. Tapi kadang makan, kadang juga hanya sekali makan dan sering juga tidak dikasih makan cuma air saja," katanya dengan mimik wajah sedih.

"Kalau kami di deportasi ke negara asal, kami pasti dibunuh karena aturan hukum disana (Pakistan, red). Kami terdampar di pantai itu (Maukawini, red) karena satu dari tiga mesin kapal yang mengangkut kami rusak", lanjutnya dalam bahasa Indonesia yang terputus-putus.

 

Komentar  

 
0 #20 imigran ilegal 2010-02-14 04:30
persetan dgn dorang,dong mo mati,mati su,dong mo hidup hidup su..kt sj ad stengah mati pikir hidup mo urus dorang lg,blum penumpang ojek d pasar sepi,hrg peci melambung tinggi,hrg tembakau naik,bikin taceke aja..SALAM SATU PULAU MARAPU..Hoyooooooo
 
 
0 #19 Guest 2009-07-13 04:05
Hati hati dengan pendatang sebaiknya di deportasi aja bisa aja itu hanya trik beleka jangan jadikan sumba daerah penghasil teroris di kemudian hari.
 
 
0 #18 Guest 2009-07-02 01:48
wah....itu hrus hati-hati bsa sj jrign teroris dorang...,alih2 terdampar ternyata sdh direncain gtu.

coba dibaca lgi bagian ini"Dari keterangan yang kami peroleh, imigran asal dua negara ini meninggalkan negaranya karena persoalan politik dan ekonomi. Tujuan mereka ke Australia. Hanya satu orang yang mengantongi paspor dan itupun sudah habis masa berlakunya."
msa paspor cman seorang yang punya sdah gtu tdk brlaku lg ms di pake..anehya lg pke kapal motor yg hancur ke australia......!
pokoknya alsan mereka kurang msuk di akal....thanzz..
 
 
0 #17 Guest 2009-07-01 22:14
saya prihatin juga dgn warga yang terdampar itu tapi jangan terlalu percaya mendingan dikirim plg aja ke negara asal mrk, thanks
 
 
0 #16 Guest 2009-06-25 18:36
Iya Umbu Ridwan, orng kayak gitu di serahkan di pulangin kenegara mereka.mereka hanya alasan saja mau ke australia.kalau saya lihat beberaa bulan lalu ada beberapa orang pakistan juga yg sto over di bali alasan nya mau ke australia,sama persis dgn berita di atas.kalauun mereka ke australia,merek a juga akan di kirim ke negara mereka.
sy sndr jd anas kalau membaca beberapa tanggapan tmn2 di atas.sprt org dr ds sj yg ga prnh dngr brt sprt di atas.
 
 
0 #15 Guest 2009-06-25 18:28
Quoting
Kasian ya,uda dekat ama australia kapalnya terdampar,, Pemda Sumba Timur pasti dapat mencari solusi untuk masalah ini dengan baik dan benar.Dangkal sekali pimikiran anda2 di atas , jika masalah kapal terdampar ini dikait-kaitkan dengan agama.


Saya ga setuju dgn pendapat anda.Mungkin anda dan beberapa teman disini baru pertamakali mendengar berita diatas. Di bali,jakarta sudah ada beberapa orang pakistan yang memakai paspport palsu dan ada juga yg ga ada pasport,tujuan mereka ke australia.selalu saja alasan mereka sama.seperti berita diatas,tujuan mereka ke australia,dan juga mereka bilang kalau di pulangin ke tempat asal mereka mereka akan di bunuh,itu hanya alasan mereka saja.DAN UNTUK ANDA KETAHUI KALAUPUN PEMDA SUMTIM MEMBANTU MEREKA KE AUSTRALIA,MAKA PEMERINTAH AUSTRALIA AKAN MENUNTUT PEMDA SUMTIM KARENA SUDAH MENGIJINKAN MEREKA KE AUSTRALIA KRN MEREKA ILEGAL OK. MAKANYA RAJIN BACA BERITA DONG,BUKAN HANYA DI WAINGAPU SJ,BNYAK SRNG TRJD SKRNG
 
 
0 #14 Guest 2009-06-24 17:44
benar mbak susana org2 ilegal kayak gini bahaya,,ujung2 jadi provokator perang agama..kita hidup di negara hukum jadi harus mengikuti aturan hukum donk.serahkan aja mereka k pihak yang berajib,,kalau kamu semua pada kasihan,,,mendi ngan tampung aja org2 ini di rumahmu,sperti umbu tonga,billi mbilyyora..biar mereka ajarain kamu cara merakit BOM....harus mencegah sebelum bisulnya jadi membengkak di lubang hidung,,,
 
 
0 #13 Guest 2009-06-19 20:44
Saya harap pemda sumtim segera menyelesaikan masalah ini.deportasi mereka ke negara asal mereka.pernah juga beberapa bulan lalu ada beberapa orang pakistan terdampar di bali ada yang mempunyai paspor dan juga paspor palsu.alasan mereka sama seperti apa yang mereka katakan diatas bahwa mereka mau ke australia.tapi dengan ketegasan pemerintah Bali,mereka langsung di pulangkan ke negara asal mereka.Orang2 tersebut hanya politik saja.
HARAP SEGERA DI PULANGKAN KE NEGARA ASAL MEREKA.APARAT JANGAN LENGAH
 
 
0 #12 Guest 2009-06-19 20:44
Saya harap pemda sumtim segera menyelesaikan masalah ini.deportasi mereka ke negara asal mereka.pernah juga beberapa bulan lalu ada beberapa orang pakistan terdampar di bali ada yang mempunyai paspor dan juga paspor palsu.alasan mereka sama seperti apa yang mereka katakan diatas bahwa mereka mau ke australia.tapi dengan ketegasan pemerintah Bali,mereka langsung di pulangkan ke negara asal mereka.Orang2 tersebut hanya politik saja.
HARAP SEGERA DI PULANGKAN KE NEGARA ASAL MEREKA.APARAT JANGAN LENGAH
 
 
0 #11 Guest 2009-06-18 22:49
Saya merasa kalau mereka anteknya bin laden agak sulit dimengerti, alasannya karena mereka mempertaruhkan hidup mereka dengan menyewa kapal yang tidak layak untuk menyebrangi samudra. Sedangkan bin laden hartanya minta ampun. Tetapi apapun alasan mereka untuk pergi dari negerinya, apakah alasan perang ataupun antek bin laden kita tetap harus menunjukan kasih. Saya setuju dengan Umbu Tonga.
 

Tambah komentar


Kode keamanan
Refresh