Waingapu.Com - Empat imigran asal Timur Tengah yang sebelumnya diamankan dan ditampung bersama 55 Imigran illegal lainnya di Mapolres Sumba Timur (Sumtim), NTT, sekitar pukul 02.45, Minggu (01/07) kabur. Keempatnya kabur saat aparat yang piket jaga malam itu lengah dan tidak melakukan pengawalan saat mereka ijin buang hajat ke WC. Kejadian itu mengejutkan jajaran Polres Setempat, pasalnya saat diketahui kabur, aparat sedang menyibukan diri dengan persiapan dan pelaksanaan HUT ke-66 POLRI. Tidak ayal, kaburnya para imigran ini seakan menjadi ‘kado pahit’ HUT POLRI . Meski identitas para imigran itu telah terdata, hingga kini keberadaannya masih belum terdeteksi aparat.
Kasubag Humas Polres Sumtim, Iptu Mad. Benge, yang dihubungi wartawan melalui nomer telepon selularnya membenarkan kejadian itu. “Ya benar ada empat orang yang kabur, kini masih dalam proses pencarian. Sebelumnya mereka ijin ke WC lalu kemudian kabur,” jelasnya seraya membenarkan aparat yang jaga malam itu lengah dan tidak melakukan pengaalan saat keempat imigran itu ke WC.
Wartawan yang hendak mengkonfirmasi lebih lanjut tentang kejadian itu, Minggu (01/07) siang mendapati Mapolres dalam keadaan sepi. Namun akhirnya bisa menemui dan mencegat Kapolres yang saat itu berada dalam mobil dinasnya hendak menuju Bandara Umbu Mehang Kunda. Kapolres nampak terburu-buru pergi untuk menyambut kedatangan Danrem dan Paspampres, terkait rencana kunjungan Presiden SBY.
“Nggak ada keterlibatan anggota, nggak ada kerusakan,” ujarnya singkat ketika ditanya ada tidaknya indikasi keterlibatan aparat dalam kaburnya imigran dan ada tidaknya kerusakan di WC akibat dari upaya kaburnya imigran. Adapun data yang dihimpun di Mapolres Sumtim menyebutkan, keempat imigran itu masing masing berinisial MM, HD, dan YD, asal Iraq, dan AD dari Suriah. (ion)