Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Sel 07 Februari 2012
Banner

Ka Te Pe (Parodi Birokrasi)

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Yongky HS   
Rabu, 06 May 2009 14:36

Siang itu Mama Nona datang di Kantor Dispenduk bersama dengan Nyong suaminya, mereka mengurus KTP si Nona untuk urusan mau berangkat sekolah ke Kupang. Sementara suaminya sedang mengurus di dalam, Mama Nona menunggu di luar, pokrol dengan mama-mama yang juga lagi antri mau urus KTP.

Cover Buku.

Tulisan ini telah dibukukan di dalam buku Bupati Sumba Pinggir terbitan Pointer Book.

Sinopsis Bupati Sumba Pinggir

Sumba Timur merupakan suatu wilayah kabupaten dengan ibu kota Waingapu yang dihuni oleh berbagai suku bangsa yang ada di Indonesia. Pernak-pernik interaksi masyarakat kota Waingapu ini menjadi tema sentral tulisan Yongky HS yang terangkai dalam buku berjudul BUPATI SUMBA PINGGIR. Karena itu, boleh dibilang buku ini merupakan seri lanjutan buku CARA MUDAH MASUK SORGA (Sebuah Kepura-Puraan) yang terbit tahun 2008.

Buku yang merupakan kumpulan tulisan esay dan parodi ini walau tersusun secara acak namun tak terlepas dari tema politik, sosial-budaya, perilaku, etika pergaulan, permenungan atau introspeksi diri bahkan juga soal agama, semuanya dihadirkan secara segar dengan bumbu-bumbu humor dengan dialek ’Waingapu-an’ yang tidak norak. Keseriusan penulis dalam berhumor bisa dilihat dari berbagai pernik kehidupan yang diangkat dan disorotinya. Masalah suksesi, otonomi daerah, pemilu, legislatif, tata kota, tradisi, keagamaan, perilaku pribadi, etika pergaulan dan sebagainya. Bahkan bolehlah dibilang bahwa buku ’ringan’ ini merupakan kritik sosial atau kegelisahan penulis terhadap kondisi sosial budaya kita di Sumba Timur.

Ukuran: 11 x 17 cm

Cover: Kertas Ivory 210gr + Doff

Isi: 187 halaman

Terbit Tahun: 2010

Harga: Rp.40.000,- (sudah termasuk ongkos kirim kilat khusus dlm wilayah indonesia)

Segera Pesan melalui email di pointerbook[at]waingapu.com

 

Komentar  

 
-1 #3 Guest 2009-06-11 23:33
na sebenarnya masalah birikrasi memang seperti itu....tetapi yang menjadi tugas dari birokrasi adalah melayani masyarakat dengan pelayanan yang baik, jangan masyarakatnya yang dipersulit.....

Reformasi Birokrasi....
 
 
-1 #2 Benny Wayto 2009-06-04 08:22
untung saya ikut contohnya Nyong, kalo tidak, mungkin saya harus tunggu KTP jadi dalam 2 minggu baru bisa berangkat pi Jawa. salah siapa? take and give, do ut des itu biasa....

tapi KTP Nasional, kenapa di saya pung tempat di sini kalo mo urusan dengan bank, harus bikin ktp baru lagi? apa yg dimaksud dengan nasional dalam pengertian KTP kita?
 
 
+1 #1 Guest 2009-05-19 11:23
Haha...disini kita bisa berbagi cerita Bapak Nona hihihi...Saya poenya KTP Nasinal tidak berfungsi di Aceh waktu mau urus passport baru,kebetulan halaman buat stempel di pass lama sudah penuh,jd hrs urus yg baru lg.Saya harus urus KTP baru dgn alamat di Aceh juga...jd kampung halaman jd hilang di dalamnya....ini cerita panjang mama bapak ina dan mama ina hahahaha..jadi saya muat di blog sa lebih baik...singkatnya KTP Nasional itu tidak berlaku dlm mengurus birokrasi di daerah lain.Berita selengkapnya kunjungi http://rudal2008.multiply.com/journal
 

Tambah komentar


Kode keamanan
Refresh