Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Jum 10 Februari 2012
Banner

Kabupaten Sumba Timur 35,57% Lulus

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Nikson   
Rabu, 02 Juli 2008 23:11
Waingapu.Com - Apa mo dikata, tapi inilah kenyataan yang sudah dicapai oleh Dunia Pendidikan di Kabupaten Sumba Timur. Kita tahu bahwa hasil ini juga adalah perjuangan keras dari guru-guru dan para siswa yang selama 3 tahun menjalani masa-masa KBM di masing-masing sekolahnya. Tahun ini SMP PGRI terpuruk prosentase kelulusannya di Kabupaten Sumba Timur yaitu hanya 1 orang lulus dari 40 orang peserta ujin.

{rokaccess !guest}Sementara SLTP-SLTP favorit seperti SMPN 1 Waingapu, SMPN 2 Waingapu dan SMPN 3 Waingapu terpuruk. SMPN 1 Waingapu prosentase kelulusan hanya 42,22 persen  atau hanya lulus 114 orang dari 270 orang peserta UN, SMPN 2 Waingapu hanya 24,91 persen dari 278 peserta, dan SMPN 3 Waingapu hanya 11, 06 persen dari 236 peserta.

Sekolah dengan siswa tidak lulus terbanyak,  yakni SMP Kristen Payeti dengan jumlah siswa tidak lulus 215 orang dari jumlah peserta 246 orang diikuti SMPN 3 Waingapu 209 orang dari 236 peserta, SMPN 2 Waingapu 208 orang dari 278 peserta dan SMPN 1 Waingapu 156 orang dari 270 orang.

Sekolah yang yang prestasinya cukup terpuruk dalam UN kali ini,  yakni SMP PGRI Waingapu dengan peserta lulus hanya satu orang dari 48 peserta yang ikut UN. Diikuti SMPN 2 Lewa dua orang, SMP Keterampilan Lewa empat orang, SMP Paberiwai 4 orang, SMPN Matawai Lapau delapan orang,  SMP Katolik Padadita delapan orang.

Secara keseluruhan prosentase kelulusan SLTP untuk Kabupaten Sumba Timur tahun ini 35,57 persen (956 orang), tidak lulus 64,43 persen (1.732) dari total peserta 2.725
orang.{/rokaccess}

 

Komentar  

 
0 #1 Guest 2008-07-04 06:20
Jika melihat presentasi kelulusan, mengetuk hati setiap manusia pembelajar agar mau memberikan sesuatu untuk daerah. bagi para guru, ayo bangkit lagi untuk semangat mengajar \" mengajar untuk belajar\" bagi para murid ayo jangan terpuruk dan putus harapan \"anda bisa ketika belajar lebih cerdas\" kalian masih ada harapan untuk jadi yang terbaik. ingat bangkit untuk belajar lebih cerdas, wujudkan impianmu menjadi kebanggaan semua orang. Tuhan menyertai, harun dethan/motivator, penulis dan pengkhotbah. ayo bangkit guru dan murid pasti bisa. salam dahsyat.
 
 
0 #2 Guest 2008-07-07 08:14
Sedih juga mendapati kondisi seperti ini.Tapi tidak perlu sedih lama-lama. Ada seorang bijak yang paling saya kagumi mengatakan.\"bodoh boleh, tapi jangan lama-lama\". maksudnya, tidak apa-apa sekarang kita di bawah.tapi jangan lama-lama.AYO BANGKIT. caranya?buka diri, buka wawasan.cari pokok permasalahan.mungkin dari tim pengajar,mungki n dari peralatan penunjang pendidikan.Ayo guru-guru.perluas wawasan,cari ide baru untuk ngajar biar anak-anak lebih tertarik untuk belajar.Saya selalu mengingatkan diri saya bahwa, kalo murid saya blum mengerti penjelasan saya, berarti saya yang belum memaksimalkan cara ngajar saya, dan untuk itu saya harus putar otak untuk membuat mereka menjdi mengerti.Saya yakin, semua guru juga pasti berpikir yang sama.terimakasih.\"_\"
 
 
0 #3 Guest 2008-07-08 20:23
Jangan terpuruk lama-lama. Biarpun gagal, tapi harus tetap bersemangat, semangat untuk terus belajar, mengejar ketertinggalan, dan mencari tahu apa yang menjadi penyebab kegagalan ini. Semoga ini juga menjadi perhatian pihak2 terkait (ortu, guru, dan departemen terkait). Apalagi dengar2 tahun ini NTT menjadi nomor buncit persentase kelulusan seluruh propinsi di Indonesia. Tetap semangat ya...
 
 
0 #4 Guest 2008-07-11 04:38
Saya senang dan setuju dengan komentar ibu, secara menurut saya ibu bicara berdasarkan pengalaman (fakta), bukan sekedar analisa belaka.

So, semoga semua guru punya semangat berbenah diri, mau maju dan tidak kalah sama murid-muridnya.


P.S.:
Bu Ima, tolong minta Erin untuk ambil fotonya segera sebelum saya jual:-)
 
 
0 #5 Benny Wayto 2008-07-11 05:34
Membaca artikel ini, saya bertanya: \"Ada apa?\".
Komentar-komentar umumnya bernada support bagi perubahan di
masa datang.
Saya melihat satu nilai positif (terserah yang lain mau
bilang saya salah). Kelulusan yang cuma sedikit itu mungkin ada bagusnya.
Semakin ketat seleksi dilakukan kemungkinan memberi hasil yang lebih
teruji. Analogikan dengan pemisahan bijih emas dari logam lain.
Pun tak
selamanya ujian akhir merupakan satu-satunya penentu kualitas lulusan.
Apalagi dalam dunia pendidikan kita, polemik KTSP dengan UAN sebagai
standar penentu kelulusan masihlah belum selesai.
Bukan jumlah, tapi
kualitas, seperti judul komentar saya ini.
Ciao!
 
 
0 #6 Guest 2008-07-26 02:08
Dearest all !!

Menanggapi artikel tentang prosentase kelulusan di Waingapu,saya turut sedih, prihatin dan turut merasakan bagaimana perasaan teman2 yang tidak lulus setelah sekian lama berjuang untuk berhasil dalam UJIAN.
Tetapi terlepas dari semua ini, saya berharap TIDAK ADA KATA MENYERAH bagi kita semua termasuk GURU,SISWA dan ORANG TUA/WALI. Mari mulai dari sekarang kita bersama berbenah diri dan mencari tahu di mana letak kesalahannya, bukan mengkambinghita mkan siswa yang tidak lulus.
Bukankah UJIAN kita sebenarnya adalah pada saat kita terjun di masyarakat nanti? Proses BELAJAR tidak hanya di bangku sekolah,tapi bisa dimana saja selagi kita mau untuk belajar.Bukankah KEGAGALAN adalah suatu KEBERHASILAN yang tertunda ? Thomas Alfa Edison sang penemu lampu pijar yang tersohor itu telah 999 kali mengalami kegagalan tapi beliau tidak berputus asa, sehingga pada percobaan yang ke-1000 baru berhasil menciptakan lampu pijar, AMAZING bukan? Dan masih banyak lagi tokoh yang memberi kita contoh TIDAK ADA KATA MENYERAH a.l Elbert Einstein, Abraham Lincoln, Leonardo da Vinci, Bill Gates,Wright bersaudara, Mahatma Gandhi, Liem Sio Liong, Bob Sadino,etc.

SEMOGA hal ini menjadi cambuk buat kita semua dalam berbenah diri sehingga melahirkan Putra-Putri Sumba yang memiliki SEMANGAT yang tinggi dalam mencapai cita-cita. MAJU TERUS PANTANG MUNDUR !! BRAVO !

john_qaked
alumnus SMANSA 1 WGP
 
 
0 #7 Guest 2008-12-21 07:26
kami sebagai anak sumba yang berbudi luhur
haruslah kita selalu belajar dengan baik supaya apa yang kita cita-citakan bisa berguna bagi masa depan sumba.sebab saya melihat sumba masih tertinggal dengan pulau-pulau lain.khususnya anak lewa haruslah kita membangun lewa dengan sebaik mungkin.apa tekat kita haruslah kita pertahankan.syalam ku tuk bapak MELKIANUS NGG.NGUNJURAWA dan para stafnya.harapan ku ciptakan siswa yang bertanggung jawab di masyarakat.saya bangga sebagai siswa lulusan SMA N I LEWA.
AYO KITA BANGUN SUMBA SEBAIK MUNGKIN
 
 
0 #8 Guest 2008-12-21 07:40
saya sebagai anak sumba bangga memilih tempat kuliah di suatu kabupaten di jawa timur yaitu di malang.saya melihat berita-barita di internet banyak sekali tempat kuliah di daerah-daerah lain di indonesia yang sangan meracun maha siswanya.tetapi tergantung pada seseorang yang penuh tekat pasti dia akan berhasil.
syalam ku tuk orang tua yang mendukung kuliah ku,dan atas berkat pertolongan tuhan kita Yesus Kristu saya bisa kuliah dengan baik
 
 
0 #9 Guest 2009-03-18 18:20
menanggapi support2 yang ada, aku sebagai anak sumba cuma punya satu pesan buat adik2ku yang sebentar lagi akan menghadapi UN/US, khususnya adikku tersayang di SMA N kawangu & SMP N kawangu yang semangat ya de belajarnya agar bisa sukses dengan nilai yang memuaskan..... GBU always


alumni SMK PGRI Waingapu
 
 
0 #10 Guest 2009-03-18 18:22
jia you......... semangat
 

Tambah komentar


Kode keamanan
Refresh