Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Sab 19 May 2012
Banner

Kadumbul & Palakahembi Dilanda Banjir Bandang

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh ion   
Sabtu, 02 April 2011 15:43
Bendungan Kadumbul

Lazimnya banjir terjadi karena intensitas hujan tinggi yang turun di suatu wilayah. Lantas bagaiamana kalau tidak hujan namun banjir? Demikian halnya di desa Kadumbul dan Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Sumba Timur. Tidak turun hujan namun dilanda banjir bandang kiriman, yang dalam waktu sekejab saja menimbulkan kerugian warga.

Awalnya warga menduga bendungan Kadumbul jebol atau tidak mampu membendung luapan air akibat hujan besar di hulu sungai, hingga berdampak luapan air yang sempat membuat warga panik dari malam hingga dini hari 31/03 hingga 01/04-2011 lalu.

Luapan air memang tidak lama menggenangi pemukiman dan lahan pertanian warga. Namun arusnya yang cukup deras membawa lumpur dan kerusakan yang membuat warga sempat panik. Warga masih terlihat membereskan perabotan mereka ditengah kecemasan akan kembalinya banjir. Pasalnya warga berdalil, tidak hujan saja banjir telah membuat mereka kalang kabut, apalagi jika terjadi hujan.

”Saat saya lagi santai dengan keluarga, tiba-tiba saja ada bunyi menderu, dan anak-anak dari belakang teriak ada banjir datang. Saya sama sekali tidak menduga karena sebelumnya tidak hujan. Kami langsung menyelamatkan diri dan barang yang bisa dibawa. Kala itu air kurang lebih setinggi 80 cm,” jelas Flavianus.

Warga menjemur beras

Puluhan hektar lahan pertanian yang ditanami jagung dan padi rusak. Tak hanya itu stok pangan, ternak berupa babi dan ayam hanyut. Sambil menunggu bantuan darurat warga berusaha mengeringkan beras yang rusak dan berbau akibat terlanda banjir.

Memang tidak ada korban jiwa yang ditimbulkan dari banjir itu, namun rusaknya lahan pertanian dan hanyutnya puluhan ternak babi dan ratusan ekor ayam milik warga serta kerusakan lainnya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Warga juga berharap pemerintah setempat meneliti kembali kekuatan bendungan Kadumbul, karena adanya kekuatiran warga bendungan akan jebol karena sejak awal dibangun sejumlah pihak sempat meragukan kontruksinya yang dinilai tidak mampu menahan luapan air.(ion)

 

Untuk mengirim komentar di situs ini, silahkan login dulu, atau gunakan layanan komentar dari facebook di atas :)

Berita Terkini

Drainase Wangga & Kambaniru: Telan Anggaran Lebih dari Rp. 3 Milyar
18 May 2012
article thumbnailWaingapu.com - Banjir yang sering melanda sejumlah wilayah di Kelurahan Wangga dan Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur ( Sumtim), NTT, setiap tahun, pada saat musim...
Banner