Langu: Hal PENTING apaee yang DIBUTUHKAN untuk jadi seorang Pemimpin di Sumba?
Ama Wunang: Lupakan KEPENTINGAN-2 dan KEBUTUHAN-2 pribadi!
Tiga pasang pakaian: 3 baju lengan pendek dan 3 celana panjang jean. Terdiri dari 1 baju merek Gabriel, 1 baju merek Hamer, 1 merek Oxygen, 1celana panjang jean merek Giordano, 1 merek Gabriel dan 1 merek Tira. Maaf bukan maksud beriklan tapi memang itulah pakaian yang saya ingat betul merek dan coraknya yang menjadi bekal saya menuju tanah Sumba 19 tahun lalu tepatnya 27 Agustus 1991.
Sesuai Peraturan Kampung, sejak Umbu Meka wafat maka wakilnya akan bertanggungjawab melaksanakan tugas-tugas Umbu Meka hingga habis masa tugasnya tanggal 31 Agustus 2010. Karena itulah kemarin tanggal 22 September 2008 Bapak Camat melantik Ama Dion jadi Lurah Kampung Marapu. Pelantikan ini tidak disambut sorak-sorai warga karena mereka masih dalam suasana duka atas wafatnya Umbu Meka yang jenasahnya belum juga dimakamkan. Warga Marapu malah tasibuk mete dan sekedar bisik-bisik menyikapi harapan baru atas dilantiknya Ama Dion jadi Lurah Marapu.
Di sebuah gereja, sekumpulan pemuda remaja sedang asyik berlatih drama tentang Kisah Penyaliban Yesus Kristus. Tidak tanggung-tanggung, drama tersebut akan dipentaskan berarak keliling kota Waingapu. Bahkan di empat titik route, drama ini ditampilkan penuh sebagai sebuah drama, malah di dua titik ditampilkan lengkap dengan panggung dan sound pendukung. Hebatnya, drama via dolorosa ini juga didukung oleh pemuda-pemuda dari seluruh umat beragama di Waingapu. Ada perwakilan Remaja Masjid (dari beberapa Masjid), ada perwakilan pemuda-pemuda gereja oukumene (GBI, GKS, GMIT, dll), ada pemuda-pemuda Mudika (Katholik), ada pula perwakilan pemuda dari Parisade Hindu Dharma.
Sambil menikmati bubur kacang hijau, tiba-tiba saja terkenang senyumnya yang lugu dan gaya bicaranya yang agak ke-banci-bancian. Terkenang sepeda dan kotak hijau di belakang sepedanya, serta terkenang nikmat bubur kacang hijau yang dijualnya. Tapi mengapa sulit sekali mengingat namanya? Ya mungkin saja memang tak pernah tahu namanya. Aku hanya mengingatnya sebagai Mas Burjo (bubur kacang hijau).
Palla termasuk orang yang jujur dan enak diajak diskusi berbagai macam hal. Namun karena kebiasaannya yang tak mampu menahan kentut, menjadikan Palla orang yang tak pernah diikutkan dalam pembicaraan adat. Praktis ia menjadi orang tersisih dalam pauhi (arena pembicaraan adat). Mengapa Palla selalu tersisih dalam forum adat, sekalipun itu dalam forum adat keluarganya sendiri? Rupanya kebiasaannya kentut yang tak bisa ditahannya itu telah menorehkan sejarah yang buruk bagi keluarganya.