Home > Berita > Umum > Kasus Translok Papuu di Sumba Timur
Kasus Translok Papuu di Sumba Timur Cetak Email
Kontributor: Cinta De Angel   
Senin, 22 September 2008 19:49
WAINGAPU, PK- Tim dari Politeknik Kupang yang diundang sebagai tim ahli oleh penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Waingapu memeriksa 75 rumah transmigrasi lokal (Translok) di Papuu, Kelurahan Watumbaka, Sumba Timur, Rabu (18/9/2008) dan Kamis (19/9/2008).

Ikut mendampingi tim terknis, para penyidik, Kepala Dinas Tenaga Kerja Sumba Timur yang menjadi salah satu tersangka dalam kasus ini beserta pengacaranya, Matius K Remi Jawa.

Jaksa penyidik kasus tersebut, Herman R Deta, yang ditemui Pos Kupang di lokasi Translok Papuu, Kamis (19/9/2008), mengatakan, hasil pemeriksaan tim teknis akan dipakai sebagai acuan bagi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTT untuk menghitung kerugian negara.

Sejauh ini, kata Herman, penyidik hanya melihat ada penyimpangan penggunaan bahan bangunan belum sampai pada perhitungan kerugian negara, karena masih menunggu keterangan saksi ahli. Keputusan untuk menahan para tersangka, kata Herman, akan ditentukan setelah ada hasil pemeriksaan dari tim teknis dan kerugian negara hasil perhitungan BPKP NTT.

Seperti diketahui, dalam kasus ini penyidik telah menetapkan tiga tersangka, yakni Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumba Timur, Yohanes Ola Samon, S.H, kontraktor, Yanuar Untono dan Konsultan Pengawas, Marthen Namu Dala.

asus ini mencuat ke permukaan setelah Mei 2007 lalu, ditemukan beberapa bangunan dari 75 bangunan di lokasi transmigrasi lokal Papuu tahun 2007, rusak dan bahan bangunannya tidak sesuai spek. Bahan bangunan dari 75 rumah yang dibangun tahun 2007 dengan dana Rp 1,2 miliar lebih, tidak sesuai dengan yang ada dalam spek. Akibatnya, beberapa bagian bangunan ada yang terlepas bahkan satu bangunan sempat roboh. Temuan ini kemudian ditindaklanjuti Kejari Waingapu.

Sumber : Pos Kupang

Tujuan saya posting berita supaya teman-teman yang belum tahu berita ini bisa mengetahui juga lewat web ini.

 

Tambah komentar

Komentar harus disesuikan dengan isi atau tema artikel. Komentar yang tidak sesuai akan dihapus


Kode keamanan
Refresh