|
Papanggang, Masih Perlukah? |
|
Kontributor: Yohanes Kambaru Windi
|
|
Jumat, 05 September 2008 |
|
Saya termotivasi dan merenung cukup lama sebelum menulis artikel ini. Setelah wafatnya Tamu Umbu Djaka di Prai Liu dan Umbu Mehang Kunda beberapa waktu yang lalu, teringat masa kecil saya di Prai Liu bila ada keluarga raja yang meninggal di adakan upacara "PAPANGGANG" beberapa minggu sebelum penguburan. Yang menjadi pertanyaan saya apakah upacara ini masih pantaskah dilakukan, dihidupkan kembali atau diteruskan di era di mana banyak orang Sumba termasuk kaum bangsawan sudah memeluk agama Kristen atau agama lainnya? Saya merasa perlu hal ini di diskusikan (bukan dipertentangkan) karena sadar atau tidak sadar sudah banyak yang "hilang" dari orang Sumba.
|