|
Kontributor: Yongky HS
|
|
Jumat, 24 Juli 2009 08:48 |
|
Aku ketemu Kahlil di simpang jalan di pinggiran Paris, ia menenteng sketsa lukisan insan-insan telanjang. "Cinta-kah yang sedang kau lukiskan?", tanyaku padanya. Kahlil: “No, aku tak melukis cinta, tapi cinta yang mengukirku kemudian aku menjadi etalasenya”.
|
|
Kontributor: Helen Gah
|
|
Selasa, 17 Maret 2009 16:13 |
|
Jika manusia bisa mencintai pasangannya tanpa syarat. Bayangkan, bagaimana besarnya cinta Tuhan kepada kita yang adalah ciptaanNya. AanakNya. sahabatNya. saudaraNya... God Bless....
|
|
|
Kontributor: siprianus
|
|
Senin, 06 Oktober 2008 21:43 |
|
Satu kisah cinta baru-baru ini keluar dari China dan langsung menyentuh seisi dunia. Kisah ini adalah kisah seorang laki-laki dan seorang wanita yang lebih tua, yang melarikan diri untuk hidup bersama dan saling mengasihi dalam kedamaian selama setengah abad.
|
|
Ngana, wenn ich wuesste wo W'arttemberg ist, wuerde ich Dich sirih pinang mitnehmen |
|
Kontributor: Yongky HS
|
|
Selasa, 23 September 2008 19:37 |
|
Selalu kubawa buku agenda pemberian Ngana kemana pun aku pergi. Di Bandara Soekarno-Jakarta kutulis-tulis sambil menanti pesawatku berangkat menuju Frankfurt-Jerman.
|
|
|