Tampilan terbaik, gunakan pixel 1024 x 768 dan Firefox

           | 
Artikel Member
Penyimpangan Dana Pendidikan Capai Rp 815 Miliar Lebih
Kontributor: Cinta De Angel   
Jumat, 26 September 2008
Baru saja pemerintah akan mengalokasikan anggaran sebesar 20 persen dalam RAPBN 2009 bagi sektor pendidikan, kemarin publik dibuat miris dengan temuan dugaan korupsi di Departemen Pendidikan Nasional.
Selengkapnya...
 
Kejarlah EQ, Sukses Kau Tangkap!
Kontributor: Barnabas Baku Nawa   
Selasa, 29 Juli 2008
Image

Belum kering peluh di dahi Yola, ibunya menyodorkan selembar catatan berisi daftar hafalan penjumlahan.

Sejam lalu murid SD kelas I itu mendapat nilai jelek untuk pelajaran matematika di sekolah. “Kalau tambah-tambahan saja enggak hafal, mana bisa mendapat ranking satu?” kata ibunya. Si anak yang lelah cuma pasrah. “Memangnya, siapa yang tak mau dapat ranking satu?” batinnya protes.

Kata ranking di dunia sekolah memang lebih mewakili kepentingan orangtua ketimbang anak. Ranking juga simbol, betapa kecerdasan intelektual (IQ) masih didewakan sebagai satu-satunya ukuran kecerdasan. Kemampuan anak didik hanya diukur dari nilai akademis. Jika nilai rapornya mencapai skala 8 - 10, ia akan dianggap anak pandai, cerdas, pintar. Padahal “kepintaran” di atas kertas itu bukanlah "kepintaran" sejati.

Sialnya, pemahaman salah kaprah itu diyakini sebagian besar dari kita, orangtua. Siapa yang ber-IQ tinggi kelak bakal sukses hidupnya ketimbang orang yang IQ-nya rata-rata. Padahal dalam praktik, tidak selalu demikian. Misal, Tak sedikit pemiliki IQ tinggi justru terpental dari ketatnya persaingan memasuki dunia kerja.

"Mereka yang IQ-nya biasa-biasa saja  malah bisa menjadi selebriti,“ canda Prof.  Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, guru besar  Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia, Jakarta.

Selengkapnya...
 
Budayakan Kebiasaan Membaca
Kontributor: Alfonsa Juwita Riang   
Rabu, 16 Juli 2008
Membaca merupakan hal yang sangat penting. Namun masyarakat Indonesia pada umumnya dan sumba pada khususnya masih sangat banyak yang malas atau tidak berminat membaca.
Selengkapnya...
 
Video dan Gambar Porno di Kalangan Siswa
Kontributor: Oskar Shaja   
Kamis, 10 April 2008
www.mobiz2u.com	www.mobiz2u.com	The Handphone Tablewww.mobiz2u.com	Twww.mobiz2u.comJaman yang makin menggilas keberadaan masyarakat kita akan menerjang tanpa memandang siapa Anda. Sekalipun Anda berasal dari lingkungan yang "aman dan dari keluarga baik-baik", tidak berlaku lagi. Betapa tidak, generasi kita sekarang ini dapat mengakses apa saja lewat teknogi yang dimilikinya.
Selengkapnya...