
| Video dan Gambar Porno di Kalangan Siswa |
| Ditulis Oleh Oskar Shaja | |||||||
| Kamis, 10 April 2008 | |||||||
Jaman yang makin menggilas keberadaan masyarakat kita akan menerjang tanpa memandang siapa Anda. Sekalipun Anda berasal dari lingkungan yang "aman dan dari keluarga baik-baik", tidak berlaku lagi. Betapa tidak, generasi kita sekarang ini dapat mengakses apa saja lewat teknogi yang dimilikinya.
Kota Waingapu heboh lagi karena salah satu sekolah di kota tersebut siswanya tertangkap karena di dalam hand phone miliknya terdapat gambar dan video porno. Bukan hanya seorang siswa, ada beberapa. Mereka tertangkap setelah dari pihak kepolisian mendatangi sekolah tersebut dan langsung menuju ke kelas-kelas untuk memeriksa isi tas dan hand phone pemiliknya.Bagaimana ini bisa terjadi bukan menjadi alasan tulisan saya ini, tapi tulisan saya ini semata-mata adalah keprihatinan karena anak seusia sekolah telah begitu bebas memperoleh hal-hal yang dapat mengaburkan kemanusiaannya sebagai pribadi terdidik. Siapa yang harus disalahkan? Guru (baca: guru agama), orang tua, atau siapa? Ya mungkin kita tidak perlu mencari kambing hitam, karena peran orang tua, guru, masyarakat tidak serta merta memantau setiap saat perkembangan anak tersebut, hanya saja masyarakat kita menjadi shock setelah perilaku anak tersebut ketahuan, apalagi kalau anak tersebut dipandang berasala dari "keluarga yang sehat". Yang penting adalah kita mulai dari diri kita untuk mencegah hal-hal yang tidak sehat agar tidak merorong generasi ini. Apa pun caranya asalkan mengandung nilai-nilai pendidikan, akan menjadi sumbangsih buat generasi kita.
Powered by !JoomlaComment 3.25
3.25 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved." |
|||||||
| Berikutnya > |
|---|