Tampilan terbaik, gunakan pixel 1024 x 768 dan Firefox

           | 
Belis Orang Sumba
Kontributor: Cinta Angel   
Jumat, 05 September 2008

Saya menulis artikel ini bukan untuk di perdebatkan akan tetapi di rundingkan, apakah baik atau tidak dengan beils yang banyak?

Sejujurnya saya suka dengan semua adat sumba yang selalu gotong royong apalagi kalau acara kematian, semua orang sumba saling membantu baik itu tetangga atau hanya kenalan, mereka berusaha untuk datang berkunjung dan sebagainya. 

 

Seperti yang kita ketahui (khususnya orang Sumba), di dalam acara adat istiadat untuk mengawinkan anak-anak, ada yang suka milih-milih calon suami atau calon istri dari anak-anak mereka, atau istilah menjodohkan. Tapi kita tahu bahwa bukan hanya di Sumba saja yang terjadi seperti ini.

Tapi sekarang saya membicarakan tentang Sumba, terkadang kita melihat bahwa keluarga keturunan raja  tidak setuju KALAU anak mereka punya calon yang tidak dari keturunan raja atau dari keluarga biasa-biasa saja!! Mereka tidak pernah memikirkan perasaan anak-anak mereka. Yang namanya CINTA, harus berkorban. Anak-anak yang sudah saling mencintai akan melakukan apa saja demi Cinta, mereka akan berusaha untuk membuat Orang Tua mereka bilang “YES, SETUJU”. Ada juga yang nekat kabur, ada cewek yang nekat hamil supaya para orang tua mau tidak mau harus setuju karena sudah terlanjur, ada juga yang tidak mau menikah lagi karena mereka sudah kecewa karena orang tua sudah tidak setuju dengan pria atau wanita pilihan mereka. Saya juga merasa kasihan akan apa yang di alami oleh mereka.

Sekarang saya bicara tentang adat istiadat kita orang sumba dalam acara belis atau acara masuk minta. Mereka harus melalui proses adat yang begitu sulit. Perlu persiapan yang begitu banyak.

Keluarga pihak laki-laki yang hendak mau menikah harus menyediakan hewan yang begitu banyak, emas dan sebagainya padahal harga hewan, emas sekarang sudah begitu mahal,belum lagi kebutuhan untuk melamar sang wanita,acara makan,pernikahan dan sebagainya.

Demikian pula dengan pihak wanita, mereka harus menyiapkan beberapa hal, tapi tidak sekarat apa yang dilakukan oleh keluarga pria. Keluarga wanita hanya menuntut hewan, emas dan sebagainya. Kalau 15/20 ekor ya tidak apa-apa!!!! Jangan melebihi kemampuan dari si cowok. Melamar atau di lamar bukan lah acara jual beli anak. Yang penting si cowok nya orang baik dan mau bertanggung jawab dan membahagiakan si cewek. Kalau Cowok tidak mampu,ya tidak usah di paksa.

Cobalah kita berpikir secara logika, apakah kalian sebagai orang tua tidak merasa kasihan kepada keluarga laki-laki kalau kalian menuntut hewan yang begitu banyak? Apakah kalian tidak pernah berpikir tentang masa depan anak-anak kalian? Mereka juga harus mulai dari nol lagi untuk membangun rumah tangga, lebih baik hewan yang lain berikan lah kepada mereka untuk membantu masa depan mereka.

Kalau saya melihat adat belis ini terlalu berat dan walaupun saya gadis dari sumba, tapi saya tidak terlalu setuju dengan adat ini walaupun sudah menjadi tradisi orang sumba sejak dari nenek moyang sampai sekarang. Sekarang sudah jaman modern, apalagi kita sebagai orang Kristen, sepatutnya kita harus BERSYUKUR karena TUHAN sudah memberikan jodoh yang terbaik buat anak-anak kalian. Dan juga sekarang dunia semakin parah, krisis dalam berbagai hal, harga barang semakin gila. Penjual juga hanya memikirkan keuntungan, jikalau si penjual orang beriman, dia tidak akan mengharapkan keuntungan banyak yang penting dia bisa melayani atau membantu sesama dengan cara menjual barang yang tidak terlalu mahal dari harga pokok.

Bagi saya yang penting kedua pasangan merasa cocok dan bahagia, juga hubungan antara keluarga perempuan dan keluarga laki-laki baik-baik saja.

Saya tidak suka istilah belis, sebab kalau di belis dengan banyak hewan berarti laki-laki bisa aja dia berpikiran seperti ini, dia (wanita) adalah hak ku,ku mau pukul atau mau buat apa saja ya terserah aku, karena sudah di belis dengan mahal. My goodness I hate this.

Kalau seandainya saya yang di lamar, saya akan bersuara dan menolak acara belis belis belis yang banyak, 10 ekor sudah cukup mungkin hanya untuk membayar hasil keringat Orang Tua.

Aku bukan barang, aku manusia yang butuh kebebasan dan yang terpenting aku bisa bantu orang tua saja karena mereka yang berhak mendapat kan semuanya karena Orang tua kita yang sudah kerja keras banting tulang untuk membesar kan, menyekolah kan kita sehingga kita bisa melihat dunia yang indah ini walaupun bagi mereka tidak cukup tapi sebagai manusia jangan terlalu rakus, seperti apa yang di katakan oleh Yon dalam artikel Hanggulat.

Yang terpenting walaupun sudah menikah, acara berkunjung antara Orang Tua dan anak tidak putus. Saling mengasihi satu sama lain seperti Jesus yang sudah mengasihi kita lebih dulu.

Komentar
Tulis Komentar RSS
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
Silahkan masukan kode anti-spam yang Anda lihat di dalam gambar.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >