Pagi yang indah gereja sudah di penuhi jemaat yang rata-rata orang cina. Mereka sangat excited untuk datang memuji Tuhan, walaupun dinginnya dua derajat celcius. Keadaan tersebut tidak membuat mereka enggan untuk datang ke Gereja. Gereja tersebut berada di bawah tanah karena sebagian penduduk tidak diijin kan untuk datang beribadah. Oleh karena keinginantahuan mereka akan Tuhan, mereka beranikan diri untuk datang meskipun sembunyi-sembunyi.
Tibalah saatnya ibadah dimulai. Pendeta memimpin ibadah dan seorang menerjemahkan dalam bahasa Cina, dalam bahasa daerah penduduk setempat. Saat Pendeta mendoakan semua jemaat setempat tiba-tiba ada tiga orang yang pingsan. Pingsan bukan berarti karena pusing tapi karena hati dan pikiran mereka benar-benar hanya tertuju kepada Tuhan. Mereka di penuhi oleh Roh Kudus. Nah diatara jemaat yang lain ada sepasang suami istri yang baru datang dalam kebaktian tersebut dan mereka juga belum seiman dengan kita dan tidak mengenal Tuhan. Hati mereka di penuhi dengan berbagai pertanyaan.
Suami bertanya kepada istri, "Wah ada apa sebenarnya dengan orang-orang ini, kok ada yang menangis, ada yang tertawa, teriak-teriak, komat kamit?"
Istrinya menjawab, "Saya juga tidak tahu, kita juga baru datang di tempat ini."
Pada saat mereka saling tanya jawab, tiba-tiba pendeta datang sambil berkata, "Sepertinya kalian berdua menyimpan sesuatu, ada yang bisa saya bantu? Ada yang Anda mau tanyakan?"
Kemudian sang suami menjawab,"Iya saya heran kenapa orang-orang itu menangis dan pingsan?"
Pendeta menjawab, "Oh, mereka menangis mungkin karena banyak masalah dan lain lain."
Kemudian Suami Istri berkata, "Saya juga mau seperti mereka, saya mau tertawa, mau menangis, mau teriak dan menyanyi seperti yang lain."
Lalu Pendeta mendoakan mereka, dengan sungguh-sungguh kedua pasangan suami istri ini berdoa dan tidak lama kemudian, mereka tertawa kemudian menangis. Setelah kebaktian selesai, sepasang suami istri ini berbicara dengan pendeta dan jemaat lain, kata mereka, "Kami sangat bahagia hari ini, kami tidak pernah mengalami hal yang seperti ini, semua beban hidup terasa hilang, hanya perasaan bahagia yang memenuhi hati kami.”
Kemudian mereka berkata, "Kami akan datang seterusnya memuji, berdoa dan memuliakan Tuhan di tempat ini, karena tidak ada tempat yang bisa merubah kami selain di tempat ini.”
Pendeta menjawab, “Kami tidak melarang dan tidak memaksa anda untuk datang di tempat ini.”
Maka kedua orang tersebut tersenyum gembira dan kemudian mereka berpamitan dengan jemaat lain dan pulang kembali ke rumah masing-masing.
Ada perasaan senang yang tergambar di wajah mereka.
Kalau hati dan pikiran kita hanya tertuju pada Tuhan maka kita akan merasakan hadirat Tuhan hadir di dalam hidup kita.
Kalau kita mengijinkan Tuhan untuk hadir dalam hati,pikiran dan hidup kita maka Tuhan pun akan hadir dan tinggal di dalam hati kita.