Tampilan terbaik, gunakan pixel 1024 x 768 dan Firefox

           | 
Harrat (Parodi Lokal)
Kontributor: Yongky HS   
Rabu, 10 September 2008
Entah dari adonan apa isi kepala Ngguli? Kemampuannya menciptakan sesuatu yang tak ada nampak begitu nyata adalah sebagai sebuah bakat, talenta. Ia tercatat sebagai pegawai negeri menjelang masa pesiun. Sebagai pegawgai negeri penampilannya cukup kenceng, rambut klimis sedikit, kemana-mana selalu rapi, handphone selalu taka'e di ikat pinggang. Bicaranya meledak-ledak penuh optimis dengan mata berbinar-binar. Betul-tidak betul, nyata-tidak nyata, apa yang dia ucapkan jadi Like yes-yes..o! Tak heran setiap orang yang mendengar gampang termakan oleh ocehannya. Sehingga si Ngguli pun punya gelar sampingan sebagai Ngguli si harrat.

Jauh sebelum digelar T.H.R.dari Surabaya di Waingapu, Ngguli sudah koar-koar bahwa dia punya koneksi dengan pengusaha hiburan di Jawa dan berencana untuk mendatangkan hiburan istimewa di Sumba. Satu hal yang sedang diusahakan oleh Ngguli-katanya waktu itu, “Saya lagi mencari pemilik modal untuk mendatangkan hiburan bagi  masyarakat Sumba!”  Wah hebat betul cita-cita Ngguli itu, apalagi kenyataannya memang Taman Hiburan Rakyat itu benar-benar hadir di Waingapu.

Di antara kawan-kawan Ngguli yang biasa diajak ngobrol adalah si Dumu, yang kebetulan bekerja di stasiun radio. Sebuah kebetulan pula Dumu bertemu menejer T.H.R. itu di warung makan. Ketemu-punya bicara-bicara punya cocok, ngobrol-lah Dumu dengan sang menejer soal publikasi.

Nah di sela-sela bicara itu kebetulan sang menejer bercerita asal-mula ia membawa rombongannya sampai ke Sumba.Ternyata satu bulan sebelum datang ke Sumba sang menejer pernah satu pesawat dengan salah satu pejabat teras di Sumba. Sang pejabat tertarik dengan usaha sang menejer, lalu sang pejabat mengundang untuk menghadirkan Taman Hiburan Rakyat di Sumba. Sang pejabat bersedia membantu berbagai keperluan di Sumba. Pembicaraan ini terjadi saat mereka sama-sama menuju ke Kupang. Nah apakah pejabat itu si Ngguli? Ternyata bukan! Mari kita simak pembicaraan Dumu dan sang menejer di warung makan.

“Bapak cocok dengan masakan di warung ini?” kata Dumu.

“Wah, pas Dik dengan lidah Jawa saya”

“Sebelumnya pernah ke sini”

“Belum. Seseorang yang kebetulan satu pesawat juga, yang tempo hari ngasih tahu saya. Katanya warung inilah yang pas dengan lidah Jawa. Saya lupa namanya, tapi ingat muka orang itu. Orangnya necis agak botak, bicaranya meyakinkan dan meledak-ledak!”

“O……! Pastilah itu si Ngguli yang sok necis dan bicara meledak-ledak. Bukankah bulan lalu Ngguli juga ke Kupang untuk menghadiri pernikahan keponakannya”, gumam Dumu dalam hati.

Bakat Ngguli memang luar biasa. Tentu ia nguping pembicaraan sang menejer dan sang pejabat di pesawat, kemudian ia bikin cerita sebagai pelobi untuk mendatangkan T.H.R. Lalu apa untungnya bagi Ngguli kalau ternyata T.H.R itu ada bukan karena jasanya? Jawabnya jelas!. Sanjungan, pujian, gengsi, kepercayaan serta pengakuan sebagai orang penting-dari orang-orang yang termakan ocehannya.

Itu semua sangat menguntungkan bagi Ngguli, apalagi cita-citanya sehabis pensiun mau terjun di dunia politik. Tapi jika kelak ia benar-benar terjun di dunia politik dan jadi Lurah, Camat, anggota DPR, Bupati, Gubernur, Menteri atau Presiden misalnya, wah repot juga!

Lihatlah betapa licinnya si harrat ini; Menjelang pembukaan T.H.R. si Dumu yang sudah tahu belangnya si Ngguli, keduanya  bertemu di warung langganan mereka.

“Bagaimana khabar T.H.R.-nya om?, tanya si Dumu.

“Beres, segera dibuka resmi. Saya hanya mempertemukan pemodal dan menejernya, selesai! Saya coba melobi untuk di Sumba Barat!”, jawab Ngguli mantab dengan mata berbinar penuh kemenangan.

Nah masih nekad harrat lagi-kan? Sayangnya demi menghormati si Ngguli -walau tahu dikibuli- si Dumu tak menyanggah, hanya seyum-senyum menyaksikan aksi badut calon politikus alias pe-ngibul, alias penipu, alias pembohong, alias warsi’i, alias pani anga, alias wokole alias harrat…alias….alias….alias puuuuuuuuuuuuuuanjang sekali aliasnya!

Waingapu, 22 September 2003

(Catatan: -Pernah dipublikasikan di Tabloid Wunang - beberapa Tulisan Karya: Yongky HS Pernah dibukukan Dengan Judul: Cara Mudah Masuk Sorga (Sebuah Kepura-puraan)-Edisi Percobaan, Editor: Frans W. Hebi, dicetak terbatas untuk kalangan Sendiri)

Komentar
Tulis Komentar RSS
Lovely girl   |10-09-2008 19:25:07
avatar saya tertawa sendiri when i read this,hahaha
G 3 NK   |10-09-2008 23:19:38
avatar iya to kak, masa ketawa ajak2 orang2? he he he...
Lovely girl   |11-09-2008 16:30:39
avatar Mau ajak kamu tapi kamunya ga di sini de.
Kapan2 kita tertawa bareng k!
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
Silahkan masukan kode anti-spam yang Anda lihat di dalam gambar.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >