|
Kontributor: nelang
|
|
Rabu, 24 September 2008 |
"Pernahkah kita merasa kalau hidup yang kita jalani ini dibatasi?" Atau mungkin dengan pertanyaan lain, "Pernahkah Anda diminta untuk tidak boleh menghidupi hidup yang Anda hidupi?"
Barusan tadi saya menonton televisi chanelnya Metro TV. Berita yang sering diulang-ulang tentang razia rumah makan yang menjual makanan di bulan Ramadhan. Sampai bosan saya.... abis gak ada habis-habisnya. TV saya matikan, ambil motor trus ke warnet terdekat untuk menulis ini. Hidup...kehidupan yang harus dibatasi. Mengapa tidak merazia saja semua toko, swalayan, atau supermarket yang menjual semua makanan? Mengapa hanya pedagang-pedangan kecil kaki lima yang dirazia? Apakah lebih urgent merazia mereka yang mencari hidup dari usaha warung makannya? Apakah tidak kalah penting dan malah lebih urgent merazia produk-produk makanan yang sudah kadaluarsa? Saya jadi bertanya-tanya pada diri saya, "Salahkah mereka jika membuka warung makan di bulan Ramadhan?" Seharusnya saya tidak perlu merasa terganggu dengan warung makan yang ada disekitar saya. Lagian mereka tidak bermaksud untuk menggoda saya. Seharusnya saya memberikan jalan, bukannya datang mengobrak-abrik warung makan mereka.
|