|
Kupu-Kupu dalam Kepompong |
|
Kontributor: siprianus
|
|
Rabu, 08 Oktober 2008 |
Tahukah Anda bahwa kupu-kupu yang indah itu berasal dari ulat yang menjadi kepompong dan terbungkus dalam selaput? Untuk menjadi seekor kupu-kupu, ulat itu harus memaksakan dirinya keluar dari selaput yang sempit.
Suatu saat seorang bapak tua yang melihat sebuah kepompong yang
“malang” sedang meronta-ronta keluar dari selaputnya. Ia lalu memberi
“bantuan” dengan menggunting dan melebarkan guntingannya supaya
“memudahkan” kepompong keluar. Memang benar kepompong keluar mudah
tanpa banyak meronta-ronta tetapi ia menjadi lemah dan tidak berdaya
untuk terbang. Ia hanya bisa merayap-rayap di tanah saja. Setelah
beberapa hari, ia mati di atas tanah dan idak pernah menjadi seekor
kupu-kupu yang indah, yang bisa terbang kesana kemari dan menghisap
bunga-bunga. Agar bisa terbang, ia seharusnya memang menjalani proses
mengerahkan kekuatannya dan berjuang untuk bisa keluar dari leher
kepompong. Karena justru melalui proses itulah kekuatan dipompa masuk
ke dalam urat-urat sayapnya, yang memungkinkan ia bisa terbang apabila
keluar dari kepompong. Untuk menjadi seseorang yang kuat, setiap orang
harus rela mengalami proses pembentukan seumur hidup dalam kesepian,
penderitaan, penolakan, perjuangan, dan penyangkalan diri.
|