Tampilan terbaik, gunakan pixel 1024 x 768 dan Firefox

           | 
Siapapun Kita, Jarak dengan Rumah Tuhan Semakin Dekat
Kontributor: nelang   
Selasa, 05 Agustus 2008
ImageSuka/tidak suka, baik/jahat, keras/lemah, pintar/bodoh, hidup/mati, dan sederatan dualisme lainnya akan selalu menjadi wacana hidup. Mengapa tidak, karena kita berangkat dari dunia ide yang selalu atau mungkin lebih sering memberi penilaian pada sebuah peristiwa.

Adalah sebuah kemunafikan ketika saya, Anda, dia, atau mereka menganggap bahwa kematian seseorang adalah ulah dari tangan-tangan "gelap". Sadarkah bahwa tubuh kita adalah media untuk yang "terang" dan "gelap"?

Lepas dari dua paragraf di atas, saya ingin menuliskan dalam benak saya bahwa, kepergian seorang pemimpin adalah:

Kepergian sebuah perlindungan bagi mereka yang berlindung dari kejahatan yang mereka buat,

Kepergian sebuah masa depan bagi mereka yang menggantungkan masa depannya,

Kepergian seorang lawan yang menganggapnya sebagai lawan,

Kepergian sang kedamaian bagi mereka yang sudah hidup damai,

Kepergian seorang sosok adalah keuntungan bagi mereka yang mencari uang dari kematian,

Kepergian sebuah.... silahkan tambahkan sendiri....

Ketika kita menyadari bahwa hidup adalah sama seperti lilin, yang mana terangnya, walaupun tidak seberapa, cahaya lilin tersebut telah cukup menerangi yang gelap. Kemudian, walaupun pada akhirnya mati karena habis terbakar, setidaknya lilin tersebut telah mengorbankan dirinya demi memberi terang.

Tinggalah kita yang masih hidup.....
Harus berjuang membela diri dari keserakahan yang kita buat
Harus berjuang karena tidak ada lagi yang memberi pertimbangan-pertimbangan positif
Harus berjuang untuk mengambil keuntungan sebesar-besarnya dari penjualan, misalnya... krans bunga, hinggi atau lau...
.......sekali lagi, tambahkan sendiri......

Akhirnya, siapkan diri kita, jalan sudah semakin dekat dengan Rumah Bapa. Tengoklah ke belakang...sudah berapa banyak kebaikkan yang kita buat...

Selamat jalan Bpk. Umbu Mehang Kunda, kebaikanmu akan menjadi abadi disetiap hati rakyat Sumba Timur.

Komentar
Tulis Komentar RSS
G 3 NK  - gnostik abis   |05-08-2008 18:43:21
avatar Pengikut aliran gnostik percaya bahwa segala sesuatu di dunia ini memiliki dualisme. mereka memandang buruk dunia ini sebagai sesuatu yang jahat, kotor dan dapat mati. sedangkan ada dunia ide yang baik, bersih, immortal dan merupakan asal kehidupan mereka. kematian merupakan cara bagi (jiwa) manusia untuk dapat melepaskan diri dari tubuh sebagai penjara jiwa yang dianggap kotor dan berdosa.

Orang gnostik mengklaim bahwa cara kebenaran itu bernilai eksklusiv, artinya hanya diperuntukkan bagi sekelompok kecil penganut gnostik berupa pengetahuan rahasia. tidak semua orang dapat menangkapnya.

kita sebagai orang beragama percaya bahwa semua manusia pada akhirnya akan kembali kepada asal kehidupan kita.

Kepergian Bpk. Ir. Umbu Mehang Kunda merupakan peringatan bagi kita bahwa selesai atau belumnya tugas seseorang di dunia ini, tidak mempengaruhi keputusan malaikat maut untuk mengambil dia dari dunia ini.

Semoga kita lebih sigap.

Ciao!
donny  - intinya apa to?   |06-08-2008 13:31:43
avatar wah baca yg kayak2 gini gak ngerti, rada meres otak....

intinya apa to?
Me   |13-08-2008 16:39:23
Iya nih Donny ga tahu ngomong apa nih temen2 kita. Ataukah ada isu yang mengganjal tentang kematian Bupati sumba?
Kaparrak  - hidup dan mati   |13-08-2008 15:44:38
avatar Sepertinya menarik...

Memang...
Yang sudah pergi, biarlah pergi...
Kalo memang layak dikenang... Kenanglah...

Ada pepatah Inggris mengatakan demikian :
"If you can't change what you see, then change the way you look at it"
Dari pepatah ini, segala sesuatu kemudian kita liat..
Ada saat, dimana sesuatu begitu buruk bagi orang lain, tapi begitu indah bagi yang lainnya lagi.. Aneh khan? Memang..

Adalah tidak mudah untuk melihat sesuatu yang tidak bagus, sebagai sesuatu yang bagus.. Tapi, kalo kam bisa, itulah anugerah terindah dari Tuhan buat dirimu..
Cara kita memandang atau melihat inilah, yang nantinya akan menjadi kenangan, jika suatu saat nanti kita meninggalkan dunia yang fana ini..
Janganlah kam pusing baca2 macam begini. Karena kalo su baca ulang2, baru ko tau, ternyata mudah untuk mengerti..
Ingatlah babi dan sapi. Babi hanya berguna pas dia su mati. Tapi sapi, berguna trus, baik waktu dia hidup, atopun waktu dia mati...
Jadi, mo jadi apa qta? Only u and God know..
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
Silahkan masukan kode anti-spam yang Anda lihat di dalam gambar.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >