|
Percekcokan/Pertengkaran adalah bagian dari kehidupan berumah tangga maupun dalam sebuah hubungan tapi ada jalan keluar untuk menyelesaikan masalah.
Seorang pelajar menemukan seorang wanita yang sudah menikah,dia menyadari bahwa dia mempunyai kekurangan di dalam mendidik anak dan karena kritik atau saran dari pasangan dia mengetahui bahwa dia Mempunyai kekurangan. Mengkritik atau dikritik seseorang adalah wajar, tapi kita harus tahu tempat dan waktu yang tepat sehingga tidak mempermalukan orang yang dikritik.
Di bawah ini ada beberapa cara bagi Orang Tua atau Pasangan dalam menyelesaikan masalah :
Orangtua harus yakin betul bahwa anak-anak sudah tidur atau berada diluar rumah. Jangan sampai anak-anak anda mendengar perbincangan kalian,sebab jikalau mereka mendengar kalian bertengkar, bisa membuat mereka kecewa.
Harus mendengarkan apa yang di katakan pasangan dan jangan memotong pembicaraannya.Biarkan pasangan selesai berbicara kemudian Anda. Ketika Anda berbicara,keeping it short and to the point.
Perhatikan kata-kata anda jangan sampai menyinggung perasan pasangan. Misalnya pasangan Anda berbuat salah or lupa Menjemput anak di sekolah, cobalah Anda bicara seperti ini “ GUE MARAH MA ELO DAN MERASA TAKUT KARENA ELO LUPA MENJEMPUT ANAK2” atau “ GUE MARAH KARENA TAKUT KEHILANGAN KAMU SAYANG” dari pada Anda berbicara seperti ini “ ELO MANUSIA ENGGAK BERGUNA DAN ENGGAK BERTANGGUNG JAWAB”,lah kalo kita ngomong seperti itu terhadap pasangan tentu membuat dia marah,betul ga?
Jangan pernah saling menyakiti pasangan dengan menyebut kata “ Hey ELO BODOH ATAU ELO MALES”. Memberi saran or mengkritik dengan CINTA bukan MENYAKITI.
Menjauh lalu bicara.Maksudnya adalah Kalau memang dua-duanya sama-sama marah/emosi,kalian nggak bisa berkomunikasi dengan baik,maka lebih baik kalian saling menjauh untuk beberapa jam setelah emosi kalian sudah menurun barulah kalian membicarakan kembali masalah Anda. Cobalah menahan emosi saat anda melihat pasangan Anda.
Jangan sering menyebut kata-kata seperti ini “ALWAYS“ or “NEVER”. KAMU SELALU LUPA MENJEMPUT ANAK” OR “ELO SELALU TERLAMBAT KETEMU GUE”, “LO NGGAK PERNAH MENEPATI JANJI”Kata-kata tersebut nggak baik, tapi hanya membuat pasangan bosan/muak dengerinnya.
Jangan pernah berbicara dengan memakai kata-kata orang lain, seperti contoh “SEMUA TEMEN-TEMEN GUE BILANG ELO EGGGAK BERTANGGUNAG JAWAB JUGA”, “BENER APA KATA TEMEN GUE, ELO SUKA SELINGKUH”. Lah kalau dah gini ni hhmm kompor tambah panas deh!!!!!!
Harus meminta maaf kalau Anda bener2 menyesali perbuatan Anda,jangan meminta maaf hanya karena ingin masalah cepet selesai.
Harus bisa mengambil keputusan dan jangan mengulangi hal yang sama di kemudian hari.
Harus mengetahui masing2 pasangan apakah sudah bener2 saling memaafkan?
Saling terbuka antara satu dengan yang lain, jangan pernah menyimpan sesuatu dari pasangan. JUJURLAH…..
Kalau yang bersuami istri, ajaklah anak2 Anda minum bareng kopi/juice/teh di halaman ruman sambil bercanda ria,bagus and enjoy kan?
Semoga ini bermanfaat bagi para pembaca, gue pengen melihat keluarga yang bahagia, enggak beranteeeeeeeeeeeeem melulu. Cepek dehhhhhhhh!!!!!
Thanks,
Cinta.
|