Tampilan terbaik, gunakan pixel 1024 x 768 dan Firefox

           | 
Sadap Handphone
Kontributor: Umbu   
Jumat, 08 Agustus 2008

Banyaknya kasus pengggandaan HP yang berbuntut pada rekening pulsa telepon tiba–tiba naik membuat kita jadi takut.Begitu mudahnya orang menyadap frekuensi dan nomor pesawat kita ternyata.

Apalagi software untuk menggandakan atau juga “Cellular Software and Modification Guides” tersedia banyak baik di pasaran maupun di internet  .Menurut info yang saya dapatkan si pengganda nomor telpon HP membeli HP “blank” dari luar kemudian di copy kan program dari HP asli, maksudnya untuk menghemat pulsa teleponnya dan si pengganda tidak melaporkan ke pihak penyelenggara jaringan cellular.Sebab klo dianya lapor maka bisa ketangkep  hehehe..hehe

Tanpa kita sadari proses penggandaan tsb, berakibat adanya kemungkinan data HP tsb disimpan atau malah memang sengaja disimpan oleh si pengganda lantas di copy kan ke HP blank lainnya dan kemudian muncullah HP kembarannya. Jika HP kembaran tidak resmi (clone) ini dipakai di Indonesia maka, penghitungan pulsanya ikut nomor asli-nya, yg berarti akan bertambah banyak diluar pemakaian HP asli dan kembaran yg dikehendaki sendiri oleh si pemilik.Bila kembarannya tidak resmi jumlahnya 2 atau 3 saja udah berapa tuh pertambahan rekening pulsanya

Cellular Software
Software ini hanya memerlukan input frekuensi yg dipakai utk transmisi dan definisi nomor telepon yg bakal digunakan.Perangkat yg diperlukan: PC biasa,Laptop atau komputer apa aja asal ada port komunikasi serial (COM1,COM2); Trus sebuah modul penulis program yg bisa dimasuki chip cellular telepon (HP) utk melakukan modifikasi sekaligus sbg pencetak “clone”HP tsb.Software tsb bisa didapatkan dari internet atau beli di dari luar negeri, tentu saja udah ada perangkatnya, mulai dari komputer, interface, analyzer bahkan softwarenya klo lo pade tertarik.

RF ANALYZER
Penyadapan frekuensi pemancar penerima HP bisa menggunakan Rf Analyzer, dengan mempunyai kepekaan lumayan cermat, sehingga pada jarak 10 – 20 m sinyal dari HP dapat diterima dgn baik.Cara ini bisa memungkinkan untuk dilakukan bila HP sedang ON ditempat terbuka, dimana unit Rf Analyzer bisa menjangkau pada radius yg relatif aman, dan si pemilik HP asli tidak tahu jika sedang direkam frekuensinya.( wow…hehehe..).Beberapa merk Rf Analyzer sbb: TRIO, KIKUSUI, OPTOELCTRONICS, HIOKI, TENMA, HITACHI, LEADER, HYUNDAI, FLUKE, BK-PRECISION, PHILLIPS, dsb.

DTMF DIGIT GRABBER
Selanjutnya dgn Voice Network Analyzer akan dipisahkan antara suara pembicara telepon dgn tone yg mewakili “nomor”nya, yaitu selisih waktu saat mencet nomor telepon (DTMF) dan saat sambungan diterima lawan bicara.Lewat bagian peralatan yg disebut sbg Digit Grabber akan ditampilkan sederet nomor telepon (DTMF) yg jadi incaran “si pengganda” untuk di copy kan ke HP yg masih “blank”, dan nantinya HP blank ini akan jadi “clone” dari HP aslinya

EPROM PROGRAMMER
Pengcopyan data frekuensi dan data HP hasil sadapan utk dimasukkan ke chip EPROM yg memang tersedia utk diprogram dlm HP, mudah dilakukan , yaitu dgn bantuan EPROM Writer/Programmer.sebuah card spesial utk urusan EPROM/EEPROM yg dimasukkan pada slot komputer dgn program khusus sudah dapat melakukan pengcopyan yg 100% sama persis dgn aslinya wow…hehehe.. cuman klo lo ketangkep tanggung sendiri akibatnye.

GSM CELLULAR PHONE
Hal di atas tidak akan terjadi jika sistem cellular menggunakan “scramble” dan “descramble” yg dapat merahasiakan pembicaran.Cara ini banyak dipakai pada telekomunikasi militer / stasiun tv swasta (decoder) agar pelanggan mereka berhak menerima siarannya.Bahkan scramble dan descramble udah banyak di tawarkan bagi pemakai telepon rumah yg diparalel dgn wirelessphone, sebab jenis ini juga berpotensi utk digandakan .

Saat sudah banyak HP yg menggunakan sistem GSM (Global System for Mobile), yaitu HP yg dilengkapi dengan SIM (Subscriber Identify Module), setara dgn Smart Card atau PCMCIA kartu sakti untuk komunikasi. SIM ini berupa “plug-in card” ukuran credit card dari bahan microchip yg mampu diisi program, data pemilik, datafax, videofacs dan billing system.Sistem transmisi GSM ini menggunakan scramble/descramble sehingga sulit di sadap/ditangkap, nomor DTMF ataupun informasi dalamnya.

Tapi saya sendiri Percaya klo GSM bisa di ditangkap dan disadap karena yang namanya teknologi pasti mempunyai kelemahan karena yang menciptakan masih seorang manusia…heheeh..hahah

Klo ingin bertanya bisa hub lewat email aja: Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya

Komentar
Tulis Komentar RSS
Deasy   |16-11-2008 20:00:53
Mas sy mau tnya.Hp temen sy trnyta dsadap org,terbukti nmr aslinya mati dan ga da signal.Trus org yg nyadap it sms,katanya dg nmr tmn sy it,dy pgn menguasai pekerjaan tmn sy it.Pdhl it nmr utamanya.Bnyk pembeli yg sering pesan brg melalui nmr tsbt.Tmn sy kan pembisnis.Kira2,mas bisa bantuin ga??Please mas bls.Nama sy deasy.Ni nMr hp sy 085642002240.Mksh. . .
Tau_Humba  - Gampang   |18-11-2008 08:52:39
Nih untuk ko pu teman

waktu beli kartu (SIM Card), apa itu dia pu kotak disimpan ? Itu, bagian dari kartu SIM. Kalo kartu SIM nya kita ambil, dia lobang,... Aduh lupa apa namanya..

Kalo ada itu, kasih tunjuk ke operator SIM card. Mereka bisa bikin nomor duplikat. Artinya, nomor sama, tapi yang bisa pake cuma qta. Orang lain tidak bisa pake itu nomor.. Mungkin ini yang dilakukan oleh si penyadap nomor.

Jadi, kalo beli kartu SIM, jangan buang bagian dari kartu SIM. Itu tanda buat operator telepon seluler pemilik kartu SIM buat bikin duplikat nomor, misalnya kita pu HP orang curi.
deasy.kusuma  - tertarik   |22-11-2008 15:09:28
gmna sih cara nyadap nomor orng ?
tertarik nii . byarr kita tau sms dn log keluar masug nya ?
ihsan  - perlu   |29-11-2008 01:59:25
saya bth sadaphp, tlng krim info k mail sy contac person yg bs di hub.
punya sadaphp yg dioperatori dr internet ngk.sgr pentng
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
Silahkan masukan kode anti-spam yang Anda lihat di dalam gambar.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >