|
Hari minggu yang cerah, 4 Nov 2007, hari ini tidak ada kerjaan, jadi saya putuskan untuk jalan-jalan lagi ke tempat favorit saya di Tokyo, namanya Yoyogi Koen. Yoyogi itu nama tempatnya, sedangkan Koen dalam bahasa jepang artinya taman. Hari minggu atau hari-hari libur biasanya selalu ramai dikunjungi orang-orang. Dan hari ini, ramai sekali! Seperti biasa saya lebih dulu melihat-lihat cewek-cewek yang suka berdandan gothic lalu mejeng di sana. Hanya untuk mejeng saja setelah berjam-jam lamanya dandan, belum lagi kalau rumahnya jauh, kan mesti naik kereta dulu. Mereka akan sangat senang kalau ada yang minta untuk foto bersama.
Saya lebih suka untuk momotret mereka. Jadi bisa dilihat di foto-foto yang saya upload…mudah-mudahan cukup dimuat disini.. Lalu di sebelah, ada “orang asik” yang suka bawa stereo, pasang lagunya U2, lalu bernyanyi keras-keras, berjam-jam! CD nya 1 ajah. Ya albumnya U2 itu….yang ada lagu walk on. Dia gak perduli siapapun waktu lagi “konser”, kayak dia tinggal sendirian di Jepang! Saya terus lagi ke taman. Dari kejauhan udah terdengar sangat bising dengan bunyi-bunyian dari stereo. Ada orang-orang dari jamannya rock n roll, seperti difil Saturday night fever gitu. Mereka berdandan dengan jaket dan celana kulit, sepatu kulit, rambut di “olah” dengan style jaman dulu. Pokoknya style jaman Elvis Presley. Keren. Mereka memasang lagu-lagu rock n roll jaman dulu, lalu berjoget bareng-bareng. Jadi tontonan juga. Saya bisa lihat itu tiap kali datang, selalu ada 2 kelompok yang berbeda dengan peralatan yang dibawa juga berbeda. Masing masing punya 30 menit untuk “tampil”. Setelah 30 menit lewat, harus istirahat. Teratur. Lebih jauh lagi saya berjalan, suaranya makin gaduh, sound system dengan lagu yang bermacam macam. Ini tempat favorit saya! Disepanjang jalur pejalan kaki yang lebarnya sama dengan jalan didepan rumah saya di Matawai, berjajar begitu banyak band yang in action. Ada yang main gitar sambil nyanyi, duet, trio, ada berempat dan ada juga yang berlima, bahkan ditempat yang paling luas, karena ada pertigaan, ada yang pasang 3 meter speaker lalu nge-DJ. Bayangin bising. Biasanya mereka berjarak 10 meteran, tapi ada juga yang bersebelahan. Nah, kalau udah begini, seperti biasanya pake hukum alam 30 menit itu tadi. Rata rata cara mereka bermain dan musik yang mainkan bagus, dan semuanya lagu yang mereka buat sendiri. Jarang sekali anak muda Tokyo main band dengan lagu buatan orang lain. Entah arti lirik lagunya bagus atau tidak, tapi musiknya bagus sekali. Pemilihan chord-chord-nya sangat maju. Musisi jalanan Tokyo sepertinya berlomba-lomba bikin lagu yang bagus. Rasanya tidak ada yang jelek selama saya ketemu mereka di jalanan. Ada lagi tempat lain yang namanya Shinjuku, ini tempat terminal kereta listrik terbesar di Tokyo. Di sini tiap sore selalu saja ada musisi jalanan yang main musik. Mereka bukan pengamen yang mengharapkan duit recehan dari penonton seperti pengamen di Indonesia. Mereka punya kerja tetap dan bermusik biasanya hanya hobby yang benar-benar mereka tekuni. Oke, kembali lagi ke Yoyogi Koen. Saya lalu berkenalan dengan Mar dan Amari, mereka berduet. Gitar/Vocal dan drum. Amari ini, meskipun cewek dengan badan yang kecil seperti anak SMP, gebukan drumnya aduhai. Seperti campuran jazz, fusion dan pop. Gayanya bermain juga asik ditonton. Atraktif sekali, anak ini pasti lulusan sekolah drum. Saya teringat Edo, teman saya di Bali yang lulusan sekolah drum di USA. Pukulannya mirip mirip dia. Saya bikin beberapa foto mereka. Mereka ternyata pernah liburan ke Bintan dan nginap di Bintan Lagoon Hotel, saya juga pernah main musik di lobby hotel itu selama lebih kurang 6 bulan. Lalu ada lagi Kiki, dia cewek manis yang main gitar dan nyanyi sendiri, benar-benar tenggelam suaranya kalah sama pemusik bersound system. Sayang sekali saya tidak bikin foto dia, mungkin lain kali kalau ke Yoyogi Koen lagi, bisa bertemu. Pemusik, DJ dan “tukang joget” yang semuanya pakai sound system dengan tenaga listrik, jadi semuanya bawa genset sendiri-sendiri. Bayangkan band yang bawa amplifier berukuran besar, drum set, speaker, belum lagi peralatan musiknya sendiri. Semuanya dibawa pulang sendiri. Ada juga bazaar disebelah jalan. Makanan, pakaian, mainan anak-anak dan macam-macam stand berjajar rapi. Semuanya ada setiap hari Minggu pagi sampai sore menjelang malam. Mudah-mudahan minggu depan tidak hujan.
|