Tampilan terbaik, gunakan pixel 1024 x 768 dan Firefox

           | 
Kehidupan Malam Kota Waingapu (Bagian I)
Kontributor: Dion Umbu Ana Lodu   
Sabtu, 16 Agustus 2008

Antara Desah Nafas & Detik-Detik Berlendirnya Sabana

Waingapu terus menata diri sebagai gerbang Pulau Sumba, berbagai terobosan dan langkah inovatif terus dilakukan oleh Pemerintah kabupaten Sumba Timur (Sumtim). Berbagai hal positif terus dirasakan warga. Namun ibarat satelit yang terus menguntit, sisi negatif geliat kota Waingapu terus membayangi. Seiring dengan tumbuh kembangnya aktifitas ekonomi masyarakat kota, dunia malam kota Waingapu pun mulai bergelora, ada sesuatu yang perlu untuk disibak dan sesegera mungkin disikapi guna dibenahi. Beberapa tempat yang dulunya dilirik sebelah mata, ternyata kini  menyimpan sisi yang cukup kelam. Beberapa sudut Sabana Sumtim yang masih dalam wilayah kota Waingapu, bisa disulap oleh segelintir orang menjadi ‘Taman Eden’ tatkala aksi berbugil ria alias ‘ukur badan’ dipraktekan.

Mungkin menjadi rahasia umum para penikmat dan para petualang cinta dan asmara sesaat, beberapa tempat yang jika disiang hari nampak mempesona dan menjanjikan keindahan, malamnya ternyata penuh lenguhan dan desahan birahi dari oknum-oknum mengumbar hasrat birahi yang boleh jadi hanya sekelumit yang berlandaskan cinta sejati.

Beberapa tempat seperti sekitar patung Kuda  (Km.9 arah barat Kota Waingapu) yang sejatinya meruapakn pintu gerbang kota Waingapu dari arah barat, dibalik pesonanya juga menyimpan cukup banyak kisah. Dari kisah penemuan mayat yang hingga kini masih misteri sampai kisah berlariannya dua sejoli tanpa busana yang lagi menuntaskan libidonya tatkala terkena sorot lampu sepeda motor  Buser yang dalam suatu waktu tanpa sengaja melewati areal patung kuda tepatnya dijalan lama.

Penasaran dengan kenyataan ini, beberapa pekan kemudian Buser pun mulai menelusuri praktek liar para penikmat dan petualang  beberpa pekan lalu kembali menemukan hal yang sama juga pengakuan dari sejumlah pihak bahwa tempat tersebut meruapakn tempat yang memang menjadi langganan untuk menumpahkan hasrat, bercumbu, menghangatkan cinta, berpacaran hingga melakukan hal yang menyimpang. “Di patung kuda memang karena terang hanya ada beberapa pasangan saja dengan motor dan mobil kongkow-kongkow dan menghabiskan malam. Hal yang dilakukan juga masih tergolong wajar, yakni sebatas ciuman dan pelukan hangat. Namun disekitar tempat yang mulai remang dan tidak terjangkau cahaya lampu, kalau saja tiba-tiba disorot dengan lampu, bisa dengan mudah ditemui pasangan-pasangan yang lagi asyik batunggang dan berbuat mesum,” tandas seorang yang enggan identitasnya diekpos mewakili sejumlah komentar senada warga lainnya.

Tidak hanya di sekitar patung kuda, di sekitar sarana peribadatan umat Hindu tidak jauh dari tempat itu juga sering menjadi tempat berpacaran dan tempat mengumbar birahi pasangan-pasangan yang sebenarnya masih tergolong muda bahkan para remaja. “Di sekitar tempat sembayang umat hindu juga sering dipakai tempat gituan. Apalagi, tempat itu hanya dipakai pada saat ada upacara-upacara keagamaan umat Hindu saja, kalau tidak ada katifitas keagamaan maka tempat itu sepi dan yang meramaikan justru pasangan-pasangan muda dan pasangan remaja. Ada baiknya, jika Pol PP Sumtim merazia tempat-tempat itu, karena sangat meresahkan,” tandas sejumlah warga senada.

Malam di kota Waingapu, di padang sabana sekitar patung kuda mulai berlendir dan diramaikan dengan desahan dan lenguhan birahi, menemani sang jangkrik dan binatang lam lainnya.

Ternyata, bukan hanya patung kuda saja yang menjadi tempat favorit para petualang asmara yang diyakini sebagian besarnya terlarang itu. Wilayah pantai Kuta  Londa Lima dan Londa Empat, yang siang harinya cukup ramai dengan para pengunjung dan penikmat pasir putih, gelombang serta hawa laut, pada malam harinyapun mendapat teman yang mengiringi gelora ombaknya. Pasangan-pasangan yang dimabuk ‘dewa amor’, juga menuntaskan hasrat, mengiringi deburan omabk dengan desahan dan rintihan hangat dan mesra penuh arti. “Kalau bisa di pantai kuta Londa lima dan Londa empat juga di razia agar tidak menjadi tempat mesum,” tegas sejumlah warga yang ditemui dan menghubungi Buser beberapa waktu lalu menunjukan kepedulian dan keprihatinannya meski kembali lagi enggan identitasnya di expose.

Ini mungkin sekelumit sisi lain dari geliatnya kota Waingapu, kehidupan malamnyapun mulai bergelora. Masih ada yang mungkin belum terbaca dan masih menjadi rahasia yang hanya menunggu waktu untuk disibak dan terungkap. Tidak terkecuali, ‘Fenomena Dunia Gemerlap’ (Dugem) yang kini mulai menjamah kota Waingapu. Fenomena yang masih belum bisa diterima semua pihak, fenomena yang hingga kini masih terus bergelut dengan kontroversi. (bersambung)

Sumber: Mingguan Buser Timur-NTT

Komentar
Tulis Komentar RSS
persia  - terima kasih   |18-08-2008 00:48:07
saya salutdan berterima kasih atas keprihatinan BUSER dan juga warga waingapu.sudah seharusnya praktik2 ilegal dan tak bermoral itu dienyahkan dari waingapu.saya setuju jika pemerintah dan aparat terkait melakukan razia dan lebih baik lagi jika ada perda tentang antikemaksiatan sehingga razia2 yang dilakukan memiliki payung hukum serta penertiban kegiatan tak beradab tersebut berjalan lancar.
UT  - comment   |22-08-2008 23:40:05
kl tulis artikel yg sopan sedikit dong bahasa nya
jangan tulis se-enak nya saja..
angel  - waduh waduh   |24-08-2008 21:39:52
wah wgp dah mau jd kota metropolis ni
y wlpn pak polpp nya razia tiap hr jg kalo emg dr pelaku ada niat y bs penuh pnjr dr org mesum
mendingan para ortu yg diingtkan ank cwe y mbok diprhtkn prg sm sp
plg jgn mlm-mlm
ntar ada apa-apa kn klg jg yg malu
prbtn maksiat mah di semua blhn dunia pst ada
chece  - TanGkap.....   |26-08-2008 21:42:45
Bagi aparat yang berwajib kLo ngeliat paSangan yG kayak gt,tangkep aje.g usah sungkan2.
Dari paDa dipelihara, merusak citRa kab.SumTim ja!!!
angel  - setuju   |26-08-2008 22:12:39
wah wap gw setju bgt sm UT
masa di artikel pake kata-kata gt
yg lht kn bkn org smba doank
kn malu..
Lovely girl  - Terlalu berlebihan deh nulisnya   |27-08-2008 07:13:22
avatar Saya ga setuju banget dengan kata2 artikel diatas yang bilang BERLENDIR,LENGUHAN dan segala macam bahasa yang norak.Yang anda maksud kan lendir apa?emang anda pernah menemukan lendir2 seperti itu? Kata2nya ga sopan sama sekali. Sekarang dari kesadaran pribadi masing2.waktu gue di sumba,malam2 sepi banget kok.ga usah terlalu munafik deh.
Dunia sekarang dah modern,
Lovely girl  - nyari sensasi ye?   |27-08-2008 07:17:14
avatar Nyari sensasi maybe.
Bu'ang syah,Bu'ang ikaw who wrote this artikel,pangit.
ipung  - KOmentarin Aja   |02-09-2008 13:12:46
Soal Pacaran Sampe Lupa segala - galanya ya biasalah ( ng Perlu munafik dari anak SMP sampe yang tua Juga sama Walau tempatnya Yang Paling Aman sekalipun ) Cuman Yang paling penting Giman Bahasanya Enak Di baca Nga Malah Mengajak Kita BErpikiran Porno, waktu Baca Gua Malah Banyangkan Gimana Tu lendirnya.
chris  - bahasax yang baik dong.....   |03-09-2008 11:45:19
memang g ada kata2 yg lbh baik utk menginfokan hal2 ky gini....
pilih kata2 yang berkualitas dong soalnya ini dibaca banyak org...
bisa malu sendirikan org sumbanya...
daffa  - Nggak aneh   |04-09-2008 13:44:21
Yang aneh itu yang nulis artikelnya. Kl aku bilang "bleguk", tujuannya apa coba bikin tulisan kayak begitu. Kl menurut saya tulisan kayak gt justru ajakan utk berbuat mesum. Sediiihhhh
daffa  - Nggak aneh   |04-09-2008 14:50:32
Yang aneh itu yang nulis artikelnya. Kl aku bilang "bleguk", tujuannya apa coba bikin tulisan kayak begitu. Kl menurut saya tulisan kayak gt justru ajakan utk berbuat mesum. Sediiihhhh
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Judul:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
Silahkan masukan kode anti-spam yang Anda lihat di dalam gambar.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
< Sebelumnya   Berikutnya >