Kehidupan Malam Kota Waingapu (Bagian I) |
|
|
|
| Ditulis oleh Dionisius Umbu Ana Lodu |
| Minggu, 17 Agustus 2008 04:21 |
|
Mungkin menjadi rahasia umum para penikmat dan para petualang cinta dan asmara sesaat, beberapa tempat yang jika disiang hari nampak mempesona dan menjanjikan keindahan, malamnya ternyata penuh lenguhan dan desahan birahi dari oknum-oknum mengumbar hasrat birahi yang boleh jadi hanya sekelumit yang berlandaskan cinta sejati. Beberapa tempat seperti sekitar patung Kuda (Km.9 arah barat Kota Waingapu) yang sejatinya meruapakn pintu gerbang kota Waingapu dari arah barat, dibalik pesonanya juga menyimpan cukup banyak kisah. Dari kisah penemuan mayat yang hingga kini masih misteri sampai kisah berlariannya dua sejoli tanpa busana yang lagi menuntaskan libidonya tatkala terkena sorot lampu sepeda motor Buser yang dalam suatu waktu tanpa sengaja melewati areal patung kuda tepatnya dijalan lama. Penasaran dengan kenyataan ini, beberapa pekan kemudian Buser pun mulai menelusuri praktek liar para penikmat dan petualang beberpa pekan lalu kembali menemukan hal yang sama juga pengakuan dari sejumlah pihak bahwa tempat tersebut meruapakn tempat yang memang menjadi langganan untuk menumpahkan hasrat, bercumbu, menghangatkan cinta, berpacaran hingga melakukan hal yang menyimpang. “Di patung kuda memang karena terang hanya ada beberapa pasangan saja dengan motor dan mobil kongkow-kongkow dan menghabiskan malam. Hal yang dilakukan juga masih tergolong wajar, yakni sebatas ciuman dan pelukan hangat. Namun disekitar tempat yang mulai remang dan tidak terjangkau cahaya lampu, kalau saja tiba-tiba disorot dengan lampu, bisa dengan mudah ditemui pasangan-pasangan yang lagi asyik batunggang dan berbuat mesum,” tandas seorang yang enggan identitasnya diekpos mewakili sejumlah komentar senada warga lainnya. Tidak hanya di sekitar patung kuda, di sekitar sarana peribadatan umat Hindu tidak jauh dari tempat itu juga sering menjadi tempat berpacaran dan tempat mengumbar birahi pasangan-pasangan yang sebenarnya masih tergolong muda bahkan para remaja. “Di sekitar tempat sembayang umat hindu juga sering dipakai tempat gituan. Apalagi, tempat itu hanya dipakai pada saat ada upacara-upacara keagamaan umat Hindu saja, kalau tidak ada katifitas keagamaan maka tempat itu sepi dan yang meramaikan justru pasangan-pasangan muda dan pasangan remaja. Ada baiknya, jika Pol PP Sumtim merazia tempat-tempat itu, karena sangat meresahkan,” tandas sejumlah warga senada. Malam di kota Waingapu, di padang sabana sekitar patung kuda mulai berlendir dan diramaikan dengan desahan dan lenguhan birahi, menemani sang jangkrik dan binatang lam lainnya. Ternyata, bukan hanya patung kuda saja yang menjadi tempat favorit para petualang asmara yang diyakini sebagian besarnya terlarang itu. Wilayah pantai Kuta Londa Lima dan Londa Empat, yang siang harinya cukup ramai dengan para pengunjung dan penikmat pasir putih, gelombang serta hawa laut, pada malam harinyapun mendapat teman yang mengiringi gelora ombaknya. Pasangan-pasangan yang dimabuk ‘dewa amor’, juga menuntaskan hasrat, mengiringi deburan omabk dengan desahan dan rintihan hangat dan mesra penuh arti. “Kalau bisa di pantai kuta Londa lima dan Londa empat juga di razia agar tidak menjadi tempat mesum,” tegas sejumlah warga yang ditemui dan menghubungi Buser beberapa waktu lalu menunjukan kepedulian dan keprihatinannya meski kembali lagi enggan identitasnya di expose. Ini mungkin sekelumit sisi lain dari geliatnya kota Waingapu, kehidupan malamnyapun mulai bergelora. Masih ada yang mungkin belum terbaca dan masih menjadi rahasia yang hanya menunggu waktu untuk disibak dan terungkap. Tidak terkecuali, ‘Fenomena Dunia Gemerlap’ (Dugem) yang kini mulai menjamah kota Waingapu. Fenomena yang masih belum bisa diterima semua pihak, fenomena yang hingga kini masih terus bergelut dengan kontroversi. (bersambung) Sumber: Mingguan Buser Timur-NTT |
Berita Terkini
18 May 2012
- 17 May 2012 Jembatan Darurat Payeti: Telah Dibangun dengan Model yang Lebih 'Akrab' dengan Kaum Perempuan
- 16 May 2012 Hujan Berkepanjangan: Cemaskan Warga Pengguna Jembatan Darurat Payeti
- 10 May 2012 MTQ NTT akan Diinkulturasi: Bentuk Dukungan, Usulan Tenun Sumba Jadi Warisan Dunia
- 09 May 2012 Sebrangi Sungai & Bukit Terjal: Siswa SD Bidipraing Akhirnya di Asramakan Selama Pelaksanaan UN
- 08 May 2012 Listrik Proyek PNPM hanya Pajangan: Anak Lai Hiding Belajar Pakai Pelita untuk Hadapi UN
- 03 May 2012 PLN Janji Bina & Tindak Pencatat Meter Nakal
- 27 April 2012 Tikus ‘Invasi’ Lahan Pertanian : Warga Kombapari Terancam Gagal Panen
- 26 April 2012 Warga Mengadu ke DPRD: Diduga Petugas Pencatat Meter PLN Kerja ‘Curi Tulang’
- 24 April 2012 Cara Siswa/i SMPN Nggoa Hadapi UN: Gunakan Lampu Pelita Saat Belajar, Jalan Kaki 7 KM ke Sekolah
- 16 April 2012 Diduga Karena Belum Terima Gaji, Staf Dispenduk Sumba Timur Mogok Berkantor
- 13 April 2012 Naskah Ujian Nasional di Sumba Timur Kurang
- 08 April 2012 18 Tahun Didera Hydrochepalus & Lumpuh: Walau Lirih, Zakarias Tetap Bersenandung
- 06 April 2012 Jemaat GKS Kambaniru Gelar Prosesi Jalan Salib
- 05 April 2012 Sekolah di Sumba Timur, 75% Dibawah Standart Mutu Nasional
- 04 April 2012 Apresiasi Perjuangan Anak Lai Hiding: Dinas PPO Sumba Timur Rencanakan Bangun Sekolah Paralel
- 03 April 2012 Belajar dari Agustinus: Sosok Sederhana di Balik Perjuangan Anak-Anak Lai Hiding
- 31 March 2012 ‘Uji Nyali’ Anak Dusun Lai Hiding: Ke Sekolah Bagaikan Terjun ke Arena Sabung Nyawa
- 29 March 2012 Bangunan Pasar Papuu dan Kiritana Mubazir: TPI & Pabrik Es Waingapu Bernasib Serupa
- 28 March 2012 Harga BBM Belum Resmi Naik: Harga Sejumlah Sembako Menang Satu Langkah!




Waingapu terus menata diri sebagai gerbang Pulau Sumba, berbagai terobosan dan langkah inovatif terus dilakukan oleh Pemerintah kabupaten Sumba Timur (Sumtim). Berbagai hal positif terus dirasakan warga. Namun ibarat satelit yang terus menguntit, sisi negatif geliat kota Waingapu terus membayangi. Seiring dengan tumbuh kembangnya aktifitas ekonomi masyarakat kota, dunia malam kota Waingapu pun mulai bergelora, ada sesuatu yang perlu untuk disibak dan sesegera mungkin disikapi guna dibenahi. Beberapa tempat yang dulunya dilirik sebelah mata, ternyata kini menyimpan sisi yang cukup kelam. Beberapa sudut Sabana Sumtim yang masih dalam wilayah kota Waingapu, bisa disulap oleh segelintir orang menjadi ‘Taman Eden’ tatkala aksi berbugil ria alias ‘ukur badan’ dipraktekan.
Komentar
pilih kata2 yang berkualitas dong soalnya ini dibaca banyak org...
bisa malu sendirikan org sumbanya...
Bu\'ang syah,Bu\'ang ikaw who wrote this artikel,pangit.
Dunia sekarang dah modern,
masa di artikel pake kata-kata gt
yg lht kn bkn org smba doank
kn malu..
Dari paDa dipelihara, merusak citRa kab.SumTim ja!!!
y wlpn pak polpp nya razia tiap hr jg kalo emg dr pelaku ada niat y bs penuh pnjr dr org mesum
mendingan para ortu yg diingtkan ank cwe y mbok diprhtkn prg sm sp
plg jgn mlm-mlm
ntar ada apa-apa kn klg jg yg malu
prbtn maksiat mah di semua blhn dunia pst ada
RSS feed untuk komentar posting ini.