Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Kam 09 Februari 2012
Banner

Kehidupan yang Sejahtera

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh apriani ana milla   
Jumat, 26 Juni 2009 15:14

setiap orang pasti menginginkan kehidupan yang bahagia, tetapi pada kenyataan nya hidup ini penuh dengan masalah dan pergumulan. ibarat nya mati satu tumbuh seribu, satu masalah berlalu datang lagi masalah yang lebih besar. semakin besar suatu masalah , semakin mengajari kita untuk lebih dewasa lagi. kita harus bersyukur karena masalah2 yang datang silih berganti dalam kehidupan ini, karena tanpa masalah kita kita tidak akan mengerti arti dari sebuah kehidupan.

Setiap orang pasti mempunyai masalah dalam hidup nya, tidak ada manusia di dunia ini yang terbebas dari masalah2 pergumulan kehidupan. Ada orang yang bilang kalau masalah itu datang nya dari Tuhan, tapi sebenar nya masalah itu datang dari kesalahan kita dan keinginan kita sendiri. orang ketika dia mempunyai masalah baru ingat Tuhan dan mulai mencari kesalahan Tuhan seakan - akan Tuhan yang mendatangkan masalah itu dalam hidup nya. Tuhan tidak pernah mencobai manusia, tetapi manusia itu sendiri yang mencobai dirinya sendiri. jadi, selalu dekatkan diri pada Tuhan agar kita selalu siap menghadapi masalh2 yang ada dan yang akan datang.

 

Komentar  

 
0 #1 Kaparrak 2009-08-13 14:52
Kata orang, hidup tanpa masalah, bagai makanan tanpa garam. Apa ini benar? Ato ada juga tidak benarnya? Kenapa orang tidak bisa makan tanpa garam?
Macam tidak sambung begitu. Kalo dibaca ulang-ulang, baru tau, ternyata, ada hubungannya...
JUST TO WRITE SOMETHING, ANYWAY.
THANKS
 
 
0 #2 Menggit Matamba 2011-04-19 11:54
Ya, benar..........
Kita sebenarnya tahu bahwa selama ini hanya dijadikan ‘object’ keuntungan bagi orang lain yang telah menguasai birokrasi di pemerintahan Sumba Timur, namun kita tidak bisa lepas dari posisi tersebut, yang berarti kita itu tetap dijajah oleh kaum sebangsa dan para pendatang.
Yang namanya dijajah, hal yang bagus dibilang saja buruk, yang sebenarnya besar dibilang kecil, yang sebenarnya baik dibilang jahat, yang sebenarnya kaya dibilang miskin, jadi semuanya terserah dari mulut para penjajah. Hanya kentut dibilang berak-berak, padahal itu hal yang alamiah dan tidak perlu dibilang-bilang.
Ayo berjuang melawan penjajahan yang ada…………..!

Kalau kita melihat sampai ke dasa-desa, banyak orang di desa sana yang memiliki hewan dalam jumlah yang banyak, tetapi setelah ditelusuri, ternyata hewan tersebut bukan milik pribadi mereka. Sebagian besar itu adalah milik orang lain dan juga bukan milik Maramba mereka atau pemilik tanah di daerah tersebut.
Ayo telusuri………………… …………………!

Jadi sekarang ini, kita harus tetap waspada terhadap ancaman bahaya laten ‘KOMUNIS’ yang terus meronrong dan menghancurkan kehidupan asli masyarakat Sumba Timur. Komunis itu yang mengacau keamanan dan yang selalu mengganggu. Jahatnya KOMUNIS, tuan-tuan tanah dipermalukan, tuan-tuan rumah di-usir dari rumah. Komunis itu suka menghasut masyarakat kelas bawah atau golongan bawah dan para tenaga kerja untuk berontak dan melawan para majikan dan merampas atau mengambil alih asset atau hak milik majikannya. Mereka terlalu jahat…….

Oleh karena itu, saya himbau agar tetap mau berjuang, berperang melawan kemiskinan dan kebodohan supaya jangan tertipu lagi dan jangan diganggu lagi, karena kemiskinan dan kebodohan adalah 2 (dua) unsure yang membentuk 1 (satu) lingkaran setan.

Thanks..............
 
 
0 #3 Tau Katoba 2011-05-08 22:34
Weeeiiiiik,………… terlalu sadissss……….
 

Tambah komentar


Kode keamanan
Refresh