Kementerian Lingkungan Hidup Berjanji ke Wanggameti |
|
|
|
| Rabu, 12 May 2010 12:33 |
|
Dalam kesempatan tersebut, Siti Maemunah dari JATAM menjelaskan berbagai persoalan terkait penambangan emas di Wanggameti. Mulai dari kerusakan lingkungan berupa mengeringnya sejumlah mata air dan penebangan pohon untuk membuka lahan pertambangan. “ Sejak awal Masyarakat sudah menolak keberadaan Tambang di kawasan Wanggameti karena daerah tersebut merupakan paru-paru Sumba Timur untuk ketersediaan air dan hulu bagi beberapa sungai besar dan kecil di sana. Hal itu berarti Wanggameti adalah salah satu sumber penghidupan dan kehidupan rakyat,” ungkapnya. Sementara itu, Siti Maemunah menambahkan bukti dari penolakan warga yakni sejak tanggal 7 hingga 10 Mei 2010, Masyarakat Wanggameti berdemonstrasi di Kantor Pemda Sumba Timur. Dalam aksi tersebut, mereka meminta Bupati untuk mencabut Ijin Usaha Pertambangan eksplorasi yang dikantongi pihak PT. Fathi Resources. Fakta lain yang juga mengemuka dalam dialog tersebut, JATAM meminta pihak Kementerian Lingkungan Hidup untuk melakukan penyelidikan lingkungan di kawasan Taman Nasional Wanggameti. Setelah mendengar pemaparan dari JATAM, Ilyas Asaad mengatakan bahawa pihaknya akan serius untuk menangani kasus ini. “ Dalam minggu ini atau minggu depan tim kami akan agendakan untuk melakukan penyelidikan lingkungan di sana,” ujar Ilyas. Beliau menyayangkan penambangan yang selalu saja gagal untuk memperhatikan aspek daya dukung dan tampung lingkungan hidup. Sementara itu, Andrie Wijaya, Koordintor JATAM mengungkapkan tambang pasti rakus lahan, air dan energi ini jelas mengancam keselamatan pulau Sumba dan penghuninya. “ Apalagi sekarang banyak pulau yang mulai mengalami krisis air akibat praktek pertambangan,” tuturnya. Oleh karenanya, JATAM mendukung aksi penolakan yang dilakukan oleh warga. Sekilas Wanggameti Taman Nasional Wanggameti berada di bagian Tenggara Sumba ini meliputi 43.000 ha. Hampir semua jenis habitat hutan Sumba dijumpai dikawasan ini. Puncak Gunung Wanggameti (1,255 m.) merupakan dataran tertinggi dari permukaan laut. Kawasan ini habitat dari 77 jenis burung, yang beberapa diantaranya jenis endemik hutan Sumba. Gerak hidup penduduk di Wanggameti tak jauh dari kesahajaan alam, macam bertani, ternak, mengolah hasil hutan, kayu, obat-obat tradisional, tenun ikat dari pohon soga, dan pemanfaatan kayu gaharu. Kita tentu berharap pembangunan untuk kesejateraan rakyat harus tetap dijalankan. Tapi pembangunan harus tetap juga mengedepankan aspek lingkungan hidup dan yang terpenting terpenuhinya hak-hak masyarakat untuk hidup nyaman dan tentram di tanahnya. Selain itu, anak cucu kita kelak juga butuh lingkungan yang memadai dan mempunyai daya dukung bagi kehidupan mereka. Tags:
|




Pada hari Rabu, 10 Mei 2010, Tim Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) dan WALHI menyampaikan persoalan Tambang Emas yang dilakukan di daerah sekitar Taman Nasional Wanggameti kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Dalam dialog yang diselenggarakan di kantor Menteri Lingkungan Hidup tersebut hadir Deputi Menteri Bidang Penataan Lingkungan, Ilyas Asaad dan Kepala Bidang Pengaduan, Ciciclia Sulastri.
Komentar
yang pertama HENTIKAN PENAMBANGAN EMAS,
yang kedua, HENTIKAN PENAMBANGAN EMAS dan
yang ketiga HENTIKAN PENAMBANGAN EMAS...
SELESAI !!
Yup betullllllllll
sebernanya tidak wajar kalau taman nasional dijadikan sebagai tempat penambanagan.karna,,,dapat menyebabkan kerusakan lingkungan alam sumba,,, yang begitu indah,,
2. siapakah yang harus dapat dipertanggumgja wabkan????
menurut isu si yang saya dengar penambangan ini sudah di lakukan dari tahun 2007,,, berarti sudah dari 4 tahun yang lalu,,, kok bisa pemda seenakx saja melepas orang2 yang tidak bertanggungjawa b merusak lingkungan alam sumba ini??? apakah ada pelicinx atow,,, ingin melihat generasi mudah sumba yang menderita akibat penambangan ini???
RSS feed untuk komentar posting ini.