Keramik |
|
|
|
| Ditulis oleh Nikson |
| Rabu, 25 Juni 2008 19:40 |
|
Keramik diproduksi oleh para seniman atau pabrik dan tanah liat atau kaolin menjadi bahan bakunya. Pada dasarnya tanah liat atau pun kaolin bukanlah benda yang berharga, benda tersebut hanyalah tanah. Akan tetapi ketika benda tersebut dibentuk oleh seorang seniman yang ahli, maka tanah itu berubah menjadi sebuah benda yang memiliki nilai. Tanah itu berubah menjadi sebuah benda yang berguna untuk alat-alat rumah tangga maupun hiasan-hiasan di rumah kita. Di Tiongkok ada sebuah kota yang bernama Jing Dezhen, sejak 2000 tahun yang lalu kota ini dikenal sebagai kota keramik yang menghasilkan karya-karya yang bermutu tinggi. Bahkan dari 20 seniman keramik terbaik di dunia, beberapa justru berasal dari kota ini. Percaya atau tidak Fung Sang So seorang seniman keramik yang berasal dari Jing Dezhen ini menciptakan sebuah karya yang bernama Bola Dunia dan karyanya dihargai sebesar Rp. 2 milyar dalam sebuah pameran keramik Cina di Surabaya. Coba Kita bayangkan, sebagai karya yang menggunakan tanah sebagai bahan bakunya dapat menghasilkan nilai yang begitu luar biasa, karena tanah itu berada di tangan seseorang yang sangat ahli. Tapi pernahkan kita mendengar seorang penjunan yang maha Ahli? Ia telah menciptakan manusia dari tanah liat, kemudia dihembusi dengan nafas-Nya sehingga menjadi makhluk hidup. Itu kita, Anda dan saya. Sang maha seniman itu telah menciptakan sebuah karya yang sangat indah yaitu manusia. Sebuah karya yang tidak ternilai harganya, bukan? Akan tetapi sangat disayangkan, manusia yang sangat unit itu kurang bisa saling menghargai seorang dengan yang lain. Tindakan pelecehan dan saling menindas sering terjadi. Tindakan penguguran kandungan atau aborsi dan tindakan pembunuhan pun sering diberitakan dalam surat-surat kabar. Bahkan banyak tidak menghargai hidupnya sendiri yang diberikan Tuhan, akibatnya banyak orang yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara nekat alias bunuh diri (kasus SMK Negeri 1 Waingapu seperti yang ditulis oleh saudara saya nelang). Pada hal Sang Pencipta itu sendiri begitu menghargai manusia termasuk Anda san saya, sebagai sebuah ciptaan-Nya yang tertinggi, namun kita sendiri justru yang merusaknya. Bukankah kita jau lebih berharga dari keramik-keramik pajangan yang mati dan kaku itu? Jika Sang Pencipta begitu menghargai kita, marilah kita pun saling menghargai seorang dengan yang lain. Jagalah dan peliharalah hidup ini sebagai sebuah kekayaan yang sangat bernilai tinggi. |
Berita Terkini
18 May 2012
- 17 May 2012 Jembatan Darurat Payeti: Telah Dibangun dengan Model yang Lebih 'Akrab' dengan Kaum Perempuan
- 16 May 2012 Hujan Berkepanjangan: Cemaskan Warga Pengguna Jembatan Darurat Payeti
- 10 May 2012 MTQ NTT akan Diinkulturasi: Bentuk Dukungan, Usulan Tenun Sumba Jadi Warisan Dunia
- 09 May 2012 Sebrangi Sungai & Bukit Terjal: Siswa SD Bidipraing Akhirnya di Asramakan Selama Pelaksanaan UN
- 08 May 2012 Listrik Proyek PNPM hanya Pajangan: Anak Lai Hiding Belajar Pakai Pelita untuk Hadapi UN
- 03 May 2012 PLN Janji Bina & Tindak Pencatat Meter Nakal
- 27 April 2012 Tikus ‘Invasi’ Lahan Pertanian : Warga Kombapari Terancam Gagal Panen
- 26 April 2012 Warga Mengadu ke DPRD: Diduga Petugas Pencatat Meter PLN Kerja ‘Curi Tulang’
- 24 April 2012 Cara Siswa/i SMPN Nggoa Hadapi UN: Gunakan Lampu Pelita Saat Belajar, Jalan Kaki 7 KM ke Sekolah
- 16 April 2012 Diduga Karena Belum Terima Gaji, Staf Dispenduk Sumba Timur Mogok Berkantor
- 13 April 2012 Naskah Ujian Nasional di Sumba Timur Kurang
- 08 April 2012 18 Tahun Didera Hydrochepalus & Lumpuh: Walau Lirih, Zakarias Tetap Bersenandung
- 06 April 2012 Jemaat GKS Kambaniru Gelar Prosesi Jalan Salib
- 05 April 2012 Sekolah di Sumba Timur, 75% Dibawah Standart Mutu Nasional
- 04 April 2012 Apresiasi Perjuangan Anak Lai Hiding: Dinas PPO Sumba Timur Rencanakan Bangun Sekolah Paralel
- 03 April 2012 Belajar dari Agustinus: Sosok Sederhana di Balik Perjuangan Anak-Anak Lai Hiding
- 31 March 2012 ‘Uji Nyali’ Anak Dusun Lai Hiding: Ke Sekolah Bagaikan Terjun ke Arena Sabung Nyawa
- 29 March 2012 Bangunan Pasar Papuu dan Kiritana Mubazir: TPI & Pabrik Es Waingapu Bernasib Serupa
- 28 March 2012 Harga BBM Belum Resmi Naik: Harga Sejumlah Sembako Menang Satu Langkah!




Judul di atas merupakan kata yang lazim disebut oleh seorang tukang bangunan yang tentunya ini berhubungan dengan bangunan rumah, hiasan, alat-alat rumah tangga dan sebagainya. Rumah yang dihiasi keramik dari berbagai warna akan menambah nilai kemegahannya dibandingkan dari rumah yang tidak berkeramik.
Komentar
waingapu.....BERHIBER.....^-^....
shallommm
RSS feed untuk komentar posting ini.