Lupa Password? Lupa Username? Buat akun
Anda berada di >
Sab 19 May 2012
Banner

Lahan Pertanian Hancur, Jembatan di Lailunggi Putus

PDF Cetak Surel
Ditulis oleh ion   
Selasa, 25 Januari 2011 19:56
Markus, Kepala BMKG Waingapu

Cuaca buruk yang mengakibatkan hujan deras dan banjir beberapa hari terakhir di Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT berdampak pada rusaknya sejumlah lahan pertanian warga. Tidak hanya itu, jalan dan jembatan di sejumlah jalur dikabarkan putus dan rusak berat.

Hujan deras yang turun beberapa hari terakhir, ternyata tak selamanya membawa berkah, puluhan hektar lahan pertanian di bantaran sungai, desa Kambata Tana, Kecamatan Pandawai, mengalami kerusakan akibat diterjang air sungai kawangu yang meluap beberpa hari lalu.

Lahan yang didominasi tanaman jagung itu, kini masih terus dalam ancaman banjir. Hal yang sama juga terjadi di wilayah Kapunduk, Kecamatan Haharu. Hujan deras merendam sejumlah lahan jagung milik warga. Untungnya, hingga kini belum ada korban jiwa dari kondisi alam yang tidak biasa ini.

Sementara ini warga hanya bisa pasrah, karena selain merusak lahan petani/angin dan banjir juga membawa hanyut jagung dengan tanah kebun warga juga menumbangkan pohon besar. Sejumlah tempat masih terus kwatir dengan ancaman banjir.

Pemerintah Kabupaten Sumtim melalui Badan Penanggulangan Bencana hingga kini terus mendata kerusakan dan menyalurkan bantuan berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Badan Kesejahteraan dan Perlindungan Masyarakat dan Politik (Kesbanglinmaspol).

Tak hanya merusakan lahan pertanian, sejumlah ruas jalan dan jembatan putus. Jalan yang menghubungkan Waingapu-Nggongi tepatnya di ruas Aukakehuk dikabarkan putus, sementara di Lailunggi, Kecamatan Pinu pahar, sebuah jembatan ambruk. Jembatan sepanjang lebih kurang 15 meter dan lebar 4 meter itu tak kuasa menahan terjangan hujan dan air deras subuh (25/1) tadi. Tidak hanya itu, separuh badan jalan juga tergerus hujan dan arus banjir.

Kekuatiran jalan akan putus total terus menggelayut di benak warga, pasalnya sesuai info dari BMKG stasiun Waingapu, kondisi cuaca kurang bersahabat masih akan terus terjadi. “Berdsarkan hasil pemantauan citra satelit, tanggal 25 Januari pukul 08.00 WITA, ada cell tekanan rendah di wilayah barat laut Australia atau tenggara NTT. Ini berpotensi menjadi siklon tropis yang memicu terjadinya hujan dengan intensitas sedang sampai dengan lebat yang disertai angina kencang dan petir di sebagain besar wilayah NTT. Kupang, Rote, Waingapu,Ruteng, Bajawa. Labuan bajo, Kalabahi, Sabu dan Atambua adalah sebagian dari sejumlah daerah yang perlu mewaspadai kondisi ini. Para nelayan juga dihimbau untuk tidak melaut jika menggunakan perahu dan kapal kecil karena tinggi gelombang berkisar 3-5 meter dan berlangsung 2-3 hari kedepan,“ urai Markus, Kepala Stasiun BMKG stasiun Waingapu yang menghubungi redaksi beberpa saat lalu.(ion)

 

Untuk mengirim komentar di situs ini, silahkan login dulu, atau gunakan layanan komentar dari facebook di atas :)

Berita Terkini

Drainase Wangga & Kambaniru: Telan Anggaran Lebih dari Rp. 3 Milyar
18 May 2012
article thumbnailWaingapu.com - Banjir yang sering melanda sejumlah wilayah di Kelurahan Wangga dan Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur ( Sumtim), NTT, setiap tahun, pada saat musim...
Banner